Dari Aku Yang Hampir Menyerah

Dari Aku Yang Hampir Menyerah
36


__ADS_3

...Maka jadilah seorang pembaharu,...


...Biar orang lain ikut meniru....


...Dari pada terus mengikuti tren...


...Tanpa henti...


...Hidup bisa habis tanpa pernah di isi...


...🌿🌿...


Aku berjalan menunduk mendapat sorakan remahan dari manusia lainnya. Kemana cupu ikut audisi sih, iya benar apa dia bermimpi suaranya akan bagus. Shhhut ..., jangan begitu lihatlah kalian bisik - bisik saja membuatnya ketakutan. Mereka kemudian tertawa membenarkan perkataan lainnya.


Dasar manusia - manusia bermulut sampah, jika aku tak menghormati juri guru dan beberapa juri lainnya. Aku akan membuat kalian berbicara tanpa kata. Dan hari - hari kalian dihiasi dengan mohon ampun padaku. Aku mengambil alat music gitar dari peserta lainnya. Dan kembali naik di atas panggung.


Waktu telah tiba,


Aku akan meninggalkan


Tinggalkan kamu tuk sementara


Kau dekap aku


Kau bilang jangan pergi


Tapi ku hanya dapat berkata


Aku hanya pergi tuk sementara


Bukan tuk meninggalkanmu selamanya


Aku pasti kan kembali pada dirimu

__ADS_1


Tapi kau jangan nakal


Kau peluk aku


Kau ciumi pipiku


Kau bilang janganlah ku pergi


Bujuk rayumu


Buat hatiku sedih


Tapi ku hanya dapat berkata


Aku hanya pergi tuk sementara


Bukan tuk meninggalkanmu selamanya


Aku pasti kan kembali pada dirimu


Tapi kau jangan nakal


Pabila nanti


Kau rindukanku di dekatmu


Tak perlu kau risaukan


Aku pasti akan kembali


Aku hanya pergi tuk sementara


Bukan tuk meninggalkanmu selamanya

__ADS_1


Aku pasti kan kembali pada dirimu


Tapi kau jangan nakal


.


.


.


Aku menyanyikan dengan sepenuh hatiku, bahkan penjiwaanku menyatu dengan melodi irama. Aku menyanyi dengan banyak emosi rasa menyelimuti seperti aku terbawa nuansanya. Dramatis begitu melo, aku seperti bait - bait di setiap kalimat.


Aku hampir kehilangan kata saat bernyanyi, melihat seseorang yang membuat jiwa usilku berkobar. Aku melihat seorang laki - laki tampan duduk di kursi juri dengan setelan tak kalah seperti kami anak - anak ABG.


Aku ingin berhenti dan tertawa melihatnya berada disini. Dia menatapku balik, hampir saja dia mengenaliku. Aku melanjutkan kembali bernyanyi. Namun mata ini tak bisa lepas dari memandangnya.


Lagu sudah terputar cukup cantik mereka dengar dariku. Aku menuruni anak tangga panggung sekilas aku dapat melihat dia menatapku penuh curiga. Beruntung Bei Zijin langsung memapahku turun dan mendudukan ku pada kursinya. Dia memberikan air botol sisanya kepadaku, lebih tepatnya memang milikku. Dia mentap - tap wajahku dengan sapu tangan yang biasa dibawa kemana - kemana olehnya.


Aku menoleh dimana laki - laki tampan sebagai juri yang tak lain adalah Om mesum yang ku temui di mall saat itu. Tiba - tiba dia berjalan dimana aku berada, apa om mesum akan membongkar disini. Oh, tidak refleks aku memegang paha Bei Zijin.


Sial, kenapa paman kesini segala. Aku yakin ini suruhan daddy untuk mengawasiku memilih audisi. Tapi kenapa tatapannya pada tikus kecil seperti ada sesuatu telah terjadi tanpa sepengetahuanku. Tapi tidak mungkin tikus kecil mengenal, paman adalah orang yang sulit dijumpai.


Aku saja sebagai keponakaanya harus membuat janji berminggu - minggu sebelum bertemu dengannya. Aku menatap kembali kepada dua insan yang berbeda jauh umurnya. Tikus kecil ada apa dengan matamu, bisa saja mengenali cepat pria tampan tanpa berkedip. Padahal aku juga tak kalah tampannya dari paman.


Benar apa yang dikatakan Chiko, tikus kecil rupanya bersekolah disini. Tapi kenapa dia berdandan seperti gadis cupu. Jauh berbeda dengan kesan pertama kali kita bertemu di Mall. Aku mampu mengenalinya hanya dengan suara saja. Meski dia berpenampilan sebagaimana apalah itu, aku akan tetap tahu.


Karena dia adalah mangsaku, dan satu - satunya selamanya akan menjadi milikku. Aku berjalan mendekat memastikan kondisi tikus kecilku, tapi yang ku dapatkan dia juga merayu keponakanku yang polos itu. Tidak bisa dibiarkan aku tak mau berbagi tikus kecilku dengan siapa pun, termasuk dia keponakanku sendiri.


...Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami....


...Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian....


...Salam hangat dari author...

__ADS_1


__ADS_2