
"Kamu dari mana saja? orang orang mencari Mu" tanya Ibu Rita kesal.
Flander tak menanggapi pertanyaan Ibunya.
"Ibu kesal sama kamu, ya sudah terserah kamu saja, Ibu sangat capek dengan sikap Mu"
Ibu Rita sepertinya tak peduli dengan sikap Putranya.
"Ibu, aku ingin mengatakan sesuatu kepada Ibu"
Ibu Rita menghentikan langkahnya memandang ke arah Putranya.
"Ibu... "panggilannya gugup
" Ayo, katakan sekarang"
"I-ibu"
"Mengapa? katakan ada banyak pekerjaan yang harus Ibu kerjakan"
"Aku tau pasti Ibu sangat marah padaku"
"Sudahlah Ibu bosan" melangkah ke arah pintu keluar.
"Ibu, Rina hamil anak aku"
Ibu Rita yang tadinya semangat melangkah akhirnya berhenti sejenak dengan tatapan yang sangat kaget.
"Flander, kamu sedang akting kan? kamu bohong kan? "
Ibu Rita tak percaya apa yang di katakan Putranya barusan.
"Usia kehamilannya sudah 7 bulan Bu" lanjut Flander
"Tidak! " Ibu Rita bingung rasanya makin gila
"Ibu" Panggil Flander
"Stop! " sambil menunjukan jarinya ke arah Flander, Ibu Rita tak ingin mendengar ucapan Putranya lagi.
Ibu Rita memegang kepalanya dengan keras, seakan akan Ia tak terima dengan semua itu.
"Ibu" Panggil Flander lagi
"Kamu gila Flander"
"Ibu, aku minta maaf, tapi tak ada salahnya kalau Rina hamil kan Bu? Dia Istriku Bu"
"Apa? Istri? Kamu benar benar menyakiti hatiku"
"Ibu, Rina Istriku tak ada salahnya kan jika Ia harus mengandung Anak Aku, itu kan cucu Ibu juga"
"Stop ucapan Mu!" itu bukan cucuku aku tak mau punya cucu dari Ibu gembel seperti Rina"
__ADS_1
"Ibu! " bentak Flander.
"Pokoknya Aku tak sudi punya menantu seperti Rina, kamu sangat memalukan Flander" kata Ibu Rita
"Terus, Apa yang Ibu mau dari Flander sekarang? "
"Ibu sudah bilang jauhkan Rina dari hadapan Ibu dan Ibu tak ingin melihat wajahnya disini"
"Apa Ibu tak ingin Rina tinggal di rumah ini? "
"Melihatnya saja aku tak sudi, apalagi harus tinggal di rumah ini"
Flander tak ingin sang Istri dipisahkan darinya, tapi hal itu belum di ketahui Ayahnya.
"Bagaimana jika Ayah mengetahuinya? " tanyanya dalam hati.
"Apa aku harus memberitahunya?"
Ibu Rita tak ingin masalah itu di ketahui sang Suami. Ia ingin menutupi agar tidak terjadi apa apa dengan Pak Dewa. karena jika Pak Dewa mengetahui hal itu mungkin suaminya bisa syok dan jatuh pingsan.
"Flander, Ibu tak ingin masalah ini, sampai ke telinga Ayah Mu"
"Mengapa? bukankah Ayah harus tahu tentang semua ini? "
"Apa kamu ingin Ayah Mu syok dan meninggal hanya gara gara kamu dan perempuan gembel itu? "
"Ibu, jangan berkata seperti itu lagi, aku tak suka"
"oh... kamu lebih mementingkan gembel itu dari pada orang tua kamu? "
"Kamu lihat saja, apa yang Ibu lakukan nanti jika kamu masih terikat dengan perempuan itu"
Ibu Rita memikirkan segala cara agar hubungan Flander dan Rina bisa cepat berakhir.
"Flander, kamu harus ingat, Ibu tak akan membiarkan sedikit cela untuk Rina masuk dalam kehidupan kita"
"Baiklah Bu kalau begitu, Flander yang pergi dari rumah ini"
Jawaban yang membuat Bu Rita syok dan tak habis pikir.
"Bisa bisanya kamu Flander, melawan Ayah dan Ibu Mu"
"Ibu tak ingin kehadiran Rina di rumah ini, sama saja Ibu juga tak ingin kehadiran aku disini"
"Kamu sudah sangat pintar Flander" kata Ibu Rita kesal dan marah.
