Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Menemui Rina


__ADS_3

Suasana sepi yang mengelilingi rumah Flander. Pak Dewa yang belum sembuh dari sakitnya dan juga Ibu Rita yang masih duduk menggunakan kursi roda. Rina menyiapkan diet khusus untuk kedua mertuanya. Melayani bagaikan Orang tua sendiri dengan penuh kasih sayang.


Tetapi memang dari awal hadir dalam keluarga yang terpandang dan kaya, Rina tak diakui Ibu Rita sampai saat ini. Semuanya berjalan lancar karena Ibu Rita sedang tak bisa berbicara dan hanya terpaku di kursi roda. Meskipun dilayani dengan sempurna tetapi hal itu tidak membuat Ibu Rita harus menerima Rina dalam keluarganya.


Sangat pilu hati Rina, ketika sudah sekian lama berada di rumah itu, Ibu Rita tidak pernah menganggapnya. Semua makanan yang di masak Rina Tak dimakannya. Rina tidak dapat berbuat apa-apa selain menerima keadaan itu.


Suatu waktu, Putra Carles menangis dan menjerit tidak tahu sebabnya apa. Ibu Rita yang merasa sangat terganggu itu Ia mengatakan kalau Baby Carles sangat berisik di rumah itu dan selalu mengganggu tidurnya.


"Semenjak kehadiran anak itu di rumah ini, Aku tidak bisa beristirahat. Kalau begini terus aku tidak akan pernah sembuh dari sakit ini" Kata Ibu Rita


Rina yang mendengar hal itu, hatinya sangat terpukul dan hanya bisa diam saja. Rina tak habiskan pikir mertuanya sejahat itu. Dengan anak kecil saja Ia mengatakan yang sebenarnya tidak wajar Ia ucapkan. Putra Carles adalah cucunya calon penerus mereka. Mengapa bisa setega itu.


Orang-orang yang mendengar ucapan Ibu Rita, merasa sangat aneh dan memikirkan bagaimana bisa Ibu Rita tetap tidak ingin kehadiran Rina di rumah itu. Apalagi Rina sudah tinggal cukup lama di situ.


Saat Rina sendirian di sore hari, terdengar bising di samping kamarnya. Dilihat-lihat tak ada orang disitu. Dikiranya Flander sudah pulang dari kantornya tetapi memang tak ada siapa-siapa.


Rina keluar memastikan siapa yang ada di sana. Di panggilnya seseorang pelayan dan menanyakan tetapi tak di ketahui.


"Mba, siapa yang sedang di samping kamar mandi? tadi aku melihat ada seseorang" kata Rina.


"Aku tidak melihatnya Bu, " jawab pelayan itu.


Mereka pun memanggil satu persatu dan menanyakan siapa yang sedang ke belakang barusan. Tetapi mereka semua tidak mengetahui. Mereka sibuk dengan kerjanya masing-masing.


Rina sangat mencurigai ada apa sebenarnya dengan mereka. Rina yakin kalau Ia benar-benar melihat seseorang yang sedang ingin mencari tahu kehidupan mereka di rumah itu.


"Ada apa lagi ini? apa ada yang punya rencana jahat?" ucap Rina sendirian.


Rina duduk sejenak di kursi ruangan tengah, mungkin ada sesuatu yang akan terjadi pikirnya.

__ADS_1


"Bu, mungkin saja Ibu salah melihat, " Kata salah satu pemasak.


"Ada yang tidak beres Mba, aku benar-benar melihat seseorang tadi, " Rina mengatakan dengan penuh yakin.


"Ia sih Bu, tidak mungkin Ibu becanda, karena aku tahu baik Ibu orangnya seperti apa"


Mereka tidak percaya kalau ada orang dari luar yang serobot masuk ke dalam rumah itu. Kalaupun benar mungkin baru pertama kalinya, karena betapa takutnya orang-orang sekitar pada Pak Dewa.


"Bu, kalaupun benar, itu hanya orang yang berani saja, " kata seorang pelayan.


"Aku juga tidak mengerti Mba, bagaimana itu bisa terjadi" ucap Rina.


