Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Insiden


__ADS_3

Rina ditarik keluar lewat pintu depan.


"Jangan keras-keras dong kamu! " jerit Rina yang tangannya kesakitan.


Tetapi tidak digubris oleh Pria tampan itu.


"Aku mau supaya cepat keluar dari sini! " kata pria tampan dengan nada tinggi.


Tarikan yang kasar, Rina tak menyukainya. Tetapi Pria itu hanya ingin supaya mereka tidak di lihat oleh orang banyak yang ada disitu. Karena semua yang ada disitu adalah sebagian dari teman-temannya.


Mereka tak menyadari kalau ada seseorang yang memperhatikan mereka dengan tajam. Orang itu sambil memperhatikan juga berusaha mengambil gambar. Untung saja gelap, jadi wajah Rina tidak kelihatan dengan jelas. Hanya Pria itu yang benar-benar kelihatan.


"Kamu tau kenapa aku menarik Mu dengan keras? " tanya pria itu.


"Ah...aku tak mau tau. Jangan kasar gitu dong, sama orang! apalagi kita kan tidak saling kenal kan? " tanya Rina dengan wajah marah juga.


"Kamu tahu, apa yang terjadi jika aku di lihat teman-teman di dalam tadi? aku bisa di marah karena mereka semua juga adalah teman dari calon tunangan aku, jadi aku hanya ingin menyelamatkan kamu saja, " kata Pria itu dengan pandangan yang sangat dalam.


Rina terdiam sejenak mendengar pria itu sudah bertunangan.


"Kok bisa ya? "


"Apanya? "


"Kamu kok, udah bertunangan ya? " tanya Rina.

__ADS_1


"Ia, aku udah bertunangan. kenapa? " tanya Pria dengan tatapan dalam ke Rina.


"Aku jadinya tidak enak," ucap Rina.


"Tidak enak yang bagaimana? "


"Kamu membantuku, terimakasih ya, " ucap Rina.


"Tidak apa-apa kok, aku tulus. Aku tak mau terjadi sesuatu dengan kamu "


Mereka ngobrol sambil berjalan keluar.


"Eh, by the way, aku tidak tau loh nama kamu, " kata Pria tampan itu.


"Oh ya? nama aku Rina. Kamu siapa? "


"Kamu siapa? " tanya Rina sambil menatap kagum pria itu.


"Aku Josua. "


Rina memperhatikan Josua dengan sangat dalam. Sepertinya tampan bangat orangnya. Namanya juga bagus.


Tak lama kemudian, suara hentakan tangan yang sangat keras dan menarik Rina dengan kuat sampai tubuh Rina terjatuh ke bawa lantai yang licin.


"Kamu sanga gila bangat, aku dan semua orang gelisah mencari Mu. Dan kamu memalukan seperti ini? " tatapan tegas dari Flander.

__ADS_1


Rina yang dengan tubuh tak kuat karena di dorong Flander. Ia tak mampu berkata-kata lagi. Josua melihat Flander yang kasar itu, Sepertinya ingin sekali beri pelajaran kepada Flander.


Flander menatap Josua dengan wajah geram dan ingin juga memberi tonjokan keras ke wajah Pria tampan itu.


"Eh, kamu siapa? " tanya Flander sambil mengangkat kerak baju Josua.


"Eh, kamu? bisa tanyakan terlebih dahulu? " kata Josua.


"Ah, aku malas bada-basi. Aku sudah capek loh mencari Istriku. "


"Tapi kamu pengecut bangat, " ucap Josua yang tak suka melihat Flander kasar kepada wanita.


Ucapan Josua membuat Flander sangat emosi dan mengangkat kerak baju Josua semakin ke atas yang membuat Josua sulit bernapas.


"Kamu bajingan? justru kamu yang pengecut. Berjalan gandeng dengan istri orang? "


Rina yang melihat Flander mencekik Josua, Rina tak suka dan bangun mendekati Flander.


"Mas, jangan! Dia orang baik. " kata Rina sambil memohon kepada Flander.


"Diam! " Flander menolak dan membentak Rina dengan keras.


Josua semakin tak suka melihat Rina di perlakukan seperti itu. Josua berusaha melawan Flander. Kerak bajunya di lepas dari tangan Flander dan balik menolak Flander ke arah belakang.


"Kamu sangat berani! " Flander menyerang ke arah depan dengan tonjokan keras di pipi Josua.

__ADS_1


Josua jatuh tergeletak dan wajahnya sedikit darah di bibirnya. Rina hanya berteriak kencang.


__ADS_2