
Mengingat kembali kenangan …
Kamu sudah lupa, siapa yang kamu singgung. Masih berani memprovokasiku dengan Zi. Terbuat apa kepala tikus kecil dadaku terasa sakit sekali. Auhh, daguku awas saja kamu tak akan lolos lagi tikus kecil. Bukan itu lemari pakaian, sebelah kiri lurus.
Aku mengarahkannya menuju kamar mandi lagi. Aku segera melepas jaket hitamku dan melimpir meninggalkan ocehannya. Jika diingat kembali aku ingin melihat pipi merah tomat dari om mesum.
Tanganku ini dengan lancangnya memainkan benda pusaka miliknya. Reaksinya sama seperti kulkas hanya saja aku tidak terlalu ingat pastinya seperti apa. Setelah itu tidak ingat apa - apa. Sebenarnya om mesum ada baiknya meski secuil.
Kemudian membantuku berganti pakaian miliknya dan menggendongku untuk tetap tenang di atas tempat tidur. Aku juga marah karena om mesum menghentikanku tidur di air. Aku menggigit kuat pundaknya dan meronta - ronta untuk melakukan lagi ritual tidurku di air.
“ Mau renang lagi …!” rengekku dalam gendongannya.
__ADS_1
“ Sudah selesai mandi, ayo pakai selimut ” aku jatuh tersungkur menimpa tikus kecil. Dia terlalu aktif ketika seperti ini.
Mungkin saking lelahnya tikus kecil tidur dengan mendekur kecil. Aku merapikan rambut panjangnya yang menutupi pipi chubby miliknya. Setelah ku pastikan tidurnya setenang air laut, aku merebahkan tubuhku ikut berbaring bersamanya.
Kami berbagi satu selimut, aku memeluknya dalam dekapanku. Aku rasa tak ingin melepasnya lagi. Susah mencari tikus kecil sehebat dan segala bisa sepertinya. Sudahlah, aku mengantuk aku harap kalian para pembaca jangan histeris karena kami. Harap tenang ini ujian. Menyusul dimana tikus kecil menungguku dalam mimpi indahnya.
Pagi yang begitu cerah …
Aduh, cerobohnya aku bagaimana bisa aku tidak mawas kemarin. Aku kembali menghubungi Kak Ramli, aku ingin segera bermain dengan orang yang telah membuatku berada dalam kandang om mesum.
Aku menguap kembali, hingga bau mulut sampai hidungku. Aku mengikat kembali rambutku bercempol mini tamplak leher jenjang nan putih. Tapi tidaklah bersih, mataku membola. Banyak sekali cupangan di leherku tanpa izin. Jika aku berkata ada orang baik menolongku, aku cabut kembali kata - kataku.
__ADS_1
Ini lebih parah dari kata mesum, aku berteriak kembali karenanya aku begini. Tanpa permisi dia membuka pintu dimana aku berada, membawaku kembali duduk di kasur empuk miliknya. Dia membalas tatapan selidikku dengan senyuman. Dan kembali mendudukanku dalam pangkuannya.
Aku ingin pindah posisi, ini sangat membuatku tidak nyaman. Apalagi aku merasakan benda miliknya masih mengeras di bawah sana. Tapi dengan tangan kekarnya aku menyerah dan diam saja. Aku ingin melihat dia mau melakukan apa lagi padaku.
Di saat sadar apakah kamu mampu, jika bermacam - macam aku akan memotong milikmu hingga tidak ada yang bisa dibanggakan lagi. Aku masih dalam lamunanku, hingga sebuah olesan terasa dingin membalut.
Kembali seperti semula, krim ini hebat juga bisa melakukan penyamaran. Tunggu, kenapa dia bisa tahu jika ada krim seperti ini. Jangan — jangan selain aku dia masih bermain dengan wanita liar lainnya.
Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami.
Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian.
__ADS_1
Salam hangat dari author