Rina kembali ke kamarnya, masih memikirkan siapa sebenarnya orang itu dan mengapa Ia melakukan itu. Ketika Rina menghubungi Flander dan bertanya soal kejadian tadi, Flander sempat mengingat ada orang yang pernah mengikutinya pagi hari di saat Flander menuju ke kantor. Hari itu adalah hari ulang tahunnya.


Flander menjelaskan kepada Rina, dengan ciri khas yang sama. Orang itu adalah orang yang mengikuti Flander waktu itu. Rina panik dan takut.


"Mas, mengapa itu bisa terjadi? ada apa dengan Mu? " tanya Rina dengan panik.


"Hati-hati dalam perjalanan Mas, aku takut kamu kenapa-kenapa"


"Kamu tidak usah khawatirkan aku, aku pasti baik-baik saja" jawab Flander.


"Kamu harus lebih berhati-hati" Ucap Rina takut kalau sesuatu terjadi pada sang Suaminya Flander.


Flander menutup teleponnya. Tiba-tiba ada suara mobil di lantai bawa. Rina mengetahui bunyi mobil suaminya. Tetapi yang di dengar bukan mobil Flander. Ia penasaran siapa yang datang.


"Bu, ada seseorang ingin bertemu Ibu, " kata salah satu karyawan di rumah itu.


"Siapa? " Rina panik dengan seseorang tamu yang ingin menemuinya.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, hanya saja Ia mengatakan kalau Ia ingin bertemu Dengan Ibu, "


Rina dengan keringatan kecil berani turun ke lantai bawa dan sebelumnya Ia ingin memastikan siapa orang itu. Setelah di cek ternyata Ibu Retno dan anak buahnya.


Rina turun menemui Ibu Retno yang sedang berdiri santai sambil melihat keadaan rumah. Rina menyapanya dan menyambut Ibu Retno dengan baik.


Kedatangan Ibu Retno kali ini sangat berbeda. Ia tidak mau merepotkan dan langsung bicara apa tujuan Ia datang ke rumah Flander.


Rina mencoba menawarkan minum tapi ditolaknya. Berhubung Ibu Retno yang masih banyak pekerjaan di luar.


"Aku datang ingin menanyakan sesuatu hal dari Mu" Kata Ibu Retno dengan tatapan sinis kepada Rina.


"Baik Bu, apa yang ingin Ibu tanyakan?" jawab Rina.


"Aku tidak peluh basah-basi, karena sudah tidak ada waktunya lagi untuk berlama-lama di sini. Bisa kah kamu tinggalkan rumah ini? " Pertanyaan yang sangat aneh dan tidak masuk akal.


"Ada apa Bu? aku Istrinya Flander, " jawab Rina.


"Kamu tidak punya urat malu? bagaimana dengan kondisi Pak Dewa dan Ibu Rita? kamu sengaja kan membuat mereka lumpuh seperti itu? Hei! tidak pantas kamu berada di rumah ini. Yang harus menjadi ratu disini adalah Elsa bukan kamu, mengerti? "


Rina bangun dari tempat duduk nya, merasa dihina dan tidak di hargai dengan ucapan Ibu Rita yang sangat menyakitkan.


"Aku tidak datang sendiri, aku datang karena aku dan Flander saling mencintai. Aku Istrinya Flander jadi aku berhak ada di rumah ini" Rina berbicara dengan bibir yang gemetaran.


Rina tidak habis pikir, kalau Ibu Rita akan berbicara hal yang bodoh itu di depannya. Kalimat demi kalimat yang di lontarkan oleh kedua orang itu. Rina tak mau kalah dan tidak peduli siapa Ibu Retno itu.


Ibu Retno mengatakan kalau Rina sengaja bikin lumpuh Ibu Rita dan Pak Dewa agar dapat menguasai semua harta warisan Pak Dewa.


"Aku tidak peduli dengan apa yang sudah keluar dari mulut kotor Mu, tetapi aku tetap melayani kedua mertuaku dengan sepenuh hatiku. Mereka juga adalah Orang tuaku. "

__ADS_1


Perang mulut yang terus menerus, membuat Ibu Retno geram dan kesal dengan Rina. Beraninya Rina mengomelinya dan tak mau mendengarnya. Oleh karena itu Ibu Retno mengancamnya dengan keras kalau Ia akan membuat hidup Rina tersiksa.


__ADS_2