Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Rina gugup


__ADS_3

Flander mengucapkan Terimakasih kepada Istri di hadapan semua orang. Mereka semua memandang penuh haru. Flander mengatakan kalau itu untuk pertama kalinya.


Tepuk tangan yang meriah dalam aula itu. Mereka semua bahagia dan mengucapakan doa agar perusahan tersebut dapat berjalan lancar dan maju sesuai yang yang di harapkan.


Kali ini Flander memang benar-benar bahagia. Tetapi mengingat Ayah dan Ibu yang kini terbaring lemah dalam perawatan Flander rasanya ingin menangis dengan keras.


Flander begitu tangguh, Semua kejadian yang begitu berat menimpanya membuat Ia menjadi laki-laki yang lebih setia dan tanggung jawab dalam segala hal. Baik dalam urusan perusahan maupun urusan rumah tangga.


Flander ingin menangis keras di situ, tetapi menyadari kalau Ia tidak ingin terlihat lemah di depan teman-teman, tim dan karyawannya. Kelihatan bahagia tetapi ada banyak beban yang harus Flander tanggung saat ini.


Hanya Rina yang mengetahui itu. Flander mengecup kening Istrinya dengan lembut dan penuh kasih. Semua orang melanjutkan acara makan dan saling ngobrol antara satu dengan yang lain. Flander hanya menatapnya dengan bahagia. Ia lagi tak ingin bergabung dengan siapa-siapa.


"Mas, boleh ambil minum bersama mereka? " Rina menunjukan ke arah dimana tim terbaik sekalian support perusahan tempati.

__ADS_1


"Tidak, aku tetap disini" Jawab Flander


Rina merasa ada yang aneh dengan sikap sang suami. Rina berusaha untuk memberi senyuman kepada semua orang di situ.


"Mas, Ayolah" Rina memegang tangan Flander sambil mengajaknya tempat duduk sebelah bergabung dengan tim perusahan.


Flander pun tidak enak untuk menolak lagi karena semua mata tertuju kepada mereka. Ia pun bangun dan ikuti langkah Istrinya.


Flander bukannya tidak mau bergabung tetapi Ia ingin menahan sedihnya di hadapan teman-teman dan yang lainnya. Rina hanya ingin menghibur suaminya dengan candaan teman-temanya.


"Maaf Bu, aku baru tau kalau Pak Flander punya Istri secantik ini" salah satu Pria memuji Rina depan Flander.


Rina hanya tersenyum dan tidak ingin membuat suasana itu kacau. Flander ikutan tersenyum juga mendengar seseorang mengatakan hal itu.

__ADS_1


"Maaf Bu, aku baru melihatnya hari ini dan aku benar-benar tak menyangka" Ucap Pria itu lagi.


"Tak menyangka bagaimana? " tanya Rina yang masih dengan senyuman menawan.


"Aku kira beda dengan kemarin yang waktu pesta ulang tahun perusahan" jawab Pria itu dengan halus tapi tujuan menyakiti.


Rina mengingat kejadian waktu itu dan Ia memilih diam dan tidak berbicara apa-apa. Mungkin saja Pria itu bukan maksud untuk melukai Rina tetapi Ia memang benar-benat tidak tau soal hal itu.


Flander melihat Rina yang tadinya bersemangat dan sekarang terlihat layu seketika. Pertanyaan yang memukul perasaannya.


"Setau aku, itu elsa putri Pak Agung dan Bu Retno ya? " sambung salah seorang di sebelahnya.


"Kalian, bisa ambilkan makan di sana! " Flander langsung potong pembicaraan mereka. Ia tidak mau suasana jadi kacau.

__ADS_1


Orang-orang di situ pun langsung ke arah meja makan dan mengambil makanan. Rina juga ikutan mengajak dan tetap tidak lupa tersenyum. Flander yang hanya menatapnya semoga Rina tidak terluka.


Rina tersenyum cantik di hadapan Flander. Ia juga tidak ingin kalau Flander semakin sedih. Mereka berdua harus saling menguatkan dan saling bekerja sama demi kemajuan perusahan.


__ADS_2