Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Flander kesal


__ADS_3

Flander menuju ke kamar Ibunya, melihat di sana Pak Dewa dan Ibu Rita sedang asyik ngobrol. Ibu Rita yang sudah di atas tempat tidurnya.


"Ibu, maunya apa sekarang? " Flander serobot masuk tampah permisi.


Rina yang masih dalam genggaman tangannya. Melihat ke arah Ibu Retno rasanya tidak mampu melihat nya lagi.


Ibu Rita kaget melihat Flander dan Rina sedang di depannya. Flander adalah anak yang keras kepala. Ia tidak memikirkan banyak hal jika kemarahannya sudah mulai mencuat.


"Bu, bagaimana bisa Ibu melakukan setega itu pada Rina? apa salah Rina Bu? " tanya Flander yang tidak mau sang Istri yang terusan di sakiti.


Ibu Rita duduk melihat ke arah Flander dan Rina. Tatapannya menunjukan kalau Ia sangat membenci Rina.


"Kenapa Nak? Ibu hanya menyuruhnya untuk tidak boleh mendorong Ibu, itu saja. lagian Ibu tadi melihatnya sangat lemas mungkin lagi mikirin kamu gitu, jadi Ibu melarangnya. " jawab Bu Rita yang sok jujur.

__ADS_1


"Bukanya Ibu membentaknya dengan keras, membuatnya seperti anak kecil? " tanya Flander.


"Kan, Ibu takut kalau Dianya tidak kuat, nanti Ibu bisa jatuh lagi kan tambah parah dong sakit Ibu, " Ibu Rita mengalihkan kesalahannya.


Pak Dewa menatap Flander. Ia ingin marah kepada Putranya. Tapi semakin ke sini Ia sadar kalau Putranya Flander sudah tumbuh dewasa dan sangat berwibawa. Flander menatap balik Ayahnya dengan wajah tak suka.


"Ayah,masih saja tidak percaya pada ku? " tanya Flander.


"Apa memang aku sedang mengatakan kepada Mu kalau aku tidak percaya sama kamu? " Pak Dewa balik bertanya.


"Kenapa? aku berhak karena semua belum sepenuhnya tanggung jawab Mu, dan masih dalam tanggung jawab aku" Ucap Pak Dewa.


"Baiklah, semoga Ayah kuat selalu" ucap Flander kesal dengan Ayahnya.

__ADS_1


Flander menyerahkan semua berkas perusahan yang selama ini sudah Ia kerjakan dengan penuh tanggung jawab. Flander merasa tidak ada gunanya Ia bekerja keras selama ini.


"Aku melakukannya dengan setia demi nama baik perusahan dan demi Ayah, tapi Ayah sama sekali tidak menganggap aku ada. " ucap Flander yang membuat Pak Dewa melotot.


Flander tidak menanggapi Pak Dewa. Ia keluar dan menggenggam tang Rina dengan erat. Pak Dewa dan Ibu Rita hanya bisa diam dan pasrah. Pak Dewa tidak tahu harus berbuat apa lagi. Apa mereka harus meminta maaf atau membiarkan Flander pergi dari Rumah itu.


"Mas, ngapain? " tanya Rina bingung yang melihat Flander sibuk mengemaskan pakaian satu persatu.


Flander membuka semua pintu lemari miliknya dan juga milik Rina. Keluarkan semua pakaian dan masukan dalam koper. Kali Flander benar-benar ingin mengatur hidupnya sendiri dan membuka lembaran dengan memulai karirnya dari nol.


"Mas, tolong! aku mohon... " Rina menarik kedua tangan Flander yang sedang membongkar-bangkir pakaian.


"Ayo, kita keluar dari rumah ini! Ayah dan Ibu mereka sangat hebat dan tidak membutuhkan aku lagi. " Ucap Flander.

__ADS_1


"Mas, kamu harus kuat dan sabar! jangan ambil hati Mas sama Ayah dan Ibu, mereka sudah tua dan mereka sama sekali tidak sadar dengan perkataan yang mereka ucap , "


"Aku sangat lelah. Semua tenagaku terkuras. Dan betapa menyakitkan jika orang lain menghormati aku seperti Raja ahli waris perusahan, tetapi malah Ayah dan Ibu sendiri yang sama sekali tidak menghargai aku. Bagaimana orang lain bisa percaya, sedangkan mereka saja tidak mempercayai aku" Ucap Flander dengan perasaan kesal.


__ADS_2