Dari Aku Yang Hampir Menyerah

Dari Aku Yang Hampir Menyerah
23


__ADS_3

...Kamu pikir, aku...


...Tidak bisa berlaku buruk ?...


...Bisa, namun aku akan bermain cantik...


...Tunggu saja...


...🌿🌿...


Abi memimpin doa sebelum makan, kami makan menggunakan tangan sebagai alat ganti sendok. Ini pertama kali aku melihat mereka menikmati tanpa risih. Aku melihat umi, Aisyah, dan kakak tanpa ribet buka tutup kain.


Dengan telaten memasukkan makanan sesuap demi sesuap tanpa belepotan pada kain. Aku jadi penasaran bagaimana mereka bisa, tapi aku saja kerepotan.


β€œ Aisyah, kenapa pakai penutup wajah. Padahal aku yakin kamu itu cantik. Apa tidak risih saat makan buka tutup ” ocehku dengan banyak makanan di mulut.


β€œ Ini namanya cadar, itu sunah di pakai untuk mengurangi kejahatan mata dan hati. Sudah terbiasa tidak terlalu susah kok ” menghentikan suapannya dan menjawab pertanyaanku.


β€œ Sudah jangan banyak bertanya, nanti saja selepas makan selesai ” papa menegur ku.

__ADS_1


Aku melihat dua laki - laki yang telah ku kerjai tadi dan teruntuk pacar pura - pura tampan ku kini duduk tidak jauh di dekatku. Aku mengerlingkan mata kiriku pada kakak tampan, dan di balas dengan gelengan kepala.


.


.


.


.


Sementara di sisi kiriku laki - laki si kulkas bergidik ngeri melihatku tengah menggoda adik keduanya. Aku mencoba mencomot ayam kremes tepat di depan mejanya. Dia pun juga ikut - ikutan mengambil makanan yang tersisa satu itu.


Terjadilah tarik menarik lagi antara aku dengannya. Kali ini aku mengalah, kamu dulu yang bermain. Aku akan membantumu memainkannya, niat hati ingin mencuri ponselnya untuk ku jadikan barang sandraan. Malah tanganku salah meluncur kembali, tepat sekali aku di depan belalai gajahnya.


Sedangkan tangan kiriku sibuk mempermainkan alatnya. Dari sudut mataku dia merem melek di buatku, bibirnya bergetar mengunyah ayam kremes. Dari lehernya terlihat urat yang menegang menahan sesuatu di bawah sana.


Dan beralih menatap abi sesekali menjawab mengenai program pesantren. Bagaimana enak bukan, aku merasa akan ada yang keluar. Aku langsung melimpirkan tangan nakal ku menjauh dari tempatnya.


.

__ADS_1


.


Aaahhh, dasar gadis gila beraninya dia tidak senonoh padaku, bahkan di depan keluarga kami. Aku hampir mencapai puncak tapi dia berhenti di tengah jalan. Membuatku frustasi, meskipun begitu aku juga normal sebagai pria.


Permainan tangannya luar biasa, ah aku harus pergi sebelum dia bertindak jauh tak senonoh nya terhadap ku. Dia berpamitan dulu ke belakang beralasan mau buang hajat, padahal bukan begitu.


Tapi itu termasuk hajat si, hajat untuk segera di tuntaskan hehehe. Aku menatapnya dengan senyum menyeringai, lain kali jangan begitu. Aku bukanlah orang yang mudah di singgung jadi jangan main - main dengan ku.


Aku kalap makan hidangan yang umi masak semua tidak hanya terlihat lezat di mata namun lezat di semua sampai ke perut. Minta terus di isi lagi dan lagi. Umi salting ku puji - puji, dan memintaku berhenti memuji dirinya. Padahal kenyataannya benar memang makanan masakan umi the best.


Aku bahkan tidak mau beranjak dari tempat. Aku pun bersendawa cukup keras tanpa menutup mulut, respon ku terlalu lamban untuk mengatakan kenyang tanpa kata. Kami tertawa bersama karena kelakuan konyolku. Ada - ada saja anak ini, batin laki - laki tampanku. Sementara si laki - laki kulkas, mencibirku dan diam di saat abi menegurnya.


.


.


.


...Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami....

__ADS_1


...Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian....


...Salam hangat dari author...


__ADS_2