Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Episode 51


__ADS_3

"Mas, jangan pergi! kasian Ayah dan Ibu kamu, " Rina melarang Flander untuk tidak pergi dari rumah itu.


"Aku tetap pergi Rin," ucap Flander


"Mas, kamu sadar tidak? sangat kelihatan kalau Ayah dan Ibu Mu masih sangat membutuhkan kamu, "


Rina yang tidak tega melihat Flander yang sangat serius untuk melangkah pergi meninggalkan Ayah dan Ibunya.


"Mas, Ayo! " Rina menarik tangan Flander


"Ada apa? kamu tidak ikut? " tanya Flander yang melihat Sang Istri tidak segera siap untuk pergi.


"Aku tidak ikut, aku mau disini. " Rina yang dengan berat hati meninggalkan rumah itu.


"Baiklah, aku pergi" Flander dengan membawakan koper pakaian lalu mendorongnya keluar.


"Mas, kamu kok serius gitu, emang mau kemana kamu? "


Flander yang sangat bosan dengan Rina karena terlalu lalu becandaan. Padahal niatnya sangat serius untuk lekas pergi dari rumah itu.


"Baby Carles kesayangan Mu? " Tanya Rina.


"Aku akan membawanya pergi juga" jawab Flander.

__ADS_1


Rina yang semakin takut jika Flander benar-benar pergi dari hidupnya.


"Mas, aku ikut! "


Ketika melangkah keluar, Flander tidak menyadari kalau mobil kepunyaannya sudah tak ada di situ. Flander ngamuk dengan semua yang ada dalam rumah.


"Ayah, beritahu aku dimana mobil punya ku? "


"Kamu seperti orang gila. Bagaimana bisa aku memikul mobil Mu dan menyembunyikannya? "


"Aku tau, Ayah pasti menyuruh orang lain untuk menyembunyikan mobil ku"


"Kamu boleh saja pergi, tapi semua barang-barang yang yang juga bekas dari tangan ku, jangan kau bawa satupun. " Pak Dewa mengatakan kalau Ia tidak mengijinkan Flander pergi.


Seperti biasa Pak Dewa dan Flander selalu bertengkar. Pak Dewa yang sebenarnya tak ingin jika anak satu-satunya pergi meninggalkannya.


"Ayah, mana kunci mobil?" Lagi-lagi Flander menanyakan mobil miliknya.


"Kamu sudah dewasa, setidaknya jika mau pergi dari rumah ini silahkan berjuang dan membeli mobil baru lagi"


Flander merasa Ia di kerjain terus sama Pak Dewa. Pak Dewa seakan akan sedang meremehkan aku kalau aku tidak bisa berbuat apa-apa. Kata Flander dalam hati.


"Ayah, aku sudah bosan berada di rumah ini, " ucap Flander yang merasa kesal sama Ayahnya.

__ADS_1


Flander dengan berat hati kembali masuk ke dalam rumah. Flander tidak bisa ke mana-mana karena mobilnya di bekuk Pak Dewa.


"Mas, kan aku sudah bilang sama kamu, tidak usah pergi"


"Bagaiman aku bisa pergi? sedangkan mobilku tidak ada di tempat parkir lantai bawah. "


"Ia kan aku sudah bilang, kalau Pak Dewa tak akan mengijinkan Mu pergi. "


"Rin, kalau lain kali mereka berani lagi kasar pada Mu dan tidak menghargai apa yang sudah aku kerjakan, aku akan pergi dan tidak kembali lagi. "


Rina memeluk Flander dari belakang, kepalanya menyentuh di punggung Flander yang sedang stres dengan perlakuan Pak Dewa.


"Sudahlah, sekali saja hidup aman-aman kenapa sih? "


Rina yang merasa bosan dengan keluarga mereka yang terus terusan bertengkar. Rina tak peduli seberapa bencinya Bu Rita padanya yang terpenting adalah Ia dan Flander tetap akur dan baik-baik saja.


"Mas, kapan dong katanya mau liburan, " Rina menggoda agar Flander agar Flander mengajaknya liburan.


"Udah malas, " Flander menjawab singkat.


"Mengapa? aku belum pernah loh di ajak liburan sama Mas, kasian Baby Carles yang tidak pernah keluar bermain, padahal udah gede loh, seharusnya di ajak keluar biar bisa senang dia, "


"Ya sudah, nanti aku cek jadwal di kantor. kalau ada sedikit renggang aku bisa mengajak kalian liburan"

__ADS_1


Hati Rina pun senang dan sangat bahagia. Semoga semuanya berjalan lancar.


__ADS_2