
...Mereka yanga berdiri...
...setelah di hantam badai...
...Tidak akan terusik oleh gerimis...
...🌿🌿...
Dia menatapku tertidur bagaikan mayat tak tersentuh. Rasa sudah di ujung asa, melangkahkan kaki tak jauh dari kelasku. Di dalam kamar mandi dia menuntaskan segala hajatnya. Tak perlu ku jelaskan kalian akan tahu nantinya.
Dari balik tembok dua orang tengah mengintaiku. Berbadan gemuk berkulit hitam kecoklatan. Sedangkan yang satunya biasa anak sebut dengan nama kutang singkatan dari kurus tanpa tulang. Dengan alay mereka berjalan mendekat ingin mengerjaiku.
Mereka melihatku tidur sambil berdiri. Kesempatan bagus menindasku. Dia tidak berani berteriak keras pasalnya aku tepat di luar kelas guru terganas akan kejamnya dalam menghukum. Dia menyiramkan es teh plastik ke tubuhku. Membuatku basah dan kotor.
Aku tetap tenang dalam tidur, mereka kesal karena aku mengabaikannya. Si tubuh gempal menamparku dengan keras meninggalkan jejak di pipi. Kecamata mahalku terlepas dengan terbanting keras ke lantai, hingga bagian retak tak bisa digunakan. Mereka tertawa bersama puas mengerjaiku, tanpa mereka mengerti perasaan bagaimana tidak enaknya di buli. Sini ku beritahu rasanya bagaimana.
__ADS_1
Aku berjalan ke arah lain dengan mata terpejam, mereka melihatnya tertawa karena akan kebutaanku. Salah besar, langkah kaki mendekat aku pun memperagakan seperti melindur mimpi bermain menendang bola dengan keras.
Padahal yang ku tendang sebenarnya adalah masa depan si kutang. Sungguh miris. Masih dalam mode sama aku menundukkan mataku memperagakkan diri seolah - oleh aku benar tertidur. Si gempal tidak terima temannya mengalami cidera karenaku. Dia berbalik ingin menyerang aku pun di serang hanya diam saja.
Hingga tangannya ingin berbuat mesum padaku. Kalian salah mencari lawan. Aku pun mencekik lehernya dengan dalam dengan keras. meronta jangan harapku lepas.
Aku melihat tetangga baruku selesai dari kamar mandi, tak kusangka dia melihat aksiku.
Ini tidak boleh bocor, ku hempaskan tubuhnya dengan kasar. Dia merintih mengaduh kesakitan. Aku juga menjatuhkan diriku beriringan dengan tubuh si gempal. Ternyata dia cukup gesit juga menangkap tubuhku. Dan membawaku menuju unit kesehatan siswa.
Merangkai mimpi, aku tidak peduli nanti ku bangun dimana yang penting rasa kantuknya berkurang. Tak hanya aku ternyata dia juga tertidur hanya saja, dia lebih suka tertidur di kursi. Hingga jam pulang berdering cukup keras ke penjuru pelosok sekolah.
Aku mengerjap menatap dinding langit beratap putih. Sebuah tangan panjang dan kekar berada di ujung keningku. Ku lihat ternyata tetangga sebelah tak buruk juga. Boleh lah ya. Pemikiran apa ini, karena dia aku terkena masalah dan juga diusilin duo manusia tak berguna. Untung saja ini orang punya hati bantu mengantarkanku ke uks. Kalau tidak hehe aku punya kejutan yang menarik untuknya.
Dia terbangun dari tidurnya, aku yakin badanya pasti pegal - pegal dan kaku. Dia pun mengajakku ke atas atap sekolah, aku merasa berhutang budi padanya. Aku akui meski tubuhku kecil tapi aku cukup berisi dan juga tak kalah semok dengan artis - artis di televisi.
__ADS_1
Malam menjelang hampir jam enam. Syukur sekali mengajakku dia bisa makan enak. Dia memandang langit dengan gemerlap bintang. Hembusan semilir angin menerpa kami. Aku pun berjalan ke tengah dan meletakkan triplek yang bersih untuk duduk di bawah. Ku tata sapu persatu jajanan seperti sedang menjajakan dagangannya. Aku melihat dengan jelas bahwa dia tengah tersenyum menatapku.
.
.
.
.
.
...Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami....
...Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian....
__ADS_1
...Salam hangat dari author...