
"Tidak suka dengan cara ku ya? " Flander membalik ke arah mobil, Ia ingin pergi dari situ meninggalkan Rina.
Sesak napas rasanya jadi Rina, sepertinya tak kuat.
Flander meninggalkannya, Rina hanya bisa diam saja. Ia tak mampu berkata apa apa.
Tetapi Rina lupa bagaimana dengan keadaan bayinya di sana? tak ada orang yang menjenguk dan menjaganya di sana, tapi sebenarnya Rina tak tahu kalau Flander akan menjenguk si buah hatinya di Rumah Sakit.
"Parah ni kehidupan ku, semua orang menjauhi hidupku, mereka pergi begitu saja"
Rina harus kuat menghadapi posisi yang serba sulit itu. Rina harus menjadi Ibu yang kuat untuk anaknya.
"Mas, kamu tak menjenguk anak kita? "
"Aku lagi banyak urusan! kamu sendirian saja" Flander membohongi Rina kalau Ia tidak ke sana menjenguk buah hati mereka.
"Mas, kamu silakan marah pada ku! tapi bukan dengan anak kita, "
"Aku tidak peduli, semua adalah tanggung jawab kamu"
"Mas," Rina mendekati Flander dan menarik tangannya Flander.
Tetapi sekali lagi Flander tak sedikitpun peduli.
Rina menatap Flander dengan air mata yang bercucuran di pipinya.
"Kamu laki laki egois! aku tak bisa membayangkan kamu akan seperti ini" Rina menyerah dan tak kuat menahan tangis.
Flander mendapatkan kunci mobilnya, dan menyetir mobil dengan sangat halus dan pergi meninggalkan Rina yang sedang ada dihadapannya.
__ADS_1
Rina tak kuat dan memilih menyerah, karena Ia sama sekali tak bisa pergi menjenguk bayinya di Rumah Sakit.
Rina berpikir kalau Flander tidak peduli lagi dan Ia akan sendirian.
Flander pun tiba di tempat dimana buah hatinya sedang berbaring lelap dengan wajah yang imut dan lucu.
Rasanya Flander memiliki Putra yang perkasa dan sangat tampan rupanya.
Sambil mengelus pipi anaknya, Flander berpikir mungkin Ia akan membawa anaknya ke Rumah dimana Ayah dan Ibunya berada. Flander tak akan segan segan jika mungkin tak disukai Orangtuanya.
"Permisi Pak, Besok anak Bapak sudah bisa pulang karena keadaannya sudah membaik dan sehat"
"Baik Bu, aku juga berpikir seperti itu, aku akan membawanya pulang besok pagi" kata Flander kepada Ibu Perawat.
"Bapak silahkan menyelesaikan administrasinya ya, biar bisa pulang lebih cepat"
"Baik Bu" jawab Flander dengan cepat karena anaknya bisa pulang bersamanya.
"Bu, semuanya sudah selesai, mungkin aku sudah bisa membawa anakku pulang" Kata Flander kepada salah satu perawat yang ada di situ.
"Baik Pak, silahkan!"
Flander merangkul anaknya dengan semangat Ia menuju ke arah mobil.
Flander membawa anaknya pulang ketempat dimana Rina berada.
Dengan melajukan mobil yang sangat halus sampailah Ia di rumah, dimana Rina berada.
Mendengar suara mobil, Rina segera keluar dari rumah dilihatnya mobil Flander sedang menuju ke arahnya.
__ADS_1
Rina kembali bahagia dan juga bingung bagaimana Flander bisa kembali.
Rina tak mengetahui kalau Flander sedang bersama bayi mereka.
Flander keluar dan membuka pintu mobil yang di sebelahnya.
Flander dengan cinta merangkul anaknya dengan lembut dan dekap erat di dadanya.
Rina yang melihat hal itu, sangat bahagia dan langsung menuju Flander berusaha melihat anaknya.
"Mas, aku kira kamu kamu tidak akan ke sana dan meninggalkan aku dan anak kita" kata Rina sambil mengelus anaknya dengan bahagia.
"Aku akan membawanya ke rumah"
"Rumah dimana Mas? " Rina bertanya dengan sangat bingung.
"loh, emang dimana mau Mu? " Flander balik bertanya
"Di rumah mama mertua ya Mas? "
" Ya ia, emang dimana lagi?"
Rina tidak percaya kalau Flander senekat itu.
"Kamu yakin Mas? "
"mengapa emangnya? "
"Aku tidak percaya"
__ADS_1
"Ia, aku akan membawa kalian berdua ke sana besok"
"kita akan pulang ke rumah? " tanya Rina dengan nada yang seakan akan tidak percaya dengan ucapan Flander.