
"Nek, Aku sepertinya tak enak badan, aku minta tolong berikan aku segelas teh panas! "
" Ada apa Nak? Ayo, kamu harus makan yanga banyak"
"Tidak Nek, aku lagi tak ingin makan, perut ku mules Nek, "
"Nak, nanti kamu sakit, Nenek ambilkan makan ya? "
Nenek pun mengambil makanan dan juga teh hangat untuk Rina.
"Ayo Nak, kamu harus makan"
Rina pun menelan sesendok bubur dan teh hangat. "
"Nenek... " Rina memanggil Nenek.
Makanan yang ditelan Rina sepertinya di tolak, Rina muntah sangatlah banyak hinga membuat tubuhnya makin lemas.
"Nak, kamu kenapa? Ayo nenek mengantar mu ke Rumah sakit ya?"
"Tidak Nek, aku baik baik saja, hanya perut ku tak enak"
"Rina... " Panggil Nenek pelan dan mencurigakan.
"Ia Nek"
"Apa kamu sama Flander?" Nenek tida melanjutkan pertanyaannya.
" Nek, apa yang Nenek pikirkan? "
"Apa kamu hamil Nak? "
Rina terdiam sambil memikirkan Flander kekasihnya.
"Nak Rina" Panggil Nenek.
"Ia Nek, sepertinya aku sedang hamil Nek, "
Nenek menangis terharu campur sedih, Nenek memikirkan Rina bagaimana jika Ia hamil kalau Flander saja tidak hidup bersamanya.
Nenek menyuruh Rina agar segera ke Rumah Flander.
"Nak, apakah Flander sudah mengetahuinya?"
" Belum Nek"
"Ayolah beritahu Flander agar segera menjemput mu kerumahnya, tak enak Nak, keadaan seperti ini suami lah yang paling di butuhkan."
Rina diam dan sedih, Ia menangis memikirkannya.
" Nek, apa yang harus aku lakukan sekarang? "
"Kirim surat untuk Flander Nak, karena jika kamu menghubungi lewat HP kamu akan ketahuan."
Rina menuliskan lagi sebuah surat bahwa Ia sedang mengandung anaknya Flander.
Dua hari kemudian, surat itu pun tiba.
Flander membacanya dan Ia pun terkejut.
" Aku terobos waktu itu" Ingat Flander
Flander pun bergegas mengambil kunci mobil dan menuju ke luar Rumah.
Ia pergi tampah sepengetahuan siapa pun.
"Aku harus ke sana, aku takut Rina kenapa kenapa"
Sepanjang perjalanan, Flander memikirkan keadaan Rina.
Ia menyetir mobil dengan buru buru.
Setibanya di sana, Flander langsung masuk ke rumah nenek tampah menekan tombol bel lagi.
"Nenek, Dimana Rina?"
Nenek terkejut melihat Flander.
" Sejak kapan kamu ada disini Nak?"
"Dimana Rina Nek? "
Flander bertanya dengan gelisah.
"Rina tidur nak, badannya tak enak perutnya pun mules di suap makan tak mau makan, makanan di muntah lagi"
__ADS_1
Flander menuju dan masuk ke kamar Rina sedang tidur lelap.
" Rina, bangun! aku di sini"
"Nek, aku ingin tidur, jangan menggangguku dulu"
Jawab Rina dengan setengah tidur, pikirnya Nenek yang membangunkannya.
"Rina, Ayo bangun aku di samping mu"
Rina bangun, kaget melihat kekasihnya ada disampingnya.
"Bukan mimpikan ini? " tanya Rina tidak yakin.
"Kamu sakit? "
Rina menangis memeluk Flander sangat erat.
"Aku ingin kamu disini, selalu bersama ku"
"Ia aku disini, aku ada untuk mu"
"Aku sedang mengandung anak mu Flander"
"Ia aku tahu, aku ingin kamu baik baik saja"
Rina menangis, Ia takut jika dirinya di tinggal lagi.
"Jangan pergi lagi, aku tak mau sendiri"
"Aku pergi, tapi bukan untuk meninggalkan mu, aku harus bekerja karena Ayah dan Ibu juga membutuhkan aku"
"Aku ingin bersama mu"
"Ia, setelah semuanya aman, akan aku bawa pulang kamu ke Rumah."
" Flander, jangan menyiksa aku lagi, anak mu membutuhkan kamu. "
"Ia aku janji akan membawa mu pulang"
Flander memeluk dan mencium janin yang ada dalam perut Istrinya.
"Mau aku belikan apa?"
