Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Roy menemui Rina


__ADS_3

Bangun pagi, Flander langsung persiapkan diri untuk balik ke kota lagi.


Nenek menyiapkan berbagai menu sarapan pagi untuk Flander.


"Nak, sarapan dulu ya! sudah nenek siapkan"


Rina ingin memasaknya tapi dilarang nenek karena keadaannya belum membaik.


" Ayo Mas, sarapan dulu"


"Ia sayang "


"Maaf Mas, aku tidak bisa masak untuk kamu, nenek melarang ku"


"Tidak apa apa sayang, Lain kali aku datang kamu yang buatin aku makan ya! "


"Ia Mas, "


Flander pun sarapan, Ia berpamitan sama nenek dan Rina.


" Jangan lama lama Mas, aku menunggu Mu"


"Ia sayang, jangan kemana mana ya!"


Flander pamit dan sambil kecup kening Rina.


"Kamu hati hati ya, disini"


"Ia Nak, nenek selalu menjaganya, Nak Flander juga hati hati ya di sana"


" Baik Nek, Aku pulang ya, terimakasih Nek"


"Ia Nak sama sama"


Flander pun pulang dengan menyetir mobilnya pelan.


Rina merindukan Flander sepanjang hari.


"Nek, aku tak bisa kemana mana lagi ya?"


" Kamu di Rumah saja Nak, jangan kemana mana karena kamu sedang hamil"


"Apakah aku bisa ke ladang bantu nenek?"


" Jangan Nak, kalau ketahuan Pak Flander nenek bisa di marahin"


"Baiklah nenek."


Hari hari Rina hanya di rumah saja, Tidak tau apa yang Ia harus lakukan sambil menunggu kedatangan Flander.


Nenek pun segera ke ladang untuk bekerja.


Rina sendirian di rumah.


"Rina, nenek pergi sebentar ya, kamu hati hati hati disini, jangan keluar rumah"


"Ia Nek. "


Bel di depan rumah berbunyi, Nenek melihatnya sepertinya teman Rina yang bernama Roy.


"Siapa Nek? "


"Pemuda itu, "


"Roy ya Nek?"


"Ia Nak"


"Bilang saja Aku lagi di pasar Nek, aku takut menemuinya."


Nenek pun memberitahukan Roy,


"Rina lagi di pasar Nak"


"Aneh, nenek tidak seperti biasanya, Ia tidak persilahkan aku masuk atau menyapa ku" kata Roy dalam hatinya.

__ADS_1


"Aku bisa menunggunya disini Nek?"


Nenek bingung, Ia ingin melarang Roy agar tidak ke rumah lagi tapi dirinya tak enak dengan perasaan Roy, apalagi Roy sebenarnya punya niat baik Ia bukan orang jahat, tapi disisi lain nenek juga takut Pak Flander kalau sampai ketahuan.


"Nak, Rina lama di sana"


"Tapi kemarin aku menunggunya tidak lama ko Nek"


"Ya sudah tidak apa apa kalau terlalu lama Nak bisa pulang saja"


" Nenek ko lain sekali hari ini, responnya datar dan Ia sepertinya tak ingin aku ada disini" kata Roy dalam hatinya.


"Nek, ada apa dengan Rina? Apa Ia benar ke pasar?"


"Mengapa? Nak Rina benar ke pasar"


Nenek merasa bersalah karena sudah menipu Roy.


"Maaf ya Nak, aku sudah menipu Mu" kata nenek dalam hatinya.


Roy merasa ada yang tidak beres, sepertinya Rina bukan ke pasar.


"Nek, aku pamit pulang ya, maaf sudah mengganggu nenek"


"Ia nak, maaf ya"


"Tidak apa apa Nek"


Roy pun pergi.


Nenek merasa dirinya sangat bersalah terhadap Roy.


"Maafkan nenek ya Nak, nenek tak ingin menipu Mu, kamu anak yang baik tapi nenek harus menjaga Rina nenek tak mau hidup Rina terus di ancam, nenek ingin Rina baik baik saja" kata Nenek merasa bersalah.


" Nek, apa yang nenek pikirkan? "


"Nenek berdosa Nak, sudah menipu Nak Roy"


"Maafkan aku Nek sudah membuat mu resah"


"terimakasih Nenek" sambil memeluk nenek.


Nenek berangkat ke ladang, saat itu juga Roy menuju ke rumah Rina berada. Ia sudah mengetahui kalau Rina ada disitu.


