Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Bertemu Rina


__ADS_3

Enam bulan berlalu tidak mendapat kabar dari keluarga, Rina merasa dirinya sudah tidak di anggap oleh keluarga Pak Dewa.


"Mas, kamu menikah dengan ku karena cinta, jika Ayah dan Ibu Mu tidak menganggap aku lagi setidaknya kamu mencari aku bukan menghilang seperti ini, kalian menyiksa hidup ku" ucap Rina sedih.


Pernikahan yang tidak di anggap karena perbedaan latar belakang itu, akhirnya membuat Rina putus asa.


Rina menunggu begitu lama, menanti dan terus menanti.


"Nek, maafkan aku, aku ingin pergi dari sini"


"Kamu kemana nak, mengapa pergi?"


" disini aku membuat nenek kerepotan, karena aku, nenek tak bisa kemana mana, ke pasar pun nenek tak mau aku sendirian, aku merepotkan."


"Tutup mulut mu nak, justru nenek malah merasa sebaliknya, semenjak kehadiran nak disini nenek bahagia, berharap kamu tetap disini tak usah balik."


" Nek, tidak ada gunanya aku terus disini, biar aku balik ke tempat asal ku, di sana ada banyak kenangan bersama Ayah dan Ibu."


"Sebelum kamu pulang, pikir terlebih dahulu nak, jangan hanya karena sesuatu yang tidak berguna kamu merusak hidup kamu sendiri nak"


"Hidup ku tak lagi sempurna, semua orang yang aku cintai, mereka pergi dari hidup ku.


Ayah dan Ibu pergi ketika aku masih sangat kecil aku membutuhkan mereka tapi mereka meninggalkan aku tak mau hidup bersamaku, Mereka tidak mengajak aku, aku sendirian. "


" Nek, apakah cintaku egois?"


"cinta tak pernah egois nak, keadaan yang membuat cinta egois" ucap nenek.


" Mengapa, cinta bisa turut sama keadaan nek?"


"karena keadaan yang membuat cinta itu ada, makanya jangan merusak keadaan supaya cinta akan tetap ada dan akan selamanya ada Nak"


Rina tak punya siapa siapa lagi hanya ada nenek yang selalu ada dan menemani Rina sepanjang hari. Nenek yang tahu tentang semua isi hati Rina.


Setiap hari Rina mendapatkan banyak pengetahuan apa makna hidup yang nenek selalu jelaskan kepadanya.


Pengetahuan yang didapatkan membuatnya mengerti dan Rina harus kuat dengan rintangan yang datang silih berganti.


"Cobaan apa lagi yang harus aku terima? aku sudah sangat sabar dan berusaha kuat, jangan memberikan aku cobaan diluar kemampuan, aku mohon... "


Doa Rina berharap agar tidak terjadi apa apa lagi dengan cinta nya.


" Nek, hari ini tugas ku ke pasar ya, Nenek di rumah saja."


"Jangan nak, nenek takut sesuatu terjadi pada mu, lagian perjalanan jauh nak, tak usah!"


" Nenek menasihati aku agar aku selalu kuat dan berani, mengapa hanya ke pasar saja nenek melarang ku?"


"bukan maksudnya seperti itu nak, nenek ingin kamu selalu baik baik saja disini."


" Aku baik baik saja nek, kan ada nenek"


Rina pergi ke pasar, nenek mengkhawatirkan keadaan Rina berharap Rina baik baik saja di sana.


Di Sana, Rina membelanjakan semua kebutuhan dapur.


Rina menyukai keramaian yang ada di pasar, Ia melihat beragam makanan lokal ada jenis makanan yang biasa Ia makan bersama Ayah dan Ibunya.

__ADS_1


Rina membelikan itu dan ingin Ia masak untuk Nenek.


"Eh, aku ingin dibelikan itu dong, aku sangat suka"


" yang mana Elsa?"


"yang itu," menunjuk ke jenis makanan yang dipegang Rina


"Kamu serius Elsa? aku tak yakin jika kamu akan makan ini"


Disaat yang sama,dan hobi yang sama di sana mereka bertemu, saling memandang dan saling menatap antara satu dengan yang lain.


" Mas, kok kamu bisa ada disini?" memandang Elsa yang melekat ke tubuh kekasihnya itu.


"ini siapa Mas? "


"Kamu siapa? kamu salah orang kali" Elsa tidak percaya kalau wanita itu mengenal Flander.


Jika Flander mengenalnya ko, serendah itu ya Flander.


