Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Memanas


__ADS_3

"Rin, maafkan aku atas kejadian tadi" ucap Flander yang merasa bersalah.


"Ada apa Mas? aku tidak mengerti, " jawab Rina


"Teman-teman sudah membuat Mu malu"


"Yang mana? acara tadi? " tanya Rina pura-pura tidak tahu.


"Tadi, aku melihat wajah Mu begitu merah dan sangat gugup, "


"Tidak kok, aku baik-baik saja" Rina mengelak.


"Kamu jangan bohong sama aku, aku tau kok, " ucap Flander yang terus mengungkit kejadian yang tadi.


"Apanya? aku tidak mengerti maksud kamu Mas, "


"Bagaimana? apa kamu terganggu dengan ucapan teman-temanku tadi? "


"Tidak Mas, aku sama sekali tidak merasa terganggu"


Kelihatan kalau Rina sedang tidak ingin Flander terus mengulang kejadian tadi. Sesuatu yang tertahan di hati Rina. Wajahnya sangat gugup dan kurang bersemangat.


"Aku tau, kamu sedang marah. Aku minta maaf ya? " ucap Flander.


"Mas, apalagi? kamu kok senang ya kalau aku di sakiti seperti itu? " Ucap Rina kesal.


"Loh, aku kan suami kamu Rin, aku tak mau hanya masalah sepele macam tadi, membuat Mu menyimpannya bertahun-tahun, " Jelas Flander kepada Istrinya.


Rina diam saja. Wajahnya yang terus menunduk dan tak mau berpapasan dengan Flander. Rina adalah wanita yang sangat sensitif dan cepat tersinggung. Karena itu Flander tak mau kalau masalah itu terus berlarut dan tersimpan terus di benaknya Rina.


"Rin, kamu marah sama aku? " tanya Flander


"Marah? ngapain? memangnya ada yang perlu aku marahin? " Tanya Rina kesal dan wajahnya terus cemberut.


"Kalau emang tidak marah, ya jangan cemberut seperti itu dong, "


Flander tidak puas, Ia mengangkat kepala Rina dan menyuruh Rina untuk menatap matanya. Mata Rina pun menatap ke wajah Flander sambil menunjukan wajah sedikit bengkak dan merah.

__ADS_1


Rina tak menahan mengeluarkan air matanya dengan sangat sedih. Flander memegang kedua pipi Istrinya, menatap mata dengan tajam.


"Kamu masih ingat apa yang aku katakan kepada kamu tadi? " Flander memandang lekat ke wajah Rina.


Rina tidak menjawab. Ia merasa sedih dan terus keluarkan air matanya. Menangis adalah cara Rina menunjukan kalau Ia pasrah dan menerima keadaan. Andaikan saja tadi Flander tidak menghalangi pembicaraan teman-teman nya, mungkin saja Rina akan melangkah pergi dan hilang tampah pamit.


"Aku sudah sangat mencintai Mu Rin, tolong jangan menangis seperti anak kecil lagi, " Ucap Flander.


Flander mengusap air mata Rina dengan lembut. Ia tahu kalau Istrinya akan sesedih itu. Karena itu Ia ingin cepat pulang dan menjelaskan kepada Rina agar semuanya cepat selesai.


"Jangan membuang air mata untuk hal yang tidak berguna Rin, apa kamu selemah itu? kita harus berjuang bersama demi masa depan perusahan untuk orang tua dan anak kita nanti, harus kuat Rin,"


Mengusap air mata sambil memeluk kuat Istrinya.


"Kamu tau, betapa cantiknya kamu hingga membuat ku tidak kuat menahan? Mengapa kamu bisa secantik itu? "


Flander mencoba menyentuh dengan nafsunya, dan mendekatkan kedua bibir. Rina yang dalam keadaan lemah itu memilih pasrah dengan keadaan. Ia tak bisa berbuat apa-apa selain berserah diri.


Dunia milik mereka berdua. Semua yang di lakukan Flander dengan penuh gairah dengan perasaan yang tidak tertahan sejak tadi. Rina yang hanya menutup mata dan menjerit membuat Flander semakin memanas. Kegiatan di lakukan berulang-ulang tampah kenal lelah.


