
Aku kembali merangkulnya dan membawa menuju tempat khusus menyelesaikan masalah perut. Mengajaknya untuk sarapan pagi di kantin sekolah. Bibi penjaga kantin selalu sedia melayani pembeli di kantin, aku akui masakan bibi kantin memanglah enak. Apalagi di temani tikus kecil serasa tidak membosankan.
Dia memesan soto porsi abang - abang kuli, bahkan nasi dan kuahnya beradu ketinggian. Sementara aku memesan makanan simple nasi goreng dan telur mata sapi. Aku melihatnya menuangkan banyak sambel dalam mangkuk besarnya bahkan tanpa ada kecap. Aku ngeri melihatnya apa dia tidak takut diare. Membayangkan saja aku tak bisa percaya.
Meskipun aku tadi sudah makan di rumah Nan Luxiao tapi menurutku itu cemilan pembuka. Aku tak enak hati jika meminta lebih. Kalian kan tahu aku ini tikus kecil yang kecacingan. Jadi makanan apapun masuk dalam tubuh ini seakan sirna begitu saja. Aku juga tertawa saat bibi kantin baru ngeh dengan porsi makananku.
Katanya ususku melar bisa banyak makanan masuk tapi tidak gemuk - gemuk. Dan memintaku minum obat cacingan, siapa tahu setelah itu cacing - cacing yang sudah mengambil alih nutrisi bisa keluar dari tempat belakang. Aku yang membayangkan ada hewan keluar dari tubuh membuatku merasa geli sendiri.
__ADS_1
Kami adalah dua manusia yang dipertemukan dalam hal pecinta makanan dan juga makanan pedas. Aku mencoba sedikit menyeruput kuahnya, memastikan rasa pedasnya di atas levelku. Tikus kecil juga ikut mencoba nasi goreng suapanku, katanya ini lebih gila dari nasi soto mix pedas versinya.
Asap mengepul keluar dari mulutnya, mengibas - ibaskan tangan di depan mengurangi panas dan pedasnya. Ku geserkan teh hangat untuk mengurangi rasa terbakar. Dia tidak mau takut aku akan mengerjainya lagi. Dia kembali ke bibi dan kemari membawa beberapa gorengan yang masih hangat. Tak hanya itu dia juga membawa beberapa cabe rawit hijau dan merah sebagai iringan.
Ini benar - benar hot pedas panasnya, aku rasa kalap jika berdekatan dengannya. Bei Zijin teman sekaligus patner penghabis makanan sama sepertiku. Aku bisa apa adanya jika bersamanya. Meskipun dia tampan dan kaya raya, tapi tak memandang rendah orang lain contohnya aku.
Tak lama banyak aktifitas mulai kembali normal. Manusia lalu lalang menuju kelasnya masing - masing. Daddy dan mommy aku akan membawa calon menantu untuk kalian. Ini lebih dari segala bisa, aku pastikan kalian akan bangga mendapatkan menantu sepertinya. Aku sudah tidak sabar untuk mengenalkannya.
__ADS_1
Hingga waktu berlalu cepat tak terasa tak menjenuhkan. Awalnya aku tidak setuju dengan permintaan mommy bersekolah di sekolah elit. Aku ingin biasa saja, tapi entah kenapa daddy juga tak kalah pemaksaan. Hingga perjumpaanku dengan tikus kecil yang bernampilan jauh dari kata cantik. Tapi membuatku nyaman di setiap sisinya.
Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami.
Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian.
Salam hangat dari author
__ADS_1