
Kali ini, Rina benar benar tak mau mendengar apa kata Flander, seberapa kejam Flander atas dirinya, tapi Rina tidak mau pedulikan itu.
Setelah sadar, Rina menyuruh Roy untuk mengantarnya ke Rumah sakit melihat kondisi sang bayi.
"Kamu keterlaluan Rina, " Flander menarik tangan Rina untuk tidak pergi kemana mana dulu.
"Tidak, aku tidak mengenal mu, ngurus aja hidup mu jangan pernah ikut campur urusan ku" ucap Rina
"Rina, jangan sampai amarahku habis, dan aku akan pergi selamanya dari hidup mu" kata Flander sambil menarik tangan istrinya.
"Ya sudah aku tak peduli, hidupku lebih penting dari diri Mu"
Melihat Flander yang begitu serius, Roy memilih untuk mengalah, Ia tak mau mengantarkan Rina.
"Sebaiknya kamu disini, dengar apa kata Flander" ucap Roy dengan lembut.
"Kok kamu jadi begini sih, kamu kenapa Roy? "
Rina tak Terima dengan ucapan Roy yang seakan akan memihak kepada Flander.
Roy yang tengah berdiri di samping Rina, dan Flander dibelakang mereka.
Roy membalik arah ke Flander, Rina masih tetap menggandeng di tangannya ke Roy, rasanya Ia lebih nyaman ada di dekat Roy.
Tetapi Roy tak enak dengan hal itu.
Roy melepas tangan Rina.
"Sudah, ada Flander kamu seharusnya bersamanya ke sana bukan aku, Flander Ayahnya"
Melepas tangan Rina dari genggamannya.
"Roy, aku ikut bersama Mu" Rina menolak, dan menariknya kembali tangan Roy ke sisi tubuhnya.
"Rin, aku tak enak dengan Flander, sebaiknya aku pergi saja dari sini" bisik Roy kepada Rina
Adegan itu, terus saja ditonton Flander, tetapi Rina tak pedulikan itu.
"Kamu gila Rina" menarik Rina dengan keras
"Kamu ingin aku akan lakukan apa lagi? " Flander menatapnya dengan jengkel.
"Roy, sebaiknya kamu tidak disini dulu"
Ketika Roy ingin melangkah keluar pintu, teriak Rina dengan suara yang tak berdaya itu membuat Roy berhenti sejenak.
"Apa? aku bilang kamu tidak disini dulu"
"Tapi kamu janji untuk tidak melakukan apa apa kepada Rina" ucap Roy kepada Flander.
"Hei! apapun yang aku lakukan kepada Rina itu hak ku, bukan urusan Mu, Rina Istriku"
"Tapi aku tak ingin Roy pergi, Roy.... " teriak Rina yang tak ingin Roy pergi dari sisinya.
Roy tetap melangkah keluar.
"Roy.... " Rina tak mampu lagi, tangannya di pegang erat oleh Flander.
"Kamu tahu, jika sekali saja kamu melawan aku tak akan segan segan melukai Mu"
__ADS_1
Flander sepertinya tidak segan lagi untuk melukai Rina.
"Jika kamu ingin melukai ku, sekalian bunuh aku!" bunuh aku sekarang! " teriak Rina.
Roy yang mendengar pertengkaran itu, tak ingin pergi dari situ dan memilih untuk tetap menunggu diluar rumah.
"Sekarang kamu jawab aku! Ada apa antara kamu dengan Roy? kamu lebih memilihnya? "
Rina tak mau menjawab.
"Jawab! "sambil menggoyangkan badan Rina.
Kelihatan Rina sangat lemah, Ia tak mampu berbicara apa apa.
Rina pun melangkah untuk berbaring di tempat tidur.
" Aku harus Istirahat" kata Rina dengan lembut
"Kamu boleh saja istirahat setelah menjawab pertanyaan ku"
Tetapi Rina tidak peduli, Ia ingin istirahat.
Rina memilih untuk Istirahat, Flander membiarkannya tidur karena melihat kondisinya sangat lelah.
Rina tertidur dengan lelap.
"Roy... jangan pergi dari hidupku "
Rina terus terusan memanggil nama Roy dalam tidurnya.
Flander tak puas mendengar itu.
