
Mama berjalan dan berteriak memanggil papa, sedangkan si empunya langsung berlari setelah memasukkan ayam jantan kesayangannya ke dalam kurungan. Dan mengatakan bahwa badanku menggigil demam tinggi. Setelah sampai papa mengecek suhu badanku dan benar adanya. Ayah ingin menelphon kembali dokter yang sama merawatku di pagi tadi.
Namun, di urungkan karena genggaman tanganku yang egitu kuat menjerat tangannya. Aku mengigau memanggil nama ayah berkali - kali sambil memohon jangan memukul lagi. Dan berjanji tidak akan mencuri makanan sebelum ayah selesai.
Papa dan mama terkejut karena penuturanku, bahkan yang mereka sebut tidaklah pernah melakukan hal keji pada anak - anaknya. Meskipun dengan bencinya tetap memberi makan. Papa menggaruk kepala yang tak gatal, mama juga melihat ke arah ku dengan tatapan bingung.
Pelayan membawa alat kompres dan obat - obat yang sekiranya ku perlukan. Dan permisi melanjutkan aktifitas kerja selanjutnya. Mama sangat telaten merawatku, begitu juga kakak memijit - mijit tanganku agar sakit ku berkurang.
Mama terisak mengapa anak keduanya berkata seperti di alam bawahnya. Membuat hatinya ikut pilu, dia menghapus air mata yang meleleh di sudut mata anaknya.
.
.
.
.
__ADS_1
Hari ini papa meminta izin tidak masuk sekolah melalui sebuah aplikasi penghubung antar pengurus sekolah. Aku diperbolehkan istirahat di rumah selama tiga hari selalu bersemayam di kamar. Aku sangat bosan bahkan papa dan mama melarangku kemana - mana apalagi turun ke bawah.
Niat hati ingin eksplor rumah jadi gagal deh. Kamar besar milikku kedap suara. Aku yang merancangnya sendiri. Tanpa sepengetahuan keluargaku, aku menuju ruang santai dalam kamar. Tak jauh dari sana aku menemukan sebuah gitar yang sangat mahal. Baru kali ini aku keturutan tak hanya memegangnya saja tapi ini kepunyaanku. Dulunya pernah ku idam — idamkan.
Jreeengggg …
Ku petik senar yang berada di bagian bawah tengah. Aku membuka aplikasi situs terpopuler di kalangan anak muda. Aku mengenakan topeng setengah menutupi mata sampai hidung lancipku. Di depan kamera aku seratus delapan puluh derajat amatlah cantik.
Kali ini aku tak memakai riasan cupu biasanya. Karena ini di rumah aku hanya cukup mengenakan topeng ini saja sudah membuat heboh sejagad maya. Aku menamainya dengan TAK TERSENTUH.
Bahkan banyak DM yang masuk memintaku menjadi BrandAmbbasador di berbagai perusahaan kosmetik. Bahkan manca negara juga tertarik melirik akun ku yang mendadak viral seperti bom meledak dengan cepat dengan jangkauan luas.
Mereka tertarik tak hanya mengandalkan paras, aku juga memiliki suara emas. Aku menguasai banyak bahasa sedari kecil karena kakak mengajariku dengan ketat. Jika aku tak patuh aku akan dijewer, itu sangat membuatku takut sejak kecil. Kakak selalu menemani papa berkeliling antar negara, sementara aku di rumah bersama mama.
Selain itu tak ada yang tahu aku adalah rajanya dalam dunia mafia. Mereka menyebutku A King organisasiku sangatlah besar dan menjadi satu - satunya banyak manusia meminta bantuanku. Banyak dari mereka mengajukan kerjasama hanya untuk kesenangan sesaat.
Mengorbankan nyawa bukanlah masalah untuknya. Tapi sedari awal aku akan bermain cantik menentukan target yang sesuai. Tak hanya itu bayarannya tak kalah main, penentuan harga telah di tetapkan awal. Jika tak mampu jangan datang kepadaku. Karena aku tak mau miskin dengan percuma. Tak ada maaf untuk penghianat.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
...Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami....
...Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian....
...Salam hangat dari author...
__ADS_1