Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Episode 48


__ADS_3

"Bagaimana Bang? Flander dimana? " Rina panik menanyakan keberadaan Flander kepada Bang sopir yang di suruh nyusul kemana Flander pergi.


"Maaf Bu, Aku tidak menemukan Pak Flander" kata Bang sopir.


"Kamu gimana sih Bang, " Rina bingung karena Flander tidak di temukan di sana.


Sementara Pak Dewa dan Bu Rita yang semakin mendesak agar Flander cepat datang ke rumah.


Mereka sangat marah dan Rina yang menjadi bahan cibiran Bu Rita.


"Aku sangat tidak mengerti dengan kalian berdua. Bagaimana bisa Flander pergi begitu saja tanpa sepengetahuan kamu? katanya sudah suami istri dan kelakuan kamu masih seperti ini. Jangan jangan Flander pura-pura akting doang" kata Bu Rita.


Rina yang hanya duduk manis menahan cibiran yang terus menerus.


"Selamat siang Pak, " Sekretaris perusahan datang.


"Mari kita ke ruangan sebelah! " Ajak Pak Flander.

__ADS_1


Ibu Rita di dorong pakai kursi roda ke ruangan itu dan mendengar laporan perusahan yang di sampaikan oleh Ibu sekretaris perusahan.


Ternyata yang di laporkan tidak sesuai dengan yang di harapkan Pak Dewa dan muncul lagi amarah Pak Dewa.


Pak Dewa kok marah meluluh ya? Ia kan baru sembuh dari sakitnya tapi tidak pernah tobat. Pikir Ibu sekretaris itu.


"Bagaimana aku bisa memberikan kepercayaan ku kalau kerjanya seperti ini, " Pak Flander merasa kesal.


"Kita bisa meminta kerja samanya kembali Pak sama Ibu Retno dan Pak Agung, " kata Ibu Rita.


"Sudah lah Pak, kita harus menanganinya sendiri dan memperbaiki lagi apa agar perusahan kita tetap berjalan aman dan lancar, "


"Mungkin kita akan menunggu Mas Flander, mungkin saja ada tambahan dari Flander, " kata Rina.


"Tambahan apalagi? belum puas kamu jadi penghancur segalanya di rumah ini? mulut kamu masih saja ngotot lihat perusahan semakin gagal begini, di otak kamu hanya cinta dan cinta saja. " Ibu Rita membantah ucapan Rina.


"Maaf Bu, aku melihat selama ini Flander juga bekerja keras dan sampai lupa waktu istirahat, mungkin saja Flander lagi ada masalah di luar sana yang harus Ia tangani seorang diri. " Kata Rina yang tak mau mereka selalu memojokkan sang suami Flander.

__ADS_1


"Oh ya? beraninya berbicara dengan lancang seperti itu? sudah sampai mana kamu menguasai perusahan ini? lihat Pak! perempuan ini sudah beraninya menjawab dan melawan aku. " Ibu Rita marah ketika omongannya di bantah Rina.


"Sudah! kamu juga seharusnya diam, jangan banyak bicara lagi! " Bantah Pak Dewa.


"Kalaupun Flander ada urusan di luar, ya sudah, aku akan memperbaiki semuanya dengan cara aku sendiri. " ucap Pak Flander lagi.


Ibu Retno yang semakin marah dan membenci Rina karena Pak Dewa tidak memihak kepadanya malah membentaknya.


Pak Dewa bangun dari tempat duduk, Ibu sekretaris pun ikut keluar dan pamitan pulang. Ibu Retno yang masih duduk di kursi roda bingung siapa yang akan mendorongnya keluar. Pak Dewa keluar dengan tidak peduli. Ia tak tahu kalau Ibu Rita harus di dorong karena kaki yang belum sembuh total.


Rina hanya menatapnya bingung, apa Ia harusnya membantunya dorong atau meninggalkan Ibu Rita sendirian. Wajah Ibu Rita sangat seram di lihat hingga membuat Rina semakin takut untuk membantunya dorong kursi roda itu.


"Bu, aku boleh bantu mendorong Ibu keluar, " Rina memegang gagang kursi roda dengan kedua tangannya untuk maju ke depan.


"Lepas! " bentak Bu Rita dengan keras.


Rina yang kaget mendengar bentakan itu langsung melepas kedua tangannya dan keluar mencari karyawan kerja di dalam rumah untuk mendorong Ibu Rita. Teriakan Itu di dengar sampai ke luar ruangan dan orang seisi rumah langsung menuju kedalam ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2