
Aku sangat penasaran dengan pakaian yang dikenakan olehnya. Dan juga kenapa wajahnya di tutupi segala apakah dia juga buruk rupa sepertiku. Atau jangan - jangan dia cantik sama halnya denganku. Hanya saja kami melakukan penyamaran dengan tampilan berbeda.
Aku dengan tampilan cupu sementara kakak dengan tampilan ninja. Kakak yang sadar akan tatapan ku, bertanya balik mengapa aku menatapnya bagaikan orang baru bertemu saja. Papa dan mama beralih menatapku setelah kakak berkata. Ayah ibu kenapa kalian menatapku seperti itu. mereka bertiga tak kalah kagetnya dengan ucapanku.
Selama ini aku memanggil mereka sama seperti kakak. Untuk kali ini aku menyebut ayah ibu yang seharusnya papa dan mama. Panggilan yang lumayan keren berbeda denganku yang dulu. Aku menyadari sedikit perbadaan aku mengubah kembali dan menjelaskan pada mereka.
Papa, ayah, mama ataupun ibu itu adalah intinya sama hanya kata dan penyebutanya yang berbeda. Tak mau berlama - lama aku di gendong papa ke kamar atas tempat dimana selama ini aku bersemayam. Aku tak menyangka meski papa pemarah tapi masih mau membantuku. Begitu juga kakak dan mama merasa senang perlahan batu keras di hati papa sedikit berlubang.
Papa merebahkan tubuhku di kamar yang super eksta. Ekstra mewah, ekstra luas dan lengkap. Bagaikan di negara dongeng. Semua kemawahan ini ku dapatkan secara cuma - cuma setelah ku berpindah tubuh. Aku kembali memandangi papa keluar tanpa sekata pun untuk diriku.
Tak lama kakak dan mama datang padaku bersama pelayan koki membawa makan malam dan juga hidangan penutup untukku. Ini bagaikan mimpi aku benar - benar bisa merasakan makanan enak. Dari dulu yang tak pernah kesampaian setelah ayah menikah lagi. Mengingat itu bagaimana kabar ayah, apakah ayah baik - baik ssaja. Ku harap demikian sesuai harapan.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Mama mendekat dan menyuapiku dengan sendok penuh makanan. Katanya aku harus makan banyak supaya cepat tumbuh dewasa. Dalam keluarga ini hanya dirikulah manusia agak kerempeng tapi berisi. Pasalnya papa, mama, kakak memiliki badan yang cukup sementara diriku seperti ini tak bertambah - tambah.
Makan ku banyak melebihi mereka hingga mama merasa khawatir mengenai kondisiku yang tak berdaging banyak seperti mama. Bersyukur tak ada sakit atau pun gejala penyakit yang bersarang di tubuhku. Bahkan cacing pun tak doyan bersarang di dalam sana.
Akhirnya makan telah habis ke dalam perut rataku. Saking kenyangnya aku mengantuk, mama dan kakak pun pergi dari kamarku.
Jika kakiku tak terasa sakit pasti aku sudah berkeliling kamarku, aku ingin tahu seperti kamar si cupu. Dari sisi pertama kamar akan berdekor dan berwarna cerah ataupun pink. Ku pikir karena yang tinggal di sini adalah cupu jadi tidak jauh dari kesannya itu.
Tapi ini jauh dari kategori, baiklah, kali ini aku ingin istirahat. Besok baru eksplor kamar dan rumah. Dan juga aku akan mencari tahu seluk beluk keluarga ini dan kesehariannya.
Ku rebahkan tubuhku dengan memeluk guling yang sangat lembut, bantal yang begitu nyaman di kepala. Begitu juga kasurnya empuk dan bahkan lebih bagus dari milik ayah. Aku menguap kembali untuk saat ini tak tertahan sampai disini saja, aku sambung keesokan harinya.
__ADS_1
Aku benar - benar lelah, dengkuran kecil dan halus kini terdengar. Aku meringkuk meletakkan guling di kedua sisiku. Aku takut jatuh dari ketinggian kasur. Luka ini saja baru diobati mama, masa mau tambah lagi.
.
.
.
.
.
...Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami....
...Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian....
...Salam hangat dari author...
__ADS_1