
...Sebagai kenangan yang terindah, nanana nana …...
Aku kembali menitikkan air mata, apa selama ini tikus kecil sudah memiliki firasat bila dia akan pergi jauh dari dunia ini. Kenangan itu terlukis secara indah, aku kala itu hanya menanggapi perkataanya dengan ejekan. Sudah ku bilang aku orangnya memang seperti ini. Apalagi pada tikus kecil sudah biasa, dia juga begitu padaku tak tahu malu. Apa adanya, aku melirik gambar yang saat ini aku tatap.
Dia yang menggambar dan menjadikan peran, Aku Bei Zijin dan dirinya A.K. awalnya aku ingin bertanya tapi ya sudahlah itu suka - suka dia. Seakan seperti peramal saja mengetahui isi hatiku. Dia seperti mommy banyak kata, bagaikan penceramah yang siap sedia untukku. Beberapa hari saja mengenalnya meskipun begitu membuatku nyaman. Aku tidak habis pikir dengan mereka yang menganggap teman hanya dalam sebuah tulisan saja.
Tapi dengan mirisnya menindas hingga aku akui kehebatannya. Karena bentukan dari semua peristiwa yang di alami di hidupnya. Jika aku bertanya tentang keluarganya dia seolah pamer akan kebahagiannya. Aku ingin tahu siapa keluarga yang beruntung memiliki tikus kecil. Dia tidak pernah mengungkapkan dia anak siapa, yang ku tahu sekolah ini elite. Jadi tidak susah untuk tahu siapa ayahnya.
__ADS_1
Semua itu ditepis oleh tikus kecil, dia memperingatiku untuk tidak mencari tahu. Jika tidak dia mengancam akan merobek mulutku bila bertanya lagi. Meskipun dia galak dan ganas tapi ketika melihatnya diam menatap jendela, dan memakan permen. Di saat itulah dirinya tidak baik - baik saja. Aku tahu karena aku pernah diposisi yang sama dengannya terpuruk. Dia bagaikan magnet yang menarik ku seakan tak boleh berjauhan darinya.
Jiwa suci ku seakan ingin selalu menemani, melindungi, dan bersama dengannya. Hanya sekilas balik keluarganya adalah satu - satunya harapan terakhirnya, aku tidak mengerti. Sebagai alihan perhatian untuk tidak seperti itu kembali. Aku menawari jasa antar makanan dan keuntungan dibagi dua. Dia melihatku mungkin dia berpikir aku bernasib sama dengannya. Tanpa pikir panjang dia mengiyakan, keuntungannya sangatlah besar.
Melihat kelas yang ku tawarkan begitu menjanjikan tikus kecil siap sedia. Kami ramai akan pesanan para siswa siswi dan teman - teman lainnya. Bisa jadi karena kesohoran tampanku, banyak memikat siapa saja jatuh cinta. Mungkinkah tikus kecil menunggak biaya ujian, aku bisa membantunya. Namun, aku urungkan jika dia tahu itu aku, dia akan marah besar dan merasa aku merendahkan harga dirinya.
Aku melihatnya bersenang kembali mengikutinya wara - wiri membeli banyak makanan. Dulu tikus kecil pernah seperti ini bahkan lebih parah lagi, tapi denganku konsepnya berbeda semua senang ada bila uang berjalan.
__ADS_1
.
.
.
Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami. Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian.
__ADS_1
...Salam hangat dari author...