
...Pagi tak selalu memulai sesuatu yang baru....
...Boleh jadi...
...meneruskan lagi hal yang kemarin,...
...balas dendam ?...
...πΏπΏ...
Ini tidak bisa di biarkan, aku masih tetap berusaha melawannya. Hampir saja saat dia mau membuka baju tidurku ada kelengahan dan perburuan nafas di antara kami. Aku langsung menotok dan membuatnya tak sadarkan diri. Badannya langsung tumbang di atas tubuhku.
Setetes air mata mengalir begitu saja dari mataku. Aku hampir saja mengalami pelecehan seksual, kini aku bertambah jijik mana kala melihat siapa yang melakukannya. Aku mendorongnya dengan kasar hingga terjerembab ke lantai. Aku tidak perduli dia mau bagaimana.
Sementara diriku yang acak - acakan, berlari ke kamar Aisyah berada. Aku menyerobot jilbab yang masih belum kering dan memakainya. Pergi meninggalkan kediaman dengan rasa tercabik - cabik. Meskipun aku ingin tapi entah jiwaku merasa tidak terima di perlakukan seperti itu apalagi dia adalah si kulkas.
Aku menepis fantasi liarku, aku beristigfar kembali. Tidak bisa dibiarkan aku harus bisa mengendalikan diriku, jangan sampai jiwa lamaku memengaruhiku kembali. Hingga tak terasa aku tidak mengingat kembali aku dimana.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
Karena wanita gila itu membuat gairahku meningkat, bahkan tanpa kendaliku aku menggagahinya berkali - kali. Tapi dia menolak ku, padahal aku adalah suaminya. Mimpi panjangku dengannya membuatku terbuai. Hingga aku mendengar suara adzan salah satu santri kami. Aku terbangun dalam keadaan sungguh di luar nalar.
Untung tidak ada yang masuk kamar, bagaimana aku bisa seperti ini. Bangun dengan bawah telanjang dan juga masih menegang. Aku membawanya ke kamar mandi dan membereskan hari ini. Bagaimana aku bisa menikmatinya seperti sungguhan nyata. Bahkan ciuman malam dan juga jangan - jangan aku telah meniduri seseorang tanpa sepengetahuan ku.
Aku memakai pakaian bersih dan menyisir rambut. Tiba - tiba aku mendengar teriakan Aisyah menggedor pintu Abi dan Umi. Tidak biasanya, adik ku tak akan seposesif pada hidupnya jika dia tidak kehilangan sesuatu.
Aisyah, bangun dari tidurnya dan mendapatiku tidak ada di kamar dia cukup panic. Karena keadaan ku yang masih sakit, dia bergegas menemui abi dan umi yang masih ada di kamar.
Umi dan abi telah bersiap - siap mau berangkat berjamaah di masjid, tapi di urungkan sebentar karena tidak mendapatiku di setiap penjuru ruangan. Kakak kedua ku berjalan dengan santai dan meminta kami tetap tenang. Dan memberikan sepucuk surat ke umi.
...Terima kasih untuk umi, abi, aisyah dan kedua kakak tampan....
...Adek tak bisa belama β lama ada yang harus Naura selesaikan secepatnya....
__ADS_1
...Naura janji, akan meluangkan waktu untuk berjumpa kalian semua....
...Maaf, sungguh maaf aku tidak bisa berbicara sopan....
...Sekiranya aku selama ini sangat menyusahkan. Tolong maafkan adek ya...
^^^Naura A.^^^
.
.
.
.
...Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami....
...Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya β karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian....
...Salam hangat dari author...
__ADS_1