
Flander dengan pikiran yang tidak tenang itu, karena belum puas dengan Ibu Retno yang berani datang ke rumahnya. Ia mengambil kunci mobil dan melangkah cepat turun ke lantai bawa.
Rina yang tengah asyik bermain dengan Baby Carles, tak mengetahui kalau Flander sudah pergi.
"Mas, Ayo makan! " teriak Rina karena peduli dengan Flander yang dari tadi belum juga makan.
Rina memanggilnya berulang-ulang kali tapi tak di jawab. Rina pun keluar dari kamar Baby Carles, melihat Flander sudah tidak ada di situ. Flander pergi tampah pamit kerena ia tahu kalau pamitan sama Rina pasti tak akan mengijinkannya pergi.
"Mba, lihat Mas gak? " tanya Rina kepada wanita di depannya.
"Aku barusan mendengar suara mobil Pak Flander Bu, mungkin ada keluar" kata wanita itu.
"Gimana ni Mba? " Rina panik dan wajahnya kebingungan.
"Pak Flander tidak beritahu Bu? " tanya wanita itu.
"Flander pasti ke rumah Ibu Retno, tadi aku tidak mengijinkan Ia untuk pergi ke sana, bagaimana jika terjadi masalah di sana? " Ucap Rina dengan hati yang gelisah.
Rina turun ke lantai bawa memastikan mobil Flander. Ternyata memang mobilnya sudah tidak ada di situ. Betapa gelisah jika sang suami benar ke rumah Ibu Retno.
"Flander sangat keras kepala, aku sudah bilang berkali-kali supaya lebih tenang dalam menghadapi setiap masalah. Tetapi selalu saja melawan" Ucap Rina sendirian karena merasa sangat kecewa dengan Flander.
Seandainya saja Ia tau dimana rumah Ibu Retno, Ia akan nyusul sang suaminya pergi. Rina mondar-mandir tak jelas mengkhawatirkan Flander. Mencoba menghubungi Flander tapi tak di jawabnya.
__ADS_1
"Aku mungkin akan menunggunya disini sampai Ia pulang, " ucap Rina.
"Bu, kenapa? kelihatan bingung begitu? " tanya seorang pekerja di rumah itu.
Saking emosinya, Rina tak mendengar pertanyaan dan Ia sama sekali tidak menjawab.
Seorang sopir hanya melihat dan memperhatikan ada apa dengan Bu Rina.
"Ibu, " Sopir itu mendekat dan memanggil sekali lagi.
"Oh ia, bagaimana? " jawab Rina dengan kaget.
"Jangan duduk sendirian di sini Bu! ayo masuk ke dalam! " Sopir yang sangat peduli dan menghargai Rina.
Aku sama sekali tak di anggapnya, Pikir Rina.
Rina pun terbaring lemas di tempat tidur. Bagaimana dengan Flander di sana? apalah daya jika sesuatu terjadi padanya.
Sambil menunggu dengan gelisah, Flander tidak juga datang.
Tiba-tiba terdengar suara panggilan.
"Bu, Ibu sama Pak Flander di panggil Pak Dewa ke ruangannya."
__ADS_1
"Baiklah, aku akan ke sana" jawab Rina.
Rina pun dengan segera menuju ruangan Pak Dewa. Di sana terlihat Pak Dewa berbaring di tempat tidur. Pak Dewa berusaha duduk di atas tempat tidur karena Rina ada di depannya.
Pak Dewa diam beberapa menit, Ia tidak langsung bicara. Sedangkan Rina yang sudah menunggunya berbicara.
"Di mana Flander? "
"Flander ada keluar tugas Pak, " jawab Rina dengan membuat alasan.
"Bisa hubungi Flander sekarang? "
"Aku sudah menghubunginya tapi tak menjawab"
"Aku ingin laporan perusahan selama sebulan ini,! " kata Pak Dewa.
"Baik Pak, aku akan sampaikan ke Flander jika Ia datang. "
"Aku butuh sekarang! usahakan hubungi Flander segera datang ke sini! " Pak Dewa dengan Paksa menyuruh Rina menghubungi Flander saat itu juga.
Rina keluar dari ruangan dan berusaha kembali menghubungi Flander. Flander pun tidak menjawab teleponnya. Betapa sakit hatinya Rina berhadapan dengan orang seisi rumah yang begitu keras kepala dan egois.
Rina turun ke lantai bawa, menyuruh Sopir untuk menyusul Flander ke rumah Ibu Retno.
__ADS_1