Dari Aku Yang Hampir Menyerah

Dari Aku Yang Hampir Menyerah
42


__ADS_3

Tanpa basa - basi aku langsung berdiri tegak dan melenggang pergi menuju taksi. Tapi dicegah olehnya, apa maksudnya dengan semua ini. Aku tidak paham, raanya ingin marah jika melihatnya bersikap baik kepada wanita lainnya selain diriku. Om mesum memasukkan kembali aku dalam kamarnya dan mengembalikan pakainku kemarin pagi.


Syukurlah dia tahu diri dan menyuruhku untuk tidak berpenampilan seperti tadi. Aku malas berdebat dengannya. Setelah berganti secepat kilat, aku mengekor langkah kakinya menuju meja makan. Dia menyiapkan semua ini untukku, aku meneliti mungkin dia memasukkan racun. Rasanya tidak buruk, aku menghabiskan seporsi sandwich dan segelas susu coklat. Dan mendapat sepotong lagi miliknya yang tidak habis. Aku makan saja, mubazir jika di buang.


Aku merasa seperti memiliki istri kecil dia begitu menggemaskan dalam segala hal. Aku tahu dia marah sekaligus malu karena ulahku. Memberikan berjimbun lukisan tercetak di leher jenjangnya. Aku sangat senang dia patuh saat aku ingin mengolesinya krim penyamaran. Tidak ku sebutkan, tapi efeknya luar biasa. Aku mendudukannya pada pahaku, dan tiger junior kembali merespon dengan cepat di bawah sana. Aku tidak salah lagi, memang tikus kecil pawangnya.


Setelah selesai aku melihatnya ingin pergi tanpa dia sadari memakai pakainku kemeja biru sebatas paha. Menampilkan keindahan yang tidak ternistakan untuk ditinggalkan. Tunggu, aku tidak mau tikus kecil ku menjadi tatapan liar pria lainnya. Semua keindahan padanya hanya boleh ku miliki seorang.


Rasanya enggan pergi dari rumahnya, aku sudah nyaman disini. Hari ini waktunya sekolah hampir tidak keburu jika aku pulang ke rumah. Aku kembali dimana totebeg segala isi berada, aku mengeluarkan alat makeup ku dan melakukan makeover seperti biasanya. Aku tersenyum samar di depan kaca besar terpaku dinding.

__ADS_1


Sebuah tangan mengambil alih kucir hitam membantu mengikat belakang. Memeluk dalam dekapan hangat miliknya. Rasanya aku menjadi istri kecil saja untuknya. Nan Luxiao manusia yang membuatku tak menentu. Kadang baik terkadang tak kalah mesumnya padaku. Kelak beruntung sekali wanita yang menjadi istrinya.


Aku menjauh dari hal yang tidak baik, aku tersadar akan terpesona. Semua rasa ini hanyalah tipu daya, hatiku terlanjur membatu pada semua manusia. Termasuk siapa pun, rasa baikku telah mati sejak ayah memperlakukanku tidak layak sebagai manusia. Aku terlalu lemah dan mudah sayang pada yang lain. Hingga hari - hari terpupuk akan kerasnya hatiku.


Bagiku manusia semua sama, ada udang di balik batu. Aku tidak akan menjadi diriku di masa lalu. Aku akan memposisikan hal yang sama padanya seperti memposisikan diriku seberapa penting untuknya. aku tidak menjamin ada yang bisa mencairkan hatiku dengan mudah, tapi untukmu author aku menantikan moment itu.


Sudahlah pakai ini saja, lagian ini juga sudah dibersihkan olehnya. Masih jam pagi gerbang baru terbuka, sekolah masih tampak sepi tanpa banyak aktifitas manusia. Aku terpaksa menyalimi Nan Luxiao sebagai tanda terima kasihku dan sebagai baktiku sebagai murid di sekolah miliknya. Sebesar ini saja kecil untuknya lalu seberapa kayanya Om mesum.


Aku akui tikus kecil sangat imut saat berlari kecil mengejarku. Meski wajahnya buruk rupa tidak masalah untukku. Penilaianku dalam mencari teman adalah apa adanya sepertinya. Bukan ada apa - apanya, bersikap sewajarnya tidak lempar batu sembunyi tangan. Dan tidak juga ada udang di balik batu.

__ADS_1


Pagi - pagi dia sudah memainkan permen bubble dimulutnya, menggelembung lalu kempes. Dia sangat kesal karenaku mengacak - acak poni kesayangannya. Tidak jauh dari kami, aku melihat mobil paman berhenti sejenak. Setelah ku pastikan, ternyata tikus kecil ikut nebeng paman karena mobil miliknya bocor saat di tengah jalan menuju sekolah. Ada benarnya, mungkin paman merasa kasihan karena sudah kenal. Jadi paman berbaik hati mengantarkan tikus kecil sampai di sekolah.


.


.


.


Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami. Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian.

__ADS_1


Salam hangat dari author


__ADS_2