Flander akhirnya memilih untuk pergi dari situ, pergi meninggalkan Rina yang sedang tidur lelap.
"Jaga Rina! aku ingin ke Rumah sakit melihat anak ku di sana"
"Tidak, kamu jangan pergi dulu, bagaimana bisa meninggalkan Rina yang dengan keadaannya begitu"
"Itu urusan Mu, aku tak peduli dengan nya "
"Tidak, kamu seharusnya tidak berkata seperti itu"
"Bagaimana aku tidak mengatakan itu? bukanya kamu sudah membuatnya nyaman? "
Roy tak ingin terjadi pertengkaran antara mereka.
"Flander, aku harus kembali ada banyak pekerjaan di sana, jadi kamu harus disini, Rina sendirian"
"Biarkan saja, aku sudah bilang itu urusan mu"
Roy tak membiarkan Flander pergi, Ia mengambil kunci mobil Flander agar Flander tidak pergi dari situ.
Mereka berdua hampir saja bertengkar, karena Roy tidak memberikan kunci mobil Flander.
"Apalagi? tidak puas dengan Rina?sekarang mau ambil mobilku juga? " ucap Flander kesal
"Kamu ngomong apa? aku juga ambil Rina dari mu? " Roy tidak Terima dengan Ucapan Flander
"Aku lakukan semua itu karena aku tahu Rina Istri dari sahabatku, dan akau tidak ada niat apa apa"
__ADS_1
"Oh ya, ya sudah kalau begitu aku juga tak ingin bersamanya lagi"
Bunyi tonjokan di pipi Flander, Roy tidak Terima dengan ucapan Flander yang ingin pergi dari hidupnya Rina.
Adegan pun sangat seru.
Balasan Flander yang sangat kuat membuat Roy tergeletak di bawa tanah dengan mulut yang penuh darah.
Tetapi itu tidak membuat Roy berhenti, Ia kembali melawan Flander dengan pukulan keras juga.
Semua barang yanga ada diluar rumah berantakan. Mendengar bunyi itu Rina terbangun dari tidurnya.
Ia kaget, tak ada siapa siapa disitu.
Rina keluar sambil berjalan dengan sangat pelan.
Sampai di pintu keluar rumah, dilihatnya satu persatu antar Flander dengan Roy, keduanya sama sama berdarah di mulut mereka.
Roy sepertinya sangat terluka, karena pukulan Flander yang lebih kuat itu.
"Ada apa dengan kalian? aku tidak mengerti, apa yang sudah kalian lakukan? " Rina menangis melihat keduanya sama sama terluka.
Entah Rina harus mengurus yang mana duluan.
"Kalian mengapa senang melihatku menangis dan terus menderita seperti ini? jika kalian tak puas, bunuh saja aku! "
Rina ke arah Roy karena lukanya cukup serius dibanding Flander, tetapi Roy menolaknya dan di suruh untuk tidak melakukan apa apa dengan dirinya.
"Aku baik baik saja, jangan mendekati aku" ucap Roy
"Tidak, aku ingin membersihkan darah yang ada pada mulut dan baju mu"
"Tidak, kamu sebaiknya jangan melakukannya, aku mohon... "
Roy tidak ingin hubungan Flander dengan Rina rusak karena dirinya.
Ia bangun memilih untuk pergi dari situ.
Ia tak peduli dengan mereka berdua, diambilnya kunci mobil dan menyetir mobil untuk pulang.
"Hati hati Roy" Rina tak menahan tangis
Roy tak peduli, langsung pulang dan sepertinya tak ada niat kembali ke rumah itu lagi.
Flander yang berdiri di depan halaman samping mobilnya itu juga memilih untuk pergi.
"Flander... " panggil Rina lembut
Flander tidak peduli, sudah di dalam mobil, tapi Ia lupa kunci mobilnya di simpan Roy.
"Anak itu, benar benar menjengkelkan"
Dicarinya kunci mobil dimana mana tapi tak ditemukan juga.
"Apa yang sedang kamu cari? "
Flander tidak menjawab pertanyaan Rina,Ia tidak peduli.
"Flander... "
__ADS_1
Flander sama sekali tak mendengarnya, Ia sibuk mencari kunci mobil untuk cepat pergi dari situ.
"Anak itu bajingan, ingin sekali membunuhnya"