" Aku ingin makan makanan yang asin"
"Tapi, kamu tetap disini dulu bersama ku"
"Ia, aku disini"
Flander meminta ijin kepada Nenek agar dirinya menginap semalam di rumah itu. Nenek pun mengijinkannya.
"Nek, aku akan masak malam ini"
"Tidak Nak, biar Nenek saja"
"Tidak Nek, aku buatkan Rina makanan agar Ia makan"
"Maaf Nak"
"Tak apa Nek udah biasa"
Nenek merasa tak enak, Flander sedang masak di dapur.
"Nak, hati hati dengan benda tajam dan juga panas"
"Tak apa Nek, udah biasa"
"Jangan sampai membawa luka ke rumah, karena kamu akan bekerja dan pekerjaan mu banyak di sana nanti"
"Ia Nek, terimakasih"
Nenek pun kembali ke kamar Rina berbaring.
"Nak, Pria itu sangat baik, kelihatan Ia sangat mencintai Mu. "
" Terimakasih Nek"
Selesai memasak, Flander membawa makanan untuk Rina, menyuapnya penuh cinta.
"Masakan Mu sangat enak"
" Aku buatkan untuk mu"
Rina pun makan dengan lahap, dan menghabiskan makanan itu.
__ADS_1
Malam pun tiba, Bunyi HP berdering,
Flander menjawabnya.
"Ibu, Aku ada keluar sebentar akan aku pulang besok pagi Bu"
"Kamu dimana Nak? semua orang mencari Mu, mengapa tidak beritahu Ibu kalau kamu akan pergi? "
"Maaf Ibu, aku tadi buru buru, jadi aku lupa beritahu Ibu"
"Kamu dimana? semua orang mengkhawatirkan mu Nak"
"Bu, aku baik baik saja, besok aku pulang"
"Ia Nak, hati hati disitu ya Nak"
"Kamu akan kembali besok?" tanya Rina
" Ia Istri ku aku harus balik ke sana banyak pekerjaan" Jawab Flander dengan sayang sambil mengelus kepala Rina.
"Kapan kamu akan kesini lagi? "
"Kenapa? Aku tidak kesini lagi" canda Flander.
Mendengar jawaban Flander Rina terdiam membisu.
"Kamu kenapa? " tanya Flander dengan senyuman,
Rina hanya diam saja, tak menjawab.
"Aku tak mungkin hilang dari kamu ko, nanti seminggu di sana aku balik kesini lagi"
" Terserah kamu, Ada yang lebih penting di sana selain aku" jawab Rina merajuk
"Kamu ngomong apaan? Kamu Istri ku"
"Istri, tapi aku tidak pernah di anggap oleh keluarga"
"Kamu jangan bicara seperti itu, semua orang di sana baik baik"
" Baik apanya? kalau baik tidak mungkin aku di biarkan tinggal disini sendirian. "
"Itulah orang Tua, sifat mereka kadang berubah ubah, tapi kamu harus tenang dan sabar agar semuanya baik baik saja. "
Rina tidak puas, lagi lagi Ia menanyakan soal perempuan yang kemarin dilihatnya di pasar.
"Perempuan siapa itu Mas?"
"Rina, bicara yang lain bisa?"
"Kamu aneh, aku tanya ya wajar, aku kan istri kamu"
"Ia, tapi bukan saatnya sekarang Sayang" pertama kalinya Flander manggil sayang kepada Rina.
" Kamu pembohong! "
"Sudah, aku mau balik besok jangan aneh aneh lagi nanti kamu sakit"
"Sudah dijodohkan oleh orang tua Mu?"
" Rina, aku sudah bilang berapa kali ke kamu, jangan mikir yang aneh aneh dulu"
"Kamu gimana sih? "
"Kamu harus istirahat sekarang!"
"Aku nanya, Siapa perempuan itu? ko susah amat sih Mas"
Flander menatapnya dengan marah, tatapan sangat tajam ke Rina.
"Kamu tuli? " tanya Flander
"Aku butuh jawaban pasti "
"Tolong! jangan membuatku marah ya! Aku tidak mau kamu terluka dalam keadaan seperti ini"
" Mas... "
"Sekarang kamu diam dan istirahat! " perintah Flander kesal sama istrinya itu.
Flander tetap mengelus janin yang ada dalam perut Rina, dan bisikan manja ingin menenangkan si buah hatinya.
"Sayang, jangan ikut Papa ya! Papa sangat jahat sama mama" Rina turut berbicara sambil mengelus perutnya.
"Sembarangan kamu, aku Ayah Mu Nak ikut aku ya? Mama mu sangat bodoh"
__ADS_1
Candaan pun terus bergantian antara Flander dengan sang Istri, akhirnya keduanya pun tidur lelap.