Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Treking


__ADS_3

"Enak bangat Mas, "


"Tapi jangan kebanyakan! " Flander mengingatkan Rina.


"Tidak apa-apa Mas, aku suka bangat"


Sambil makan ditemani pemandangan laut yang menyejukkan hati. Panorama dalam laut sangat keren dan menakjubkan.


Flander melihat ada banyak orang orang menyelam dalam laut yang indah itu.


"Aku boleh selam sayang? " tanya Flander.


"Yah... perjalanan kita kan masih panjang Mas, " ucap Rina.


"Tidak boleh? " tanya Flander.


"Nanti kita terlambat loh, menikmati sunset" sambung Rina.


"Ok. Baiklah" Flander mengalah.


Sepertinya waktu makan sudah selesai. Mereka harus melanjutkan lagi perjalanan mereka. Dalam perjalanan menuju bukit cinta dan juga bukit silvia butuh waktu yang cukup lama. Mereka menggunakan kapal kecil untuk menuju ke sana.


"Mas, lelah bangat rasanya. " ucap Rina.


"Kok, lelah? " sambung Flander.


"Ngantuk bangat ni, "


"Ya sudah. Nanti langsung ke hotel ya? "

__ADS_1


"Ok."


Setelah cukup lama dalam kapal kecil, akhirnya tiba juga.


"Wah... sepertinya aku harus mengisi tenaga lagi ni" ucap Rina.


"Kamu siap? " Flander melihat wajah istrinya yang sudah kusut dan melelahkan.


"Siap selalu, Mas" Rina sambil mengangkat lengannya yang tidak mau meninggalkan momen indah.


Tiba waktunya untuk naik ke atas bukit yang lumayan tinggi. Flander dan Rina harus benar benar kuat karena butuh tenaga lagi untuk menurun nanti.


Langkah demi langkah, Flander yang selalu siap berada di belakang Rina. Ia tak mau terjadi apa-apa sama Rina. Kembali Flander menanyakan apa Rina masih kuat atau tidak.


"Kamu kok, kelihatan takut bangat sih Mas, "


"Aku takut kamu kenapa kenapa sayang, "


"Ok. Kalau begitu lanjut naik. "


Perjalanan sudah sangat jauh dari bawa. Sedikit lagi akan tembus ke puncak. Flander yang selalu menopang sang Istri dari belakang. Susana yang adem. Bukan hanya mereka saja tetapi di tengah perjalanan di temui pengunjung begitu banyak yang sudah mendahului mereka.


"Aku kira hanya kita berdua, " ucap Rina


"Ini wisata internasional loh sayang, jadi menurutku tidak mungkin sepi. Di setiap tempat pasti ada pengunjungnya. "


"Benar juga, " sambung Rina.


"Tapi, kamu belum lelah kan? " tanya Flander

__ADS_1


"Berusaha harus kuat Mas, "


Olahraga yang cukup menguras tenaga. Sudah sekian lama tidak mendaki gunung. Kali ini Flander benar-benar merasa seperti ada yang tarik urat nadinya.


"Parah ni, sukur saja tadi sempat mengisi ruang tengah"


"Kalau tidak, kita pasti akan mampus disini. "


Ternyata semakin ke atas semakin banyak juga orang-orang yang sudah dari tadi mendahului mereka. Saling sapa menyapa antara mereka. Ada yang meminta mereka berfoto.


"Kok, tampan bangat sih kaya artis, " ucap salah seorang di samping mereka.


"Artis ya kak? " sambung yang satunya.


"Ah.. tidak. " sahut Flander.


"Tapi kok, tampan habis ya? macam artis Korea itu, " ucap salah seorang yang sambil berpikir kalau ada artis Korea yang mirip dengan Flander.


Setelah berfoto, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Sudah dekat puncak terakhirnya.


"Senang bangat sih, di bilang artis Korea, " ucap Rina yang menggoda Flander.


"Apaan kamu? " Flander tersenyum.


"Artis Korea siapa sih yang mirip suami aku? " kembali Rina menggoda Flander.


"Ya... pasti yang paling ganteng lah, " sahut Flander yang membanggakan dirinya.


"Kalau yang namanya artis ya pasti yang ganteng dong, masa samakan dengan yang jelek, " sambung Rina.

__ADS_1


Dalam perjalanan, mereka terus terus saja saling menggoda dan saling ejek-ejekan. Rina yang merasa risih ketika suaminya di minta foto yang terus menerus.


__ADS_2