
"Hei, " terdengar suara di belakang.
"I-ia? " Rina sangat gugup dan tidak tau harus berbuat apa.
Menoleh dengan sangat berhati-hati dan kaget siapa yang ada di depannya itu. Rina keluar ingin mencari tahu bagaimana hidup mereka di dalam situ. Karena menunggu sudah begitu lama. Baru melangkah dari pintu saja, ada orang yang memperhatikannya.
Tubuh Rina gemetaran melihat sosok yang ada di depannya. Rasanya kandung kemih ini sudah tak tahan menampung. Pikirnya.
Sosok yang sangat kekar dan tubuh yang lumayan tinggi. Usianya tidak begitu muda. Kelihatannya sudah usia 50-an.Tapi yang namanya kerja tidak mandang usia apalagi cari duit juga.
Pasti ini pelanggan si wanita cantik itu. Pikir Rina jorok.
Dengan tubuh yang masih gemetaran, Rina mulai menatap ke atas wajahnya. Karena tadi hanya melihatnya bagian bawa saja. Tetapi Rina terkejut ketika melihat wajah Pria itu.
"Ma-maaf, " ucap Rina gugup.
"Ada apa? " tanya sosok kekar itu.
"Aku salah tempat Bang, " jawab Rina ketakutan juga.
"Oh, tempat Mu dimana? " tanya Pria itu lagi.
"Aku tidak tahu harus kemana, " jawab Rina.
"Kamu dari mana? " tanya Pria itu yang percaya kepada Rina karena melihat penampilan Rina yang begitu sopan dan tertutup.
__ADS_1
"Aku mencari seseorang, dan aku nyasar di tempat ini. " jawab Rina jujur.
Pria itu tak meresponnya dan masuk ke kamar wanita cantik itu. Rina hanya memandangnya dari luar pintu dan bingung kemana Ia harus pergi. Sedangkan kalau berada di luar seperti itu, mungkin saja buaya akan cepat memangsanya. Sebaliknya kalaupun Ia ingin masuk, Pria itu sudah ada dalam kamar itu.
Rina pun hanya berdiri kaku dan ketakutan.
Aku Pasti akan hancur disini. Pikir Rina.
Yang semakin takut lagi, Pria itu tidak pedulikannya dan menutup kembali pintu kamar itu. Mungkin saja wajah Rina tidak menggairahkan, makanya Pria itu tak sedikitpun menyentuhnya.
Rina mencoba menggeser tubuhnya ke arah kanan tembok kamar itu, agar dirinya tidak begitu kelihatan.
Wah... sangat terkejut pula ada sosok Pria lagi ada di sampingnya. Kali ini Rina dalam bahaya dan ini benar-benar nyata bukan mimpi.
"Ah... rasanya aku mau mati saja. "
"Hey, kamu baik-baik saja di sini? " tanya Pria itu.
"A-aku takut, jangan menyentuh ku! " ucap Rina yang belum melihat wajah Pria itu.
"Ada aku disini. Jangan takut! " kata Pria itu.
"Kamu pasti orang jahat. " Ucap Rina yang masih ketakutan.
"Jangan lama-lama di sini! aku akan mengantar Mu keluar, "
__ADS_1
"Aku tidak percaya pada Mu." jawab Rina.
Rina tak mengetahui kalau Pria yang ada di depannya adalah Pria yang tadi mengikutinya. Sosok Pria kekar tadi adalah teman dari Pria tampan itu. Pria kekar di suruh mencari wanita yang masih dengan pakaian tertutup mungkin saja sedang nyasar di tempat itu. Pria kekar melihat Rina yang lugu, segera menghubungi Pria tampan dan mengirimkan foto Rina.
Ternyata itu adalah Rina.
"Pulang yuk, " ajak Pria tampan.
"Aku tidak mau, " jawab Rina.
Pria dengan tidak berniat menyentuh Rina, menarik tangan Rina dengan keras dan membalikan tubuh Rina ke arahnya.
"Kamu? ngapain? " ucap Rina setelah mengetahui kalau Pria itu adalah Pria yang tadi sempat mengikutinya.
"Kamu mau keluar dari sini apa bukan? " tanya Pria itu sekali lagi.
"Tapi, kamu tidak membohongi aku kan? " tanya Rina.
"Apanya? "
"Kamu tidak mengantar aku ke buaya-buaya kan? " tanya Rina sangat takut.
"Apa pertanyaan itu penting sekarang? " tanya Pria tampan itu lagi.
Pria tampan itu sangat bosan dengan tingkah Rina yang begitu lama basa basi.
__ADS_1
"Ayo, kita keluar! " Pria itu manarik tangan Rina dan menyeretnya keluar dari tempat itu.
Beberapa orang memperhatikan mereka. Tetapi semua punya kesibukan masing-masing.