Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Kedatangan Flander


__ADS_3

"Hai cantik"


"Hai, bikin kaget saja"


"Kamu dari mana? lain kali jika ingin kemana mana boleh kok ngajakin aku, tak baik jalan sendirian"


"Aku sudah terbiasa" jawab Rina.


Keduanya sangat akrab, Rina kelihatan nyaman bersama Roy.


Kemana mana Rina selalu dijaganya, dan selalu bersamanya.


Canda tawa yang mereka lakukan.


" Rina, aku boleh tanya sesuatu? "


"Boleh, mengapa tidak? "


"Siapa orang yang kau cintai? "


"Orang tua"


"selain orang tua? "


Rina bingung dengan pertanyaan Roy.


"Maksud kamu? " tanya Rina


"Orang yang ada dalam hati mu saat ini"


"Banyak, orang orang yang mencintai ku"


"Aku serius aku butuh jawaban yang jujur"


"Siapa lagi? aku tidak punya siapa siapa"


Roy menatap mata Rina memegang tangannya dengan erat.


"Roy, "


"Kamu lihat aku, lihat mataku"


"Roy, aku tidak mengerti dengan sikap mu begini"


"Apa ada sosok lain selain yang ada bersama mu saat ini?"


Kelihatan Roy mencintai Rina, Ia mengetahui semuanya tentang Rina tapi Ia tidak peduli.


Rasa cinta tumbuh entah mengapa, jantung berdetak sangat kencang ketika ada di samping Rina.


" Rina, aku mencintai Mu, wajah manis mu yang membuatku tak bisa tidur nyenyak"


"Roy, jangan mencintai aku, aku tidak seperti yang kau kira"


" Mengapa? Kamu takut karena kamu sudah di nikahi Flander? "

__ADS_1


Rina kaget,ketika mendengar pertanyaan Roy.


"Apa yang kamu katakan?"


" Ia, aku diberitahu nenek kamu, aku sudah mengetahui semuanya"


" Tidak Roy, tidak"


"Mengapa?"


" Aku ingin kita temanan, bukan ini"


Rina melepas tangannya, dan melangkah pergi dari Roy, tangannya ditarik dan tubuhnya pun melekat ke dada Roy yang membuatnya tak berdaya, keduanya saling pandang memandang.


"Ah, ngapain ini?" Rina terbangun dengan cepat dan menjauhkan dirinya dari Roy.


" Mengapa? Kamu harus menghargai perasaan aku! "


"Perasaan? kamu temanan kan sama Flander? "


"Aneh, kamu masih memikirkan Flander? Kamu tahu Flander di sana sudah ada wanita lain"


Rina terdiam dan Ia tidak ingin membicarakan apa apa, Ia tidak enak karena dirinya sudah menikah itu, bagaimana Ia bisa bersama Roy.


" Kamu tau wanita itu kan? anak dari teman perusahan orang Tuanya, dan mereka akan segera menikah"


"apa kamu masih memikirkannya? "


Lagi lagi Rina terdiam, perkataan Roy menambah luka di hatinya. Tetapi Rina tidak ingin mencintai Pria lain selain Flander.


Meskipun begitu, tidak membuat Rina berpaling dari Flander, Rina tidak ingin menjadi wanita yang lemah hanya karena cinta.


"Apa kamu ingin melihat bukti bukti Flander sama Elsa supaya kamu bisa lebih yakin? "


Roy menunjukan semua foto foto mesra Flander dengan Elsa dan Ia meyakinkan Rina kalau Flander tidak akan mencarinya.


Hati Rina terluka melihat foto itu, mereka memang kelihatan sangat mesra dan pasangan yang romantis.


Rina berpikir sejenak memikirkan apa yang dikatakan Roy memang benar. Ia tidak akan kembali ke rumah itu lagi dan tidak ada harapan untuk bertemu Flander.


"Aku ingin sendiri dulu jangan mengganggu aku" Rina membalik arah dari Roy.


"Rina, aku siap menjaga mu dan tidak akan menyakiti hati mu"


"Kamu mengerti kan? Aku bilang aku ingin sendiri dulu"


Rina pergi meninggalkan Flander.


Rina terbaring lemas, Ia menahan napasnya meski Roy adalah Pria yang baik tapi hatinya belum begitu cepat berpaling untuk Roy.