Disaat Rina masuk ke dalam rumah, Roy pun melangkah menuju ke Rumah itu.


Bel rumah berbunyi, Rina terkejut


"Siapa lagi yang datang? tamu nenek kali ya? "


Dilihatnya keluar, ada Roy di sana.


Rina bingung apa Ia harus keluar menemui Roy? ataukah Ia masa bodoh saja.


Bel bunyi berulang ulang, tapi Rina tak merespon.


"Permisi" sapa Roy


Sekitar sepuluh menit menunggu, tak ada orang yang keluar.


Rina mengintipnya dari dalam, perasaannya tidak tega melihat Roy menunggunya.


"Permisi, Rina.. " Panggil Roy pelan


"Apa Roy sudah tau aku ada di sini?" Rina tak percaya


"Rina.. " Panggil Roy sekali lagi.


"Aduh,aku harus gimana ni? " Rina bingung


"Rina, aku tau kamu ada di dalam Rin"


"gawat ni, Roy tahu aku ada disini, alasan apa lagi aku? "


"Rina, kamu kenapa? Aku tak buat apa apa kok, aku hanya ingin mengetahui keadaan kamu saja"

__ADS_1


Rina keluar dari kamar dan menuju keluar rumah.


"Roy, kamu ya?"


" Hei, kamu kenapa? kelihatan pucat begitu" tanya Roy peduli.


"Aku baik baik saja"


"Rina, kamu sakit ya? Badan mu hangat " sambil menyentuh dahi Rina


"Tidak apa apa Roy"


"Bagaimana tidak apa apa, kamu sakit ni, Ayo aku membawa mu ke Rumah sakit ya?"


"Tidak Roy, aku baik baik saja"


Roy memaksa Rina agar segera ke rumah sakit, tapi Rina menolaknya Ia tak mau ke sana.


"Ada yang tak beres sama Rina" kata Roy dalam hatinya


"Kamu sudah makan Rin? "


"Sudah Mas, aku sudah makan"


"Kalau belum makan aku bisa membuat mu makan Rin"


"Sudah, tidak apa apa aku udah makan kok"


Rina tak tenang bersama Roy di situ, Ia takut nanti akan ketahuan.


Rina berharap agar nenek cepat datang.


"Tak enak aku, berduaan sama Roy disini" Ucap Rina


"Rina, ada apa? kamu lain hari ini, apa kedatangan ku menggangu mu? "


"tidak Roy."


Tak lama kemudian perut Rina terasa mulas dan Ia ingin muntah, Ia dengan cepat cepat lari ke belakang.


"jangan jangan Rina hamil, tapi anaknya siapa yah? ah, tak mungkin Rina hamil"


"Rina ada yang bisa saya bantu? "


"Tidak Roy, aku hanya tak enak badan"


"Ayo! aku antar kamu ke rumah sakit" Roy memaksa Rina walau Ia menolaknya tapi Roy tak mau terjadi apa apa sama Rina.


"Aku takut Roy"


"Takut apanya? aku tak ada niat jahat Rin, aku kasian sama kamu, itu saja"


" Tapi aku tak mau ke Rumah sakit Roy"


Rina ingin memberitahukan kepada Roy, kalau Ia takut sama Flander, tapi Rina tak enak dengan perasaan Roy.


"Terus, apa yang kamu takuti? "


"Aku tidak enak sama Flander"


"Kamu gila Rin, dalam keadaan begini kamu masih saja mikirin Flander"


"Bukan begitu Roy" Rina ingin memberitahukan Roy tentang sebenarnya yang terjadi tapi Ia takut.


Roy marah, dan langsung menarik tangan Rina untuk ke Rumah sakit.


" Ayo, kamu tak bisa nolak terus nanti kalau terjadi apa apa gimana? "


"Roy!" bentak Rina


"Apa? salah? kamu wanita gila Rin, kamu memikirkan laki laki yang tak pernah mengingat mu, kasian kamu Rin"


"Aku tak peduli" Ucap Rina


Roy heran dengan sikap Rina yang keras kepala itu.

__ADS_1


"Rin, kamu tahu di sana Flander sedang bahagia, kemarin aku melihatnya sedang bersama wanita lain jalan mesra seakan akan Ia laki laki bujangan yang belum punya Istri, itu kamu bilang suami yang setia dan tanggung jawab? meninggalkan mu seperti ini? kamu merintih kesakitan di sini tapi Flander di sana bahagia, aneh kamu, Rin"


__ADS_2