Dari Aku Yang Hampir Menyerah

Dari Aku Yang Hampir Menyerah
55


__ADS_3

Aku membantunya dari awal pertemuan singkatku dengan Bei Zijin. Aku tahu dia orang yang pendiam dan keras kepala sepertiku. Hari - hariku tidaklah mudah, tapi dengan adanya dia semua terasa tidak terlalu berat untukku. Dari awal aku bercerita tentangnya hanya beberapa kali saja. Haahh …, sebenarnya tidak begitu juga. Aku hanya bercerita bila ingin saja, meskipun banyak lika - liku yang terjadi pada kami.


Aku menerima tantangan pertunjukkan bakat audisi hanya untuk iseng. Tapi ya sudahlah kesempatan tidak datang dua kali maupun kesekian kalinya. Pada akhirnya aku menerima tantangan yang diajukan Bei Zijin padaku. Mengenai siapa juara - juaranya aku belum tahu, aku malas takutnya mendapat skor terendah. Aku sangatlah kesal dan juga gugup gemetar. Melihat om mesum secara tak kasap mata bisa muncul menjadi juri audisi.


Tak seharusnya aku menyinggung orang sepertinya. Biarkan semua berlalu meski aku telah salah target. Berbeda dengannya dia manusia yang teramat perhitungan. Tak ingin terpikir tapi dia benar - benar manusia yang tidak bisa diremehkan akan perhitungan. Ada yang aneh, apakah dia berlaku seperti itu padaku untuk mengalihkan isu bila dirinya sebenarnya penyuka sesama jenis.


Tapi itu bukan poin intinya, ada yang lebih terinfo update. Bei Zijin sebagai keponakannya saja juga tahu kelainan pamannya itu. Suatu hari dia mendapati pamannya pulang dengan payah dan konyol. Seperti manusia yang teramat patah hati, yang ku tahu saat itu Nan Luxiao pernah menjalin kasih dengan seorang gadis. Namun, keluarga besarnya tidak merestui. Berkali - kali juga papinya berusaha memisahkan mereka.


Niat papinya benar menginginkan pewarisnya berlabuh di tempat yang semestinya. Tapi karena kesalah pahaman yang bukan pada seharusnya membuat hubungan anak dan papinya merenggang seiring waktu. Dia sangat kacau, aku tak terlalu ingat namanya, paman sangatlah lirih dalam penyebutan. Dia dibantu asisten Chiko memasuki kamar sultannya.

__ADS_1


Aku mendengar suara aneh - aneh dalam kamar. Ku pikir paman terlalu terbuai hingga melupakan pengedap suara. Apa yang aku pikirkan tidak seharusnya aku menguping. Dasar paman mesum, aigoo … paman main sesame jenis.


Berita besar, aku sudah menemukan kunci kelemahannya. Hahaha…, aku akan memerasnya selama ini paman terlalu pelit dan perhitungan tak kalahnya sama dengan daddy. Aku meninggalkannya menuju kamar di sebelahnya.


Di dalam kamar Chiko membantuku mengoles dan membantuku mengobati beberapa luka yang terbuka cukup lebar. Dia membenarkan alasanku tidak mau, sudah pasti bila terjadi. Musuh bebuyutannya akan datang secara sukarelawan padanya. Aku rasa tidak pernah menyinggung pemimpinnya tapi secara acak aku juga mendapatkan kemarahannya. Dia adalah A. King tidak pernah muncul langsung menemuiku untuk bernegoisasi.


Backingannya saja tak kalah misterius dan juga terkenal bijak dalam memberi pengaruh kuat.


Ku pastikan suatu saat aku bisa menahlukan nya dan berada dalam genggaman nyataku. Dia juga yang menjadi penyebab besar aku kehilangan mami. Tapi dia juga yang membantu papi bangkit merintis kejayaan perusaahan yang hampir purna. Apa maunya, bersikap baik seolah malaikat. Tapi sejatinya hanyalah manipulative yang licik.

__ADS_1


.


.


.


Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami. Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian.


...Salam hangat dari author...

__ADS_1


__ADS_2