Flander mengemas pakaiannya, sepertinya Ia sudah tak mau tinggal di rumah itu lagi.
Ibu Rita hanya menatapnya lemah penuh dengan air mata tak ingin Putranya pergi dari rumah itu.
"Flander, tolong nak! jangan pergi Ayah Mu akan sangat marah dan akan mati jika mengetahui semua ini"
" Aku tak peduli Bu, Ayah maupun Ibu sama saja tak ingin melihat Flander bahagia"
__ADS_1
"Nak, Ayah dan Ibu sudah sangat berjuang untuk hidup mu Nak, semua ini untuk kamu putra satu satunya" ucap Ibu Rita tak kuat.
"Tapi kata Ayah, Ia bisa berikan kepada siapa saja jika aku dianggapnya tidak bertanggung jawab"
"Flander, semua yang Ayah dan Ibu lakukan demi kamu, Ibu tak ingin melihat Putra yang tampan ini menderita"
"Aku lebih menderita jika aku tidak di satukan bersama dengan orang yang aku cintai" kata Flander
Ibu Rita terdiam tak sanggup berkata lagi.
Sepertinya Putra satu satunya itu sudah tak peduli lagi dengannya. Ia pun hanya menangis menahan emosi dan amarah. Tak sanggup jika ditinggal Putranya.
Ketika Flander melangkahkan kaki menuju keluar pintu, tangan Ibu menarik bajunya, dengan wajah letih memandang ke arahnya.
Ibu Rita tak sanggup lagi menahan, Ia takut jika Putranya akan pergi meninggalkannya.
Flander memandang wajah Ibunya yang penuh dengan air mata, akhirnya Flander tak sanggup dan menghapus air mata di pipi Ibunya.
"Ibu, aku tahu Ibu sangat lelah dengan ini semua, maafkan aku tidak menjadi anak kebanggaan Ayah dan Ibu, Aku anak yang egois aku anak yang tidak berbakti"
Ibu Rita menutup mulut Putranya, Ia tak ingin Flander melanjutkan ucapannya lagi.
"Nak, kamu tahu kan hidup di sebuah perusahan? banyak badai, berjalan terus seperti air yang mengalir. selalu ada pilihan pilihan yang rumit tapi kita harus memilih itu. kadang kita lupa kebaikan kita fokus mementingkan hidup kita, tapi memang itu yang harus kita lakukan. kadang juga tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan tapi kita dipaksa untuk memilikinya. Banyak perjalanan rumit yang Ayah dan Ibu lewati, bahkan sampai detik ini pun Ibu masih merasakannya"
"Maafkan aku Bu, Aku sudah melukai hati Mu"
"Entah sampai kapan Ibu harus menanggungnya"
"Jangan berkata seperti itu lagi Bu, aku tak ingin membuat mu menangis, aku hanya memilih cinta dan cinta itu tak di restu Ibu. Apakah aku juga mengalami hal yang rumit Bu? "
Ibu Rita terdiam tak sanggup mengatakan apa apa.
"Apa yang Ibu rasakan seandainya Ibu di posisinya Rina? " pertanyaan Flander
Tetapi Ibu Rita diam saja, Ia kelihatan sangat lemah tak kuat lagi berbicara.
"Ibu, Ayo aku mengantar Mu ke kamar supaya istirahat"
Flander merangkul Ibunya, dan dibawanya ke kamar tidur, segera Ia panggilkan salah satu karyawan di rumah itu agar segera buatkan teh hangat dan makanan untuk Ibu Rita.
"Ibu" sambil mengelus rambut Bu Rita.
Tetapi tak dijawab, Ibu hanya memandang ke arahnya.
"Ibu, yang kuat maafkan aku Bu membuat luka hati Mu"
Flander takut kalau keadaan Ibunya malah semakin tidak baik.
"Ibu, aku harus membawa Mu ke Rumah sakit"
Ibu Rita menggelengkan kepala sepertinya Ia menolak dan tak suka ke Rumah sakit.
"Ibu...bisa menjawab aku kan? jangan membuatku kwartir"
__ADS_1
Flander ketakutan, Ia sangat takut dengan keadaan Ibunya.