
Flash Back Off …,
Setelah selesai aku kembali lagi ke singgasana mencari keberadaan benda pipih serba guna. Aku masih kurang sreegg dengan ketiga jawaban dari keluargaku. Aku sangat bosan, aku ingin bercerita kembali.
Tentang masalah ku yang telah mengganggu sepanjang perjalanan setelah kepulangan dari sekolah. Aku membuka aplikasi berwarna hijau, aku melihat sebuah statusnya dengan emoticon sedih. Cukup satu mampu membuat banyak spekulasi, ada apa ini. Apa yang terjadi ?
Dengan penasaran aku langsung mencoba menghubunginya. Siapa gerangan yang membuat adik kecilku bersedih. Awas saja, aku akan membalasnya. Beberapa panggilan tersambung tapi tak ada yang mengangkat.
Hallo hallo hola, sapaku di balik vido call yang ku jalani. Tapi tak tampak orang pun, aku hanya di suguhi pemandangan taman belakang rumah abi dan umi di pesantren. Aku merasa pemandangan ini gerak - gerak.
Apakah itu Aisyah sedang mencoba bermain petak umpat bersamaku. Tapi lama kelaman aku lelah juga dengan ocehanku. Aku tahu itu Aisyah, makanya aku melepas kembali hijab yang ku pakai. Dan melemparkannya di kursi meja rias.
.
__ADS_1
.
Kini aku duduk di balkon kamar, aku menikmati pemandangan hilangnya senja. Aku menunggu kemunculan manusia yang tengah membuat ku menunggu. Sudah ku tebak, dia muncul saat aku berpura - pura akan mematikan kemunculan ku. Dan di cegah olehnya dengan memasang wajah segalak mungkin padaku.
Bukan galak tapi seperti merajuk saja. Aku berniat ingin bercerita, tapi disambut dulu dengan banyak cerita tentangku. Semua tentang dimana keberadaan ku yang menghilang di pagi buta. Baiklah aku akui itu semua, tapi aku begitu ada sebabnya.
Aku tak berani menjawab, aku mengarahkan topic lain saja. Belum sepantasnya anak kecil seperti Aisyah tahu akan hal berbau dewasa seperti ini. Aku melihat bayangan wanita berkelebat kesana kemari memasuki rumah Abi.
Aku tajamkan penglihatan ku, tapi langkah kakinya terlalu cepat. Dan sialnya wanita itu tidak menghadap ke arah kami sedang mengobrol ria. Setelah ada adegan saling menimpali bercurhat, aku penasaran Umi berada dimana.
Mendengar teriakan Aisyah ternyata tak kalah memekiknya dariku. Ternyata aku memiliki kembaran Aisyah versi mini, sedangkan aku versi dewasa. Aku melihat di layar umi sibuk membelakangi kami, beliau sibuk dengan kreasinya seperi mama.
Alangkah terkejutnya umi melihatku berada di balik layar ponsel yang Aisyah bawa. Untungnya pekerjaan umi hampir tinggal sedikit. Sambil memasak umi berbincang - bincang padaku. Tapi karena sudah merindu umi memanggil santri putri untuk melanjutkan masaknya.
__ADS_1
Sementara umi membawa ponsel ke dalam kamar milik Aisyah. Kami saling bertanya kabar dan tanpa sadar kekonyolanku dalam berkata mengundang penghuni lain. Aku telah melihat dia berada di belakang umi dan Aisyah berdiri di tengah — tengah pintu. Untuk apa si kulkas kemari, membuat moodku hancur saja. Sudahlah itu bukan poin pentingku.
Aku menceritakan kembali mengapa aku segalau ini, dan disambut tawa kecil dari umi dan Aisyah. Apa yang mereka tertawakan apakah aku lucu dalam bercerita, aku rasa itu tidak. Dan di saat inilah umi berqolla padaku, umi memang the best deh.
Karena umi dan aisyah membuatku senang, aku akan memberikan hadiah untuk mereka. Dan tak lupa aku titip salam untuk Abi dan kedua kakak tampan ku. Lebih tepatnya anak kedua umi. Di akhiri kecupan jauh singkat ku pada keduanya dan berakhir salam.
.
.
.
...Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami....
__ADS_1
...Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian....
...Salam hangat dari author...