Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Kedatangan Jubah Hitam


__ADS_3

Semua struktur organisasi di bentuk kembali dan sistem kerja yang di rubah sudah mulai terlaksana kan dengan baik.


Flander terlihat sangat sibuk. Dan tak ada sedikit pun celah untuk bersama keluarganya. Ia di kekang lagi dengan berbagai pekerjaan yang tidak bisa Ia tinggalkan.


"Ma, kamu kelihatan sangat lelah, cobalah untuk sedikit saja istirahat" kata Rina dengan penuh peduli pada suaminya.


"Aku sudah istirahat banyak" ucap Flander


"Sudah sebulan tidak ada waktu di rumah, nanti kamu sakit, " kata Rina


"Aku tidak sakit, aku baik-baik saja" Flander membantah.


Rina tak suka dengan bantahan Flander yang mengatakan kalau dirinya sehat, padahal jelas-jelas kalau wajahnya sangat lusuh terlihat sekali kalau Ia kecapaian.


"Kamu juga harus jaga kesehatan kamu Mas, semuanya udah pada sakit, satu-satunya orang yang bisa diharapkan di rumah ini ya kamu Mas, "


"Ia, aku mengerti" Flander menjawab dengan singkat saja.


Sambil berbaring di tempat tidur yang lembut, masih dengan pakaian yang sama semenjak dari kantor Flander membuang napas panjang yang menunjukan Ia sangat lelah.

__ADS_1


Rina diminta untuk lebih dekat ke arahnya, dan tangan memeluk tubuh Rina. Rina menatapnya dengan wajah sedih. Ia tahu kalau suaminya sedang ada beban yang cukup berat.


Flander berbaring di atas paha Istrinya, dengan manja Rina mengelus rambut dan memijit lembut kepala Flander. Pijitan yang sangat lembut dan penuh kasih sayang membuat Flander tidur lelap.


"Mas, aku tahu kamu sangat kuat tapi aku tidak tega melihat Mu lelah seperti ini, banyak beban yang harus kau pertanggung jawabkan. "


Sambil mengangkat pelan kepala suaminya dan biarkan kepalanya menyentuh alas tempat tidur. Rina pun ikut berbaring memeluk Flander dengan mesra.


Keduanya tidur lelap, hingga lupa bangun. Empat jam mereka habiskan untuk tidur lelap tampah memikirkan apapun.


"Kamu tak akan bisa pergi, aku akan menahan Mu disini"


"Tidak, aku akan membawa Mu ke tempat yang gelap dan kamu tak akan bisa melihat apa-apa di sana"


"Aku akan mengambil nafas Mu, dan hidup Mu akan berakhir di sini"


"Tidak, aku tidak akan membiarkan ini terjadi pada ku" Flander teriak meronta tetapi orang itu malah menertawakannya.


"Hahahaha... "

__ADS_1


Flander mencari sesuatu yang mungkin bisa menolongnya. Tetapi orang itu mengetahui gerakannya.


"Hei! siapa kamu? kamu pasti orang jahat" ucap Flander dengan marah.


"Aku memang orang jahat, tetapi aku datang karena kamu juga orang jahat seperti aku. Aku datang menjemput Mu karena kamu adalah temanku"


"Tidak, aku tidak mau ikut dengan Mu" Flander mundur ke belakang dengan rasa takut. Wajahnya merah dan tubuhnya gemetaran. Flander kali ini dalam kesulitan dan Ia ingin meminta tolong tapi tak ada orang yang mendengarnya.


Flander hanya bisa melihat jubah hitam yang ingin menariknya ke tempat gelap itu. Tempat yang sangat seram dan mungkin tak ada oksigen yang bisa dihirup di sana. Flander sangat ketakutan.


"Ayolah, ikut aku! " jubah hitam itu menarik tangan Flander untuk ikut bersamanya ke dalam tempat seram itu.


"Aku tidak ingin ke sana, " Flander menolak sambil mengelak tangannya dari sentuhan jubah hitam itu.


"Di sini hanya ada aku, dan kamu tak bisa menolak ajakan ku"


Flander mendorong jubah hitam itu, dan tubuhnya gemetaran penuh ketakutan. Pakaiannya basa seperti habis mandi hujan. Bibirnya pucat dan kering rasanya seperti sedang ada di planet lain.


"tolong... aku sangat takut di sini" Flander teriak dengan sangat kencang.

__ADS_1


__ADS_2