
Flander tidak berbicara banyak ketika dirinya di tolong Rina. Rina membersihkan kotoran yang menempel di baju Flander karena tersungkur di bawa lantai serta merapikan kembali pakaian suaminya itu. Rina melakukan itu semua tampah mengeluarkan satu katapun. Bahkan matanya saja tidak melihat ke wajah Flander. Flander tahu kalau Rina sedang marah padanya. Tetapi Ia masih mau peduli dengan keadaan Flander yang begitu meresahkan.
"Sudah." ucap Flander sambil melepas tangan Rina dan berusaha bangun.
"Kalau hanya terpaksa, sebaiknya tidak udah melakukannya. " ucap Flander sekali lagi.
Flander bangun dan pergi begitu saja. Rina tak menyukai suaminya yang sama sekali tak menghargai dirinya.
Flander tiba di kamar. Rina pun menyusulnya dan tiba juga di kamar yang sama. Pengasuh dan salah satu karyawan sedang dalam gelisah menunggu kedatangan mereka berdua. Ketika dilihatnya Flander dan Rina, mereka menarik napas lega.
Mereka tidak bertanya apa-apa kepada Flander dan Rina, karena keduanya tidak saling bicara dan sepertinya sedang marah. Rina dengan cepat menuju ke kamar tempat baby carles berbaring. Rina memastikan kalau putranya sedang baik-baik saja.
"Mba, maaf Baby carles tidak rewel kan? " tanya Rina.
"Ia Bu, syukur baby carles tidak rewel," jawab Pengasuh.
"Aku ada sedikit urusan di lantai bawa makanya agak lama. "
"Tidak apa-apa Bu, aku juga sempat gelisah sama Ibu. takutnya ada terjadi sesuatu sama Ibu di bawa. " ucap Pengasuh Baby Carles itu.
"Aku bai-baik saja kok, Mba. " jawab Rina dengan wajah tidak enak.
Pengasuh sudah tahu ada terjadi sesuatu dengan Rina dan Flander. Kelihatan sekali dari sikap mereka yang tidak peduli antara satu dengan yang lain. Meski begitu, Mba Pengasuh diam saja tidak mau menanyakan apa-apa.
Flander yang begitu sibuk dengan aktivitasnya. Waktu berlibur sebenarnya adalah momen yang indah, tetapi sebaliknya bagi keluarga Flander menjadikan suasana jadi tidak nyaman.
Flander yang selalu merasa menang sendiri dan tak mau mengalah. Rina yang selalu dalam kesalahan akhirnya mengalah demi si buah hati Baby Carles.
"Mas, ayo! kita sama-sama turun ke lantai bawa buat sarapan. " ucap Rina.
"Kalian saja. Aku lagi sibuk. " jawab Flander yang sibuk mengetik laptopnya.
"Mas, aku merasa tidak enak sama karyawan dan juga pengasuh. " ucap Rina.
"Mba... " Panggil Flander.
"Ia Pak, bagaimana? " mendengar panggilan Flander Mba Pengasuh dengan cepat datang.
"Kalian turun sarapan ya! aku lagi ngurusin tugas yang belum selesai. "
"Baik Pak, kami dengan Ibu kan? "
"Ia Mba. Kalian duluan saja" jawab Rina.
__ADS_1
"Baik Bu, " jawab Mba pengasuh.
Mereka pun turun untuk menikmati sarapan.
"Bu, kita akan kemana lagi? kok kita hanya di hotel saja si Bu, tidak seru Bu, " iseng salah satu karyawan.
"Aku juga bingung nih, Kira-kira kemana lagi ya? " jawab Rina.
"Kalau kita ke air terjun bagaimana? " sambung salah satunya lagi.
"Jauh amat sih, emang tidak ada yang lebih dekat apa? " bantah salah satu karyawan.
"Yah... kemana lagi kan biar seru" jawab karyawan itu.
"Terserah kalian saja. Entar beritahu Mas Flander ya! " ujar Rina.
"Bagaimana kalau Ibu sekalian beritahu sama Pak Flander saja kan, "
"Ia. Sebentar aku beritahu. " jawab Rina dengan nada kurang enak.
"Bagaimana kalau kita sama-sama bertemu Pak Flander setelah dari sini? " kata Mba pengasuh yang sudah tahu kalau Flander dan Rina memang lagi tak bisa di ajak bicara.