"Maafkan aku Roy, Kamu temanku yang menghibur aku dikala sedih dan senang, Aku tidak bisa mencintai mu" ucap Rina sendirian.


"Nak, makan dulu dari kemarin tak makan"


"Aku belum lapar Nek," jawab Rina dari kamar tidur

__ADS_1


"Ada apa dengan Mu? Ayo cerita sama nenek! "


Rina bangun dari tidurnya dengan menangis. Ia menceritakan semuanya dengan Nenek.


" Pria itu sangat baik, Ia kelihatan sangat mencintai Mu dari awal melihat Mu, tetapi kalau kamu masih belom bisa menerimanya kamu mungkin sangat mencintai Flander, jangan memaksa karena itu akan menyakiti perasaan Roy"


"Aku juga berpikir seperti itu Nek"


"Kasihan kamu Nak, tetapi kamu bangga Pria itu mencintai Mu dengan tulus"


"Nek, Aku ingin Ia tidak mengganggu aku selama aku masih disini, karena Flander mengetahui semua itu"


" Tetapi Nenek tidak bisa melarangnya, karena kalian semua anak yang baik"


"Flander pernah mengancamnya bahkan membunuhnya jika Ia tahu kalau Roy terlalu masuk dalam hidupku Nek, "


" Bagaimana Ia tahu kalau kamu bersama Roy?"


"Ada mata mata di sekitar sini Nek, makanya aku harus lebih berhati hati"


"Ko gitu amat si Nak Flander"


"Aku juga tidak mengerti Nek, makanya aku tidak mau hidupnya Roy penuh masalah hanya kerena aku"


"Pilihlah yang terbaik buat kamu Nak! "


"Ia Nek"


Rina tidak mengerti dengan sikap Roy, bagaimana Roy menyukainya sedangkan Roy tahu kalau dirinya sudah bersuami dan sudah menikah, tatapan mata Roy sangat tajam hingga membuatnya tak berdaya. Kelihatan Roy benar benar suka pada Rina.


" Rina, kok ngelamun terus? Pikirannya udah ke siapa?


Flander atau Roy?" Nenek mengganggu Rina.


"Nek, aku tidak memikirkan siapa siapa"


"Cinta yang satu menyakitkan, dan yang satu lagi mematikan, pilih saja mana yang membuat mu lebih banyak alasan untuk memilih yang satu." Nenek memberinya pengertian.


"Nenek, seandainya keadaan merubah segalanya mungkin aku bisa memilih yang sekarang bersama ku, tapi mungkin aku harus melewati hal tersulit dalam hidupku untuk menggapai cinta ku yang sempurna"


"Baiklah Nak, Nenek ngerti perasaan mu, memilih hal yang tersulit adalah keputusan yang baik, tak ada cinta yang datang dengan begitu mudah, Cinta butuh pengorbanan, kesabaran dan kekuatan. Mendung menanti hujan, hujan menanti angin, angin menanti pelangi dan seterusnya perubahan musim tak kunjung henti. Ada musim kemarau ada musim hujan dan ada musim angin dan kadang mendatangkan badai. Sama seperti hidup ini, sedih mendatangkan kebahagiaan.


Kesulitan yang kita hadapi bukanlah alasan untuk kita berhenti berjuang tetapi menambah kekuatan untuk kita tetap semangat menjalani hidup, banyaklah bersyukur dan menikmati kehidupan Nak, "


"Nenek luar biasa, mungkin Nenek adalah malaikat yang dikirim Tuhan untuk diriku, aku bahagia nek, bisa bersama nenek disini, banyak sekali yang aku dapat, terimakasih banyak Nek, aku tidak bisa bayangkan jika tak ada nenek dalam keadaanku seperti ini aku mungkin sudah pergi sejauh jauhnya"


"Sama sama Nak, Nenek menyayangi Mu"


Bel Rumah Nenek berbunyi, sepertinya ada tamu di sana. Nenek keluar dari Rumah melihat sosok laki laki yang sangat tampan, nenek kaget dan langsung menuju kamarnya Rina.


"Nak, sepertinya Pak Flander datang" Nenek memberitahu Rina dengan rasa gelisah.


"Ah Nenek jangan iseng lagi dong Nek,aku lagi tidak mau memikirkannya"


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2