Dari Aku Yang Hampir Menyerah

Dari Aku Yang Hampir Menyerah
33


__ADS_3

...Hidup adalah seni menggambar...


...Tanpa penghapus...


Aku memiliki saudara sepupu dia bernama Kak Zidni, seorang laki - laki manis dalam berkata. Kak Zidni selalu tak pernah absen berkunjung ke rumah kami. Dia sepantaran kakak, tapi hobi kami tetap sama.


Suka bermain - main, namanya juga masih anak - anak yang ingin kebebasan bermain. Kami adalah dua personil yang suka bercerita dan suka keluyuran. Dulu kakak juga sama, salah satu personil kami tapi setelah kejadian itu. Dia tidak mau berteman dengan kami, dan selalu menghindar di saat Kak Zidni datang.


Flash Back …


Di sebuah taman bermain terdapatlah manusia berukuran kecil tengah sibuk. Menikmati alam sesuai pemikirannya masing - masing. Tak jauh dari sana manusia terkecil mencoba meraih buah di atas pohon. Dua manusia di bawahnya hanya bersorak sambil menunjuk letak buah yang bagus dan matang.


Happ, sebuah tepat dalam genggamannya. Satu persatu buah dilempar dan ditangkap. Saking asyiknya, membuat salah satu manusia yang lebih tinggi darinya mencoba ingin naik ke atas pohon. Si paling kecil itu adalah diriku, sudah berusaha mencoba menasehati kakak untuk tidak ikut - ikutan seperti ku.


Cukup diriku saja yang di atas mencarinya, dan kalian bisa menangkap dan mengumpulkannya di bawah menjadi satu. Tapi karena rasa kepo kakak yang terlalu tinggi. Berusaha menaiki pohon jambu klutuk dengan bersusah payah. Aku mengulurkan tangan kecilku untuk menjadi pegangan tangannya.


Aku menahan tubuh ku dengan duduk di atas ranting besarnya. Dan sebelah tanganku yang lain memegang erat agar aku kuat membantu menarik kakak. Kakak menoleh mastikan suara pemilik, tapi siapa sangka suara berat papa dan amarah melihat kami bergelantungan di atas pohon.

__ADS_1


.


.


.


.


Kakak gugup dan kaget bersamaan, yang dia takutkan benar - benar diketahui papa. Tanpa keseimbangan pegangan kuat dan ini juga baru pertama kalinya kakak coba - coba. Membuatnya terjatuh dari ketinggian pohon, papa langsung berlari dimana kakak terbaring.


Dan papa mengancam ku bila terjadi apa - apa pada kakak. Papa tidak akan pernah mau memaafkanku. Berlari kecil menggendong kakak di tangannya. Sementara mama tidak memperbolehkan aku ikut dengan mereka. Mengantar kakak yang pingsan ke rumah sakit.


Mereka terlihat tertawa lepas tanpa ku. Aku berjalan kecil mengikuti mereka dari belakang. Aku tak banyak kata, menahan sedikit genangan air mata dengan membawa hadiah kado.


Aku memasuki kamar kakak yang dimana papa dan mama juga duduk di kedua sampingnya. Wajah mereka menatap tidak suka akan kehadiranku. Meskipun tidak berkata tapi aku dapat merasakannya. Aku meremas ujung baju kecilku dengan gemetar.


Aku melangkah mendekat pada kakak, kakak menyuruhku duduk di tempat tidurnya. Tapi cekalan mama menghentikan ku untuk naik dan duduk bersama. Aku melihat arah tatapan mama, tepat papa duduk. Ku kira mama menyuruhku duduk, tapi ternyata bukan. Papa memelototiku dengan kedua matanya yang hampir keluar.

__ADS_1


Guratan wajahnya sangat jelas menggambarkan papa akan marah. Aku mengurungkan niatku untuk duduk di sampingnya. Memberikan hadiah kecil buatanku pada kakak. Kakak menerimanya dan akan membuka bersamaku nanti setelah sembuh.


Aku mengiyakan, dan berjalan ke depan berhenti menoleh ke belakang. Tampak mama dan papa bermanja kasih pada kakak. Di dalam bilik singgsanaku aku terduduk lemas. Memeluk lutut menggenggam erat kedua sisi lengah dengan erat. Aku menangis tersedu - sedu, apa salahku kenapa mereka begitu padaku.


Lintasan dimana papa mengancam, memarahi, memelototiku dengan kedua matanya. Begitu juga dengan mama yang mulai bersikap tidak bersahabat padaku. Aku tak mengerti dengan ini semua, apa salahku kenapa mereka bersikap begitu.


Padahal kakak jatuh bukan karena ku, dia sendiri yang terjatuh dari pohon. Dengan keras kepalanya mau membantuku memetik beberapa buah lagi supaya cepat banyak. Tapi justru kini berbading terbalik karena kejadian itu papa dan mama mulai menjauh dariku.


.


.


.


...Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami....


...Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian....

__ADS_1


...Salam hangat dari author...


__ADS_2