Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Dokter Amerika


__ADS_3

"Flander kamu harus membawa Ibu Mu ke Amerika untuk berobat di sana karena peralatan yang lebih lengkap dan canggih" perintah Pak Dewa.


Flander sedikit kesal dengan Ayahnya, Ia tidak ingin menjadi seperti Ayahnya di kemudian hari.


Flander membisik di telinga Ibunya jika Ia ingin membawa Ibunya ke Amerika untuk perawatan di sana.


Ibu hanya bisa menggelengkan kepala dan meronta sepertinya Ia tak ingin ke sana.


"Ibu, Ayo Flander akan siapkan semua perlengkapan Ibu kita akan ke sana, aku akan menyiapkan pakaian Ibu"


Lagi lagi Ibu meronta tak ingin pergi dari Rumah itu.


"Ibu tak mau ke sana? tapi ini perintah dari Ayah Bu" kata Flander gelisah.


Ibu terus terus saja menggelengkan kepala menolaknya.


"Aku beritahu Ayah ya Bu"


Flander langsung menemui Ayahnya dan memberitahukan jika Ibunya tak ingin ke sana.


"Ayah, sebaiknya Ibu dirawat di rumah ini saja, Ibu lebih nyaman disini, Ia memintaku untuk tidak membawanya keluar dari rumah ini"


"Kamu sudah gila, sudah seperti patung hidup begitu masih mau bertahan di rumah ini? otak mu sama dengan Ibu Mu selalu saja ngawur" Ayahnya berbicara sinis


Tetapi Flander tetap saja menolaknya dan mempertahankan agar Ibunya tetap di rumah itu, Ia terus saja mengomel di depan Ayahnya.


Tetapi omelan tak ditanggapi sang Ayah, malah mengatakan kalau Ia sangat bodoh.


"Aku hampir gila selalu turutin keinginan Ayah, apa ini rumah atau neraka Si Ayah? " Flander tak tahan emosinya kepada sang Ayah


"Jika kamu merasa kalau rumah ini neraka bagi mu, kamu bisa tinggalkan tempat ini dan mencari tempat yang seperti air akan selalu membuat mu dingin sepanjang hari" Ayah menjawabnya dengan santai.


Flander sama sekali tidak suka dengan cara Ayahnya.


"Baik, aku akan membawa Ibu keluar dari rumah ini dan mencari tempat yang lebih nyaman, mungkin sebaiknya di kandang sapi lebih nyaman"


Ayah tak suka dengan ucapan Flander, Ia membentak dan mengatakan kalau Flander anak yang kurang ajar dan tak punya otak.


"Tinggal sudah bersama sapi sapi di sana karena otak mu memang sama seperti sapi sapi itu" Ayah mengatakannya dengan sangat marah.


Flander tak mau pedulikan kata sang Ayah, Ia menuju ke kamar dimana Ibunya berbaring.


"Ibu, aku akan membawa Ibu keluar dari rumah ini tapi bukan di Amerika"

__ADS_1


Ibu mendengar pertengkaran Flander dengan sang Ayah, Ibu langsung menahan tangan Flander dan menurunkan Flander agar tetap di rumah, jangan ambil hati dengan ucapan Ayahnya karena Ayahnya memang lagi pusing, karena banyak sekali yang Ia pikirkan jadi semua keputusannya mungkin tidaklah sesuai tapi tetap tanggapi dengan hati yang dingin.


Ibu meminta Flander untuk memberikannya buku dan alat tulis Ia ingin menulis sesuatu kepada Pak Dewa.


Flander menuruti Ibu Retno.


Tulisan Ibu meminta Pak Dewa agar tidak membawanya kemana mana jika Ia di bawa keluar maka keadaannya mungkin tambah kritis, Ia tidak mau membuat seisi rumah panik dan kerepotan. Ibu juga meminta agar tidak selalu kasar kepada Flander karena ini semua akan menjadi tanggung jawab Flander, tetap menjadi Ayah untuknya karena selain Ayah Ia tak punya lagi tempat dimana Ia butuh kehangatan.


Tulisan itu di baca Pak Dewa, Ia langsung diam sejenak dan tak mau ambil pusing dengan Putranya itu.


Pak Dewa akhirnya mengambil keputusan untuk membayar Dokter dari Amerika untuk rawat rumah.


