
Memang wanita merepotkan, di malam yang panjang. Di sebuah ruangan mewah nan maskulin. Pakaian pria dan wanita terbang bertebaran dimana - mana. Sebuah langkah kaki mendekati ranjang panas miliknya. Masih dengan baju mandinya.
Nan Luxiao membuka selimut putih tebal dimana tempatku bersembunyi. Tersenyum mana kala aku tiba - tiba membuang upil yang mengganggu pernafasanku. Akhirnya kamu tertangkap, tikus kecil.
Dengan badan malasku membuka mata, menutup mulut menguap seakan ingin melahap dunia. Aku meregangkan otot - ototku meskipun masih dalam mode pemabaringan. Aku bergeser sedikit ke samping menghindari pantulan sinar mentari. Dan ku dapat hembusan halus mengenai tanganku saat peregangan.
Aku mendapati om mesum di sampingku dengan baju tidurnya berwarna abu - abu. Aku dapat melihat Nan Luxiao menyangga kepalanya dan menatapku dengan senyum manisnya. Karenanya membuatku diabetes saja.
Bisa saja aku terlalu ingin menghindari om mesum, tapi dengan terang - terangnya dia muncul dalam mimpiku. Aku seakan tersihir dengan pesonanya. Aku dapat melihat roti kotak - kotak yang melekat pada tubuhnya. Memakai kacamata tak mengurangi manis tampannya.
Aku menyapa pagi untuknya dan dibalas pagi untukku. Bagus sekali, lagi - lagi memimpikan mu. Ini serasa nyata, bagaimana mimpi bisa senyata ini. Om mesum bahkan berkali - kali lipat tampannya saat di dekatku. Aku mencubit pipi putihnya gemas sendiri. Bagaimana bisa aku berekspetasi tinggi bisa tidur seranjang dengan om mesum.
__ADS_1
Nan Luxiao membetulkan tanganku untuk mencubit pipinya. Apa ini kenapa tangannya terasa hangat. Sontak membuatku terduduk dan berteriak. Mengapa aku ada disini tanyaku secepat kilat.
Tadi pagi kamu sedang bergairah, lalu memaksa ikut pulang denganku. Omong kosong ! aku … aku kembali melihat tatapan laparnya padaku. Jangan — jangan dia padaku, aku melihat pakaianku telah berganti dengan pakaiannya. Mana pakaianku ? apa yang kamu lakukan padaku ?
Aku tersenyum senang jika tikus kecil berpikir aku tidak - tidak padanya. Aku melihat pertama kalinya dia ketakutan, aku ingin memberinya pelajaran saja. Karena membuatku cemburu. Mulailah aku berkata bagaimana kalau kamu mengingat - ingat, apa yang kamu lakukan padaku semalam ?.
Aku dapat melihat dengan jelas roti sobek om mesum tanpa kaos dalam, dan kancing baju tidurnya tak terkancing dengan sempurna. Aku langsung menutup bajunya yang terlihat menggoda iman. Jangan mendekat. Jika om mesum mendekat, aku akan lapor polisi. Sekali lagi ku tekankan jika om mesum mendekat.
Tarikan ku pada bajunya yang kuat saat mendekat. Membuatnya dengan keras menimpa tubuh mungilku. Tidak masalah, namun yang rugi semalam adalah aku. Kepala sekolah bisa jadi saksinya. Tidak di sangka, beberapa hari tidak berjumpa. Kamu masih begitu antusias. Semalam kamu sungguh sangat imut. Jelasku dan pujian ku jadikan satu. Aku sudah tak bisa menahannya sedari semalam.
Aku pun ******* kembali bibir cerry miliknya yang begitu menggoda. Diam dan tak berdaya dalam kendali membuatku bebas bereksplorasi padanya. Tapi sebuah dorongan kuat entah dari mana membuatku terjungkal ke samping dengan kasar. Dan memukul kecil dariku di balik selimut.
__ADS_1
.
.
.
...Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami....
...Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian....
...Salam hangat dari author...
__ADS_1