Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Episode 45


__ADS_3

Rina memberitahu Flander kalau Ia ditemui Ibu Retno di rumah. Mendengar itu Flander tak bisa menahan emosi segera pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan Flander merasa ada yang aneh dengan sikap Ibu Retno.


"Jangan-jangan ada sesuatu yang di rencanakan oleh mereka, aku harus lebih berhati-hati. Mungkin saja kemarin yang mengikuti aku adalah suruhan Ibu Retno" Flander berbicara sendirian dalam mobilnya.


Flander tetap melajukan mobilnya dengan kencang agar tiba di rumah lebih cepat. Ia tak bisa menahan marah mengapa Ibu Retno berani datang mengancam Rina di rumah.


Semenjak Pak Dewa dan Ibu Rita jatuh sakit, keadaan rumah dan perusahan kini semakin kacau. Ada orang lain yang ingin menghancurkan perusahan. Itu semua karena Pak Dewa dan Ibu Rita yang selalu salah memilih keputusan. Bekerja sama dengan menjodohkan Putra mereka yang akhirnya tak juga tak di setujui Flander.


Hal itu yang membuat Flander sangat marah sampai saat ini. Flander tidak mencintai Elsa, bagaimana mungkin Ia memaksakan diri untuk pura-pura mencintai. Tetapi orang tuanya sudah merestui hubungan mereka.


Kekecewaan Bu Rita terhadap Flander yang membuatnya membenci Rina sampai saat ini. Rina terluka sepanjang hidupnya karena cinta yang tidak di Restu oleh kedua orang tuanya.


Hingga saat ini pun Rina tak tahu apakah Pak Dewa merestui atau tidak. Selama Rina ada di rumah bersama anaknya, Pak Dewa tak pernah berbicara apapun. Dengan adanya Rina di rumah itu, Pak Dewa tidak pernah mengeluarkan satu kata pun. Apalagi Ibu Rita yang tidak pernah suka dengan kehadiran Rina.


Bunyi mobil terdengar di lantai bawa. Rina sudah tau kalau Flander akan datang. Dengan cepat Rina turun menyambut Flander karena sudah tiga hari Flander pergi. Betapa senangnya hati Rina.

__ADS_1


"Mas, " Rina memeluk Flander dengan kuat.


"Ia, kamu tak apa-apa kan? " Flander juga memeluk Rina dengan perasaan gelisah.


"Aku baik-baik saja Mas, " Sambil melangkah ke pintu masuk.


Flander melangkah dengan cepat ingin mengetahui keberadaan Putranya Carles. Anak yang sangat pintar dan menggemaskan itu membuat Flander tak bisa jauh. Flander selalu merindukan Putranya Carles jika berlama-lama di luar. Tetapi karena pekerjaan Flander harus menahan Rindunya.


"Ayah ganti baju dulu ya sayang, " Ketika Flander melihat putranya menangis memintanya gendong.


"Rin, apa yang di katakan Ibu Retno? " tanya Flander ingin tahu.


Rina menceritakan semuanya kepada sang suami. Flander sangat marah dan ingin ke rumah Ibu Retno pada saat itu juga.


"Mas, kemana? " tanya Rina

__ADS_1


"Aku ke rumah Ibu Retno" jawab Flander.


"Kamu gila Mas? yang sabar saja, kenapa? " Ucap Rina


"Jangan menghalangi aku Rin, beraninya datang ke rumah ku dengan tidak beretika seperti itu" bantah Flander.


"Coba yang tenang Mas, semua pasti ada saatnya. Bukan dengan cara seperti ini kamu bisa menyelesaikan masalah, "


Rina berusaha menahan agar Flander tidak ke rumah Ibu Retno.


"Bagaimana jika mereka terus-terusan mengganggu hidup kita? "


"Ia Mas, aku ngerti maksud kamu. Tapi akan lebih masalah lagi jika kamu ke sana, kamu harus dengar aku ya Mas, " Ucap Rina dengan memohon.


Flander yang tadinya bersemangat akhirnya tenang juga. Sangat sulit jika Flander marah. Semua orang tak bisa menahannya.

__ADS_1


__ADS_2