Flander sangat tidak percaya kalau itu Rina istrinya.


"Kamu siapa?"


" Mas," menatap Flander dengan kesal


" hei, kamu dengarkan? Flander sama sekali tak mengenal mu."


"Ayo Flander, wanita ini gangguan jiwa, kita pergi dari sini! "


" Ngapain kamu disini?" tanya Flander pelan


" Aku calon tunangannya, kenapa? kaget?"


Tangan Rina gemetaran ingin sekali menampar kedua pipi kekasihnya karena Ia memang berhak menamparnya.


"Kamu pecundang, pintar dalam segala hal tapi nyatanya kamu hanyalah laki laki pecundang, aku salah menilai Mu selama ini, isi otak mu terkuras karena kekayaan sehingga kamu lupa kemiskinan yang ada di hati Mu, Kamu pecundang"


" Rina cukup!" bentak Flander


"Ia, memang sudah cukup, cukup melihat mu disini aku tidak akan mengenal kamu lagi"


Rina mengambil barang belanjaan dan melangkah pergi.


"Flander, itu siapa? kamu mengenalnya?"


" Ia aku mengenalnya"Jawab Flander keras


"Apa? siapa dia?"


Flander tak mau jelaskan soal Rina itu siapa, Ia diam saja.


" Flander, aku tanya siapa wanita itu?"


"Itu tak penting"


"siapa wanita itu?" teriak Elsa marah

__ADS_1


Flander menarik tangan Elsa dengan langkah cepat menuju mobil, membuka pintu mobil dan menariknya ke dalam.


Sepanjang perjalanan Elsa menanyakan hal yang sama tapi Flander tak bisa menjawabnya.


" Kamu tak mau menjawab aku ?"


"Flander, jawab aku!" teriak Elsa sambil memberontak hingga mobil pun berlari tak tau arah.


" Prak... "suara mobil tersentak seketika.


Keduanya mengalami kecelakaan hingga bagian depan mobil rusak parah dan keduanya luka ringan dan segera di bawa ke rumah sakit oleh pihak keamanan.


suara telfon berbunyi.


"Halo, ini dari mana?"


Nyatanya Ibu Retno di telfon oleh pihak kepolisian bahwa Putrinya sedang di Rumah sakit karena kecelakaan dan mengalami luka yang serius.


Setibanya di Rumah sakit, Ibu Retno kaget bukan hanya putrinya saja tapi juga dengan Flander.


" Ada apa dengan keduanya hingga terjadi kecelakaan, apa mereka sedang mengantuk atau terlalu banyak bicara?"


"Ibu, mereka sepertinya bertengkar dalam mobil sehingga membuat mobil berlari tak tahu arah."


" Elsa, Ibu di samping Mu sayang, Ayo sadar Ibu disini"


Ibu Retno memegang tangan Putrinya sangat erat berharap anaknya baik baik saja.


Pak Dewa dan Ibu Rita datang bersamaan melihat keadaan Putra mereka Flander.


Merekapun kaget ketika melihat Ibu Retno ada juga disitu.


"Bagaimana dengan kondisi Elsa?" tanya Ibu Rita


" Ia belum sadarkan diri"


"Aku tidak mengerti mengapa semua ini terjadi"


" Kata Polisi mungkin mereka bertengkar dalam mobil sehingga Mobil nya berlari tak tahu arah"


Pak Dewa sangat marah, dan mengatakan kalau Putranya tidak becus dalam menyelesaikan segala sesuatu.


"Pak, anak anak dalam bahaya kondisi luka pun sangat serius lagian marah mu tak mungkin didengar"


"Anak yang selalu bawah masalah, aku tak suka" ucap Pak Dewa.


"Pak, ini anak kita tak boleh berbicara seperti itu" ucap Bu Rita.


Keduanya belum sadarkan diri, Keluarga sedang menunggu hasil pemeriksaan dari Dokter.


Sambil menunggu mereka saling bercerita dan membicarakan soal pertunangan Flander dan Elsa.


Orang Tua Elsa ingin pertunangan dilaksanakan secepatnya.


"Aku ingin pertunangan mereka dilaksanakan secepat mungkin, agar aku bisa melihat kebahagian Putri ku setelah mereka menikah. "


"Kita akan segera cari waktu yang pas buat anak anak kita" kata Ibu Rita.

__ADS_1


Mereka sepakat untuk melaksanakan pertunangan setelah keduanya sembuh.


__ADS_2