"Masa sih? harus kita. " sambung salah satunya.
"Ia dong, biar lebih meyakinkan Pak Flander kan, kalau Ibu nanti pasti Pak Flander nya harus pikir-pikir dulu. Tapi kalau kita yang ramai-ramai pasti Pak Flander langsung setuju ni, "
Semuanya sudah setuju untuk bertemu Flander meminta agar mereka bisa pergi ke suatu tempat. Karena mereka sudah amat bosan selama dua hari hanya di hotel saja. Kalau Rina bicara banyak saat itu, hanya menyetujui kemauan karyawannya.
Mereka semua menikmati sarapan yang cukup lezat. Sambil menikmati keindahan laut. Semuanya tertawa Ria, hanya Rina saja yang serius makanan yang di makan cukup pelan.
"Bu, tumben amat kok diam saja, " ujar salah satu karyawan.
"Ah, aku lagi mikirin sesuatu. " jawab Rina dengan respon amat kaget.
"Mikirin apa Bu? makannya juga pelan amat. Sudah setengah jam loh, makanan tidak pernah di habiskan. " jawab Rina yang paksa santai.
"Bu, kitakan liburan ni, kan harus melepas semua beban kerja Bu, kok Ibu malah mikirin sih, "
"Ya... begitulah. " jawab Rina.
Mereka semua merasa ada yang aneh dengan Rina. Di tambah lagi dengan Flander yang tidak mengikuti sarapan pagi itu. Tidak seperti biasanya.
Melihat Rina yang rupanya sangat sedih, mereka semua sama-sama menghibur dan membuat lucu-lucu agar Rina bisa ikut tertawa. Rina pun menghabisi makanan seketika.
__ADS_1
"Ah, kalian semua pada seru ya, " ucap Rina.
"Syukurlah, Ibu bisa tertawa lagi. " ucap salah satunya.
"Aku lagi malas bangat ni, " sambung salah satu dari mereka.
"Malas kenapa? "
"Kok, Bu Rina nya masih tidak bahagia, lihat wajah Ibu tuh, sepertinya masih kelihatan sedih. " iseng salah satu dari mereka.
Semuanya tertawa lepas dan juga Rina pun ikut tertawa juga.
Semua karyawan lebih dekatnya dengan Bu Rina, kalau ada Flander kan mereka pasti tidak berani iseng seperti itu. Karena Flander orangnya sangat cuek dan tegas. Flander tak suka dengan candaan yang berlebihan apalagi tertawa ria rasanya Flander mungkin akan merasa seperti orang yang tidak waras.
Sekitar jam sembilan pagi, mereka semua kembali ke kamar penginapan.
"Mas, karyawan minta jalan-jalan, mereka sudah bosan karena di hotel saja. "
"Terserah mereka mau kemana. " jawab Flander sambil sibuk dengan laptop yang ada di depannya.
"Jangan seperti itu Mas! kasian mereka padahal kita yang ajak mereka liburan ke sini. "
"Loh, kalau mau ke mana-mana harus aku juga ikut, begitu? "
"Bukan Mas, bicaralah yang baik kalau Mas memang tak ikut. "
"Sudah bicara baik, hanya kamu saja yang tidak mengerti. " ucap Flander.
"Kalau begitu, beritahu ke mereka saja Mas! " Rina merasa tak tega dengan karyawan-karyawan yang ingin jalan-jalan.
Flander sebenarnya mengijinkan mereka pergi, hanya saja Ia masih malas bicara sama Rina istrinya.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Ada apa? kalian kok ramai-ramai ke sini, " tanya Flander.
"Minta maaf Pak, sudah mengganggu. Boleh kami berbicara sesuatu Pak? " tanya salah satu karyawan.
"Ok.Baiklah, silahkan masuk dulu! " Flander mempersilahkan karyawannya masuk ke dalam kamar nginap.
"Pak, boleh kita jalan-jalan besok Pak? "
"Ia Pak, soalnya kita suntuk bangat ni, " sambung yang lainnya.
__ADS_1
"Terserah kalian, asalkan hati-hati saja. " ucap Flander.
semua mereka tertawa bahagia karena Flander mengijinkan mereka pergi. Flander tidak bisa ikut karena ia harus tetap melaksanakan tugasnya.