"Kamu bilang ke Ibu mu Dokter dari Amerika akan segera datang untuk merawat dan mengobatinya"


Flander menuju ke kamar Ibunya, dan membersihkan seisi kamar itu, Flander mengerjakannya dengan penuh keringatan.


Salah satu pekerja di rumah itu melarangnya tapi ditolak Flander kerena itu Ibunya, maka akan menjadi tanggung jawabnya.


"Ibu, Dokter dari Amerika akan segera datang, aku harus membersihkan Ibu" ucap Flander peduli dengan Ibunya.


Ibu pun setuju dimintanya untuk membawakan bajunya untuk diganti, karena sudah seharian Ia tak bersihkan diri.


Semuanya sudah selesai tinggal menunggu kedatangan Dokter.


Tak lama kemudian mendengar ketukan pintu kamar.


Keasikan merapikan Ibunya Ia tidak sadar siapa yang ada di depannya.


"Flander, " sapa si perempuan cantik itu


Flander menoleh ke arahnya, kaget melihat Elsa di depannya.


"Sejak kapan kamu ada disini? " tanya Flander


Pertanyaannya dibalas dengan senyuman yang pesona, kelihatan Elsa sangat suka dengan melihat Flander sebegitu rajinnya dan tanggungjawab terhadap Ibunya.


"Kamu laki laki yang sangat baik, kamu terlalu sibuk sampai lupa kalau aku ada di depan mu"


"Maafkan aku" ucap Flander.


Ibu Retno yang melihatnya, sangat senang seandainya Ia bisa berbicara seperti kemarin mungkin akan menyambut Elsa dengan hangat.


"Mengapa tidak memberitahu aku kalau Ibu mu sedang sakit parah? "

__ADS_1


"Aku tidak punya waktu" jawaban singkat dari Flander


"Oh ya, kelihatan kamu sangat sibuk sekali mungkin aku perlu membantu Mu"


"Tidak, aku bisa melakukannya sendiri"


Flander kelihatan tak suka dengan kedatangan Elsa.


Elsa hanya mengganggu suasana, mungkin sebaiknya Ia tak usah ada disitu.


Tetapi Elsa tidak peduli langsung membantunya dengan mengepel lantai dan merapihkan semua pakaian yang ada di lemari Ibu Retno.


Tidak hanya itu, Ia juga ke dapur menyiapkan makanan yang enak untuk Ibu Retno.


Flander memandangnya dengan penuh heran. Ia tak menyangka jika Elsa akan melakukan hal itu.


Semua pekerjaan dilakukan Elsa tampah peduli dengan Flander.


Diambilnya makanan ke tempat Ibu Retno berbaring dan menawarkan Ibu Retno agar di suapnya.


"Ibu, aku akan menyuap Ibu, semoga makannya enak dan Ibu suka"


Ibu Retno memandang wajah Elsa dengan senyum sepertinya Ia sangat senang dan menyukai Elsa.


"Aku punya mantu tidak hanya cantik dan pintar Ia juga pandai memasak dan sangat rajin" kata Bu Retno dalam hati.


Makanan yang disuap Elsa pun tinggal sedikit, Bu Retno menyantapnya dengan penuh semangat sampai makanan itu di habiskan.


Flander tak menyukai hal itu.


"Ibu sangat aneh padahal masakan aku lebih enak dari pada masakan Elsa, tapi Ia menghabiskannya" ucap Flander dalam hati.


Salah satu karyawan kerja mengantar Ibu Dokter ke kamar dimana Ibu Retno berbaring.


Karyawan itu memberitahu dahulu Flander jika Dokter sudah datang dan akan masuk di kamar itu.


Tidak menyangka jika si Ibu Dokter akan berbicara bahasa Inggris dengannya. Ia mengerti tapi tidak semuanya.


Jawaban langsung di tanggap Elsa, karena memang Elsa sangat mahir dengan bahasa Inggris.


Kelihatan Flander sangat malu di depan Elsa, dan Ia tak pedulikan itu. Akhirnya dibiarkan Ibu Dokter bersama Elsa di kamar itu.


Ibu Retno yang melihat, sepertinya ingin tertawa tapi Ia tak bisa.

__ADS_1


Kelihatan Ibu Retno sangat bahagia dengan kedatangan Elsa.


Flander bingung, tapi sudahlah demi kebahagiaan Ibunya Flander membiarkan Elsa menjenguk Ibunya, Flander berharap agar Ibunya akan segera sembuh.


__ADS_2