Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Ancaman


__ADS_3

Ibu Retno ikutan pergi meninggalkan tempat itu. Pak Agung dengan malu berpamitan dengan keluarga Pak Dewa. Pak Agung meminta maaf atas tingkah Istri dan anaknya.


"Pak, kami minta maaf yang sebesar besarnya, ini adalah kesalahan kami, saya mohon kita selalu baik baik saja" ucap Pak Dewa karena merasa bersalah.


Flander diam saja, hanya menatap dengan tingkah Elsa dan Ibunya. Flander juga tak respon sedikit pun dengan Pak Agung. Flander menyuruh Rina bersama anaknya masuk lagi ke dalam kamar. Rina pun meninggalkan tempat itu.


"Flander, Bapak minta maaf atas kejadian tadi"


"Tidak apa apa Pak, sebenarnya aku yang salah"


"Baik, Bapak pamit pulang ya, "


"hati hati Pak, "


Pak Agung keluar menuju parkiran mobil. Ibu Retno dan Elsa sudah menunggunya di sana. Pak Agung menyetirnya dengan marah tetapi Ibu Retno hanya saling memandang dengan tatapan tak suka.


"Kalian berdua sangat memalukan" ucap Pak Agung


"memalukan? jelas jelas kita sudah dipermalukan oleh mereka" Ucap Ibu Retno.

__ADS_1


"Diam! kamu sama seperti anak kecil" bantah Pak Agung.


Ibu Retno diam seketika, Ia menatap putrinya karena Ibu Retno tak mau jika Putrinya di sakiti.


"Kamu tak apa apa? " sambil mengelus rambut Elsa.


Elsa tak bicara, Ia hanya diam saja. Ibu Retno sangat menyayangi Putrinya. Beberapa kali bertanya tapi tidak dijawab Elsa.


"Itu semua karena ulah Mu" kata Pak Agung.


Ibu Retno yang takut kepada suaminya, tak berbicara apa apa. Ia mungkin tak mau bertengkar di depan Putri yang sangat Ia sayang. Hati Ibu Retno sangat sedih ketika melihat Putrinya meneteskan air mata.


Elsa menghapus air matanya hanya menatap ke satu arah, tak menjawab Ibunya. Tetapi Ibu Retno tetap berusaha membujuk Elsa.


"Maafkan Ibu Nak, membuat Mu terluka seperti ini"


sambil memeluk Elsa.


"Sudah Bu, bukan salah Ibu" Elsa memeluk Ibunya dengan kuat.

__ADS_1


Elsa kini tak kuat lagi, Ia sangat dendam kepada keluarga Pak Dewa yang sudah membuatnya malu.


"Aku tak akan memaafkan mereka Bu, "


"Sudah Nak, masi ada laki laki yang lebih baik dari Flander, Ibu janji akan membuat Mu bahagia" Ibu Retno menguatkan Elsa.


Mobil pun berhenti depan rumah, Elsa langsung menuju kamarnya dan membuang dirinya ke tempat tidur. Dengan menangis tak kuat, Elsa membuang semua barang miliknya yang ada dalam kamarnya itu.


"Sayang, maafkan Ibu Nak, Ibu sudah bersalah" Ibu Retno berusaha memeluk Elsa menenangkan hati Putrinya.


"Aku benci... " teriak Elsa


Ibu Retno gelisah dengan kondisi Elsa. Kali ini Ibu Retno sangat marah kepada keluarga Pak Dewa terutama Flander karena Ia benar merasa dipermalukan.


"Pak, aku tidak terima dengan apa yang sudah dilakukan oleh keluarga Pak Dewa yang sudah mempermalukan kita, itu sama saja mereka merusak nama baik perusahan kita" Ibu Retno mencoba membujuk Pak Agung agar tidak bekerjasama lagi dengan perusahan milik Pak Dewa.


"Kamu tidak bisa seperti itu, ide Mu terlalu tinggi dan kamu kira segampang itu? " tanya Pak Agung dengan perasaan bingung.


"Pak, kasian Putri kita Elsa, tidak bisa diam seperti ini Pak, harus juga kita beri pelajaran kepada mereka"

__ADS_1


Pak Agung tidak sependapat dengan Istrinya, Ia sangat peduli dengan keluarga Pak Dewa, apalagi Pak Dewa juga sudah sangat berjasa terhadap kesuksesan perusahan miliknya. Walaupun didesak terus oleh sang istri, tetapi tidak membuat Pak Agung selemah itu.


__ADS_2