Keringat membasahi tubuh. Mereka berdua tidak sadarkan diri dengan situasi yang sangat memanas itu. Flander tidak peduli dengan jeritan yang dirasakan Rina. Berkali-kali terdorong dengan tekanan yang begitu kuat membuat Rina merasa tubuhnya sangat lemah.


Flander mencoba menutup mulut Rina dan terus melakukan tekanan yang sangat keras ke dalam. Flander melakukan dengan sekuat tenaga, semakin Rina merasa lemah semakin pula Flander menekannya.


"Lain kali jangan menggodaku" bisikan lembut Flander di telinga Rina.


Hampir dua jam, tapi belum puas juga. Rina berusaha bangun karena dirinya tak kuat dan lemah tetapi Flander tetap saja memaksa dengan memegang tubuh Rina dengan sekuat tenaga hingga Rina tak bisa bergerak.


"Jangan sekali-kalai teriak, aku akan melakukan lebih dari ini" ucap Flander penuh gairah.


"Aku capek Mas, "


Flander tidak peduli. Pekerjaan yang mengobati hati dan memulihkan tenaga yang membuat Flander susah melepaskan. Rina yang semakin kesal itupun berusaha untuk membalasnya lebih kuat lagi.


Balasan Rina yang tak di sangka Flander itu, membuat Flander terpaku di satu tempat dan tak mampu berkata-kata. Rina menolaknya dengan kuat dan membuat tekanan balik dengan penuh pesona dan manja. Kegiatan itu yang di tunggu-tunggu oleh Flander.


"Baby, " ucapan hangat yang keluar dari mulut Flander

__ADS_1


Rina tetap melakukan dengan bersemangat. Wajahnya yang menggoda itu membuat Flander desas-desus tak bisa menahan. Akhirnya selesai juga.


Keduanya terpaku lemas, berbaring dengan begitu lelah. Flander yang keringatan saling melemparkan senyuman yang menunjukan rasa puasnya kepada Rina. Rina pun sebaliknya.


Mereka saling merampas selimut yang di pakai satu dengan yang lain. Tertawa lepas dengan wajah yang bersemangat merasa ada yang saling menguatkan.


"Masih cemberut lagi? " Flander menggoda Istrinya Rina.


"Ada saatnya aku akan cemberut lagi" Ucap Rina


"Kamu tau kan? jika aku akan membuat Mu lebih bersemangat? " Ucap Flander


"Dan aku akan kembali membuat Mu lemah" Jawab Rina yang tak mau kalah dari Flander.


"Aku tidak menyangka kalau kamu sekuat itu, "


"Aku juga tak menyangka kalau kamu akan selemah itu"


Flander yang tidak terima dengan ucapan Rina yang mengatakannya lemah itu, Ia kembali mendorong Rina dan mereka pun saling tertawa lepas. Rina memeluknya dengan kuat dan meminta maaf kepada suaminya.


Mereka kembali berbusana rapi dan keluar dari kamar ingin melihat anak mereka. Di ruangan, Pengasuh sedang bermain candaan dengan anak yang imut yang di beri nama Carles. Nama yang sangat ganteng dan gagah perkasa. Semua orang di rumah biasa memanggilnya Baby Carles.


"Putraku, sudah semakin gede aku akan mengajaknya di suatu tempat " ucap Flander.


"Kemana Mas?" tanya Rina.


"Nanti kita akan berlibur, "


"Yang benar Mas? " Tanya Rina tidak yakin.


"Yang benarlah, "


Rina kelihatan sengat senang ketika Flander mengatakan kalau mereka akan berlibur. Sudah lama sejak Flander menikahinya, baru kali ini Flander mengatakan kalau mereka akan di ajak liburan.


Baby Carles melihatnya dengan gembira dan tersenyum pada Ayahnya.


"Sayang, kamu senang di ajak libur ya? Ibu juga pingin loh, " ucap Rina sambil mencubit pipi putranya yang sangat menggemaskan.

__ADS_1


Flander sangat sayang kepada Putranya Carles. Ia akan sangat marah jika terdengar suara Putranya menangis di ruangan rawatnya. Pengasuh juga ikut di marahin. Wajar saja Flander melakukan hal itu, karena Ia memberikan gaji yang sangat lumayan untuk pengasuh Baby Carles itu sendiri.


__ADS_2