
"Mas, kamu kenapa? kelihatan buru buru amat"
Rina yang melihat suaminya sangat aneh, dan sepertinya ada sesuatu.
"Tumben, kamu hari ini pulangnya cepat" ucap Rina mencurigakan.
"Rina, "
"Ia Mas, ada apa? "
"Aku ingin mengatakan sesuatu"
"apa Mas? "
Sambil merangkul tubuh istrinya, Flander menyuruhnya duduk saling menatap mohon pengertian Rina.
Flander menjelaskan kalau orang tua Elsa akan datang ke rumah nanti malam. Tetapi Rina hanya diam saja.
"Rin, " Flander merayu Rina agar Rina mengerti dengan keadaannya.
"Terserah kamu Mas, aku bosan "
Rina melepas tangan Flander dan pergi keluar kamar.
"Rina, aku belum selesai bicara" Flander menolak Rina ke dalam kamar.
"Apalagi? bukan kah Elsa akan segera datang? aku baik baik saja kok, tak ada masalah bagi ku"
"Kamu tak akan marah pada ku? "
__ADS_1
"Apalagi yang harus aku jelaskan biar kau mengerti? " Rina menjawab dengan emosi.
Flander bingung, tetapi Ia harus menenangkan hati Istrinya agar tidak terjadi kesalahpahaman antara mereka berdua. Ia tak mau kalau mereka bertengkar lagi.
Rina pergi melakukan pekerjaan rumah dan mengurus anaknya. Ia tak mau peduli dengan kelakuan Flander yang selalu saja membuat hatinya terluka dan terus terluka.
Flander menghampirinya, dan berbisik dengan lembut supaya bicara baik baik.
"Rin, ayo kita bicara dalam kamar! tak enak disini"
"Ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan Mas" Rina mengelak.
"Aku tak mau terjadi salah paham Rin, "
Flander mencoba kembali membujuk Rina.
Rina pun masuk ke kamar, dengan wajah cemberut Ia duduk dan menatap Flander dengan lesu. Sepertinya Ia sudah sangat capek dengan masalah yang sama yang membuat mereka terus bertengkar.
"Kamu yakin dengan apa yang kamu lakukan itu? " tanya Rina ragu.
"Maksud kamu? "
"apa itu semua akan aman nantinya? "
"Aku tak mengerti apa mau Mu"
"Apa perusahan Mu baik baik saja? kamu harus berpikir panjang Mas, "
"Rin, aku tidak peduli apapun yang akan terjadi nantinya, intinya aku dan kamu dan juga anak kita selalu baik baik saja"
__ADS_1
"Jangan Mas! berpikirlah ayah dan ibu Mu! "
"Terus, apa yang harus aku lakukan? "
"Kamu tak perlu memperkenalkan aku, cukup saja menjelaskan kepada mereka apa adanya"
"tidak Rin, aku akan melakukannya sebentar"
"terserah kamu Mas, aku tak mau terjadi apa apa nantinya"
Flander tetap memilih melakukan itu jika nanti mereka Elsa dan orang tuanya datang. Ia harus memilih yang terbaik untuk hidupnya dan juga orang yang Ia cintai. Entah perusahan akan bangkrut atau seperti apa, Flander siap bertanggung jawab.
Pak Dewa tak menanggapi apa apa ketika di beritahu kalau Elsa dan orang tuanya akan datang. Entah apa yang dipikirkan Pak Dewa, Ia sama sekali tak memberi respon apa apa.
"Ayah, bagaimana dengan kedatangan orang tua Elsa sebentar? " Flander menanyakan kepastian dari Ayahnya.
"Apa yang bisa kamu lakukan kalau mereka datang? " Pak Dewa bertanya dengan menatap mata Putranya.
Flander menjelaskan semuanya kepada Ayahnya. Pak Dewa hanya diam sambil memandang wajah Putranya.
Flander tak mengerti apa maksud Ayah memandangnya seperti itu.
"Ayah, apa Ayah tidak keberatan jika aku melakukan itu? "
"Itu adalah tanggung jawab Mu"
"Bagaimana dengan Ayah? apa baik baik saja? " Flander memikirkan perasaan Ayahnya.
"Kamu takut? apa yang bisa aku harapkan dari Mu? " Pak Dewa bertanya dengan keras.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan melakukan yang terbaik dan siap menaggung resiko" jawab Flander dengan percaya diri.