
Bangun pagi, Rina selalu menyiapkan makanan untuk Pak Dewa dan juga Ibu Rita. Tetapi pekerjaan itu selalu dilarang Flander karena memang sudah ada pemasak yang bekerja disitu.
"Rin, kamu kenapa harus repot ngurusin makanan? sudah ada pekerja yang ditugaskan untuk masak disini"
"Ia Mas, tapi sebaiknya aku juga membantu biar lebih cepat" ucap Rina
"sudah! tugas kamu adalah siap makan dan juga pakaian untuk ku! "
"Sudah beres semua, pakaian sudah aku simpan dengan rapi"
"begitu saja? " tanya Flander
"Apalagi Mas? "
Sambil menarik tangan Rina masuk ke dalam kamar.
Flander ingin Rina menyiapkan segala sesuatu untuknya, sekalian merapikan jas dan juga dasi di lehernya.
"Kamu lupa ya? bukankah kemarin kamu pernah melakukan hal ini untuk ku? " tanya Flander yang mengingat waktu dulu Rina masih bersamanya.
"Sudah asing bagiku, lagian aku sudah lama tidak bersama kamu" jawab Rina
"Secepat itu kah? " Flander tak puas dengan jawaban Rina
"Ia, aku benar benar sudah lupa kalau aku harus memasang dasi di leher Mu" ucap Rina sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kamu canda lagi? " tanya Flander yang semakin gemas dengan Rina.
"Aku tidak bercanda, aku memang cepat lupa Mas, "
"Gila kamu, cepat amat lupanya"
"Tapi aku pernah memasangnya... " jawab Rina bingung mengingat siapa waktu itu yang sempat Ia lakukan.
"Kamu bohong lagi kan? tidak bercanda lagi kan? " tanya Flander tak percaya.
"Aku lupa Mas, sepertinya laki laki itu tampan juga tak kalah dari kamu" Rina iseng lagi
"Kamu keterlaluan, jangan membuatku marah Rin"
Rupanya Flander sudah sedikit kesal dengan ucapan Rina yang selalu membuat hatinya bergejolak.
"Mas, kok diam" Rina mencoba menggoda
Flander tak mengatakan apa apa. Ia hanya merasa tak enak dengan perkataan istrinya yang membuatnya tak bersemangat.
Rina mendekati Flander, dengan pelukan hangat menempel tubuhnya dari belakang Flander. Tetapi Flander mengelak Nya.
"Aku lagi bosan, jangan ganggu aku" ucap Flander dengan perasaan tak suka.
"Mas, kok gitu"
__ADS_1
Flander cemberut sambil membuka pintu kamar. Ia menuju keluar kamar meninggalkan Rina yang masih ada di dalam.
"Mas, " sambil menarik tangan Flander ke dalam kamar
"Aku ke kantor dulu" ucap Flander dengan wajah sinis
"Ia, aku tahu kamu akan ke kantor"
"Terus, apalagi mau Mu? "
"Setidaknya kamu tak boleh pergi dengan rasa marah seperti itu" ucap Rina sambil memeluk erat sang suami.
"Marah apaan? "
"Kamu tidak boleh seperti itu Mas, lagian aku kan cuman kelakar, masa tak boleh, "
"Tapi tidak begitu juga kan kelakarnya? aku serius suruh kamu masang dasi bukan bercanda kan? " tanya Flander dengan kesal.
"Baiklah, aku minta maaf Mas, "
Keduanya saling berpelukan erat, dan Rina pun sekali lagi merapikan baju suaminya dan juga dasi yang ada di leher. Flander pamit dan segera pergi ke kantor.
Di sepanjang perjalanan, Flander di telpon Ibu Retno bahwa mereka akan ke Rumah nanti malam.
Flander panik dan ingin beritahu Ibu Retno sebaiknya tak usah datang ke rumah, tetapi Ibu Retno langsung matikan telponnya saat Flander belom selesai bicara.
__ADS_1
Kali ini Flander tak berdaya lagi, masalah mungkin selalu datang dalam hidupnya. Ia berpikir dengan perasaan Rina jika Ibu Retno ke rumah. Pasti tentang hubungannya dengan Elsa yang di bahas nanti.
Setibanya di kantor, Flander memberitahukan kepada Pak Dewa bahwa keluarga Ibu Retno akan ke rumah nanti malam. Pak Dewa pun tidak mengatakan apa apa kepada Flander kerena hal itu pasti menyakiti hati Rina mertuanya.