
"Aku tidak bisa masuk disitu, aku taku mati, " ucap Flander.
"Ayolah, aku sudah tak tahan disini, " kaya jubah hitam itu lagi.
Kemudian mereka berdua merasakan kepanasan, seperti api yang sedang membakar tubuh mereka. Flander bingung mau ikut jubah hitam atau Ia memilih untuk keluar lewat batu itu.
"Kita sama-sama menyeret batu itu ke bawah! aku yakin pasti disitu jalan keluarnya, " ucap Flander
"Kamu jangan menyiksa diri Mu disini, sangat bahaya disini, " kata baju hitam
Flander sudah tak tahan lagi, tubuhnya sangat panas dan membuatnya kehausan. Tak ada apa-apa disitu.
"Aku kehausan, kamu bisa berikan aku air, " ucap Flander dengan wajah lesu.
"Sudah, aku pergi dari sini, "
"Kamu tidak bisa meninggalkan aku begitu saja, aku hampir mati. "
Jubah hitam yang melihat Flander sudah tak mampu untuk berbicara, dan wajahnya dangat pucat. Flander memilih untuk mendorong batu itu tetapi keadaannya cukup parah dan kehabisan tenaga.
Jalan satu-satunya yang mereka harus lewati adalah tempat gelap itu. Entah mereka tidak tahu pasti apa yang ada di dalamnya dan apakah mereka tetap selamat atau tidak.
__ADS_1
"Ayolah, sampai kapa bertahan disini, aku juga tak kuat lagi, " ucap jubah hitam yang kehabisan tenaga juga.
"Bagaimana jika kita mati di tempat itu? " tanya Flander
"Apa kau sudah mencobanya? segala sesuatu harus di coba dulu biar kita bisa tahu, "
"Baiklah, "
Mereka berdua saling menolak antar satu dengan yang lain, siapa yang duluan masuk di tempat itu. Tempat yang seperti saluran itu kelihatan hitam dan mereka sangat ketakutan.
"Ayo, masuk di tempat itu aku akan nyusul di belakang Mu"
"Apakah ini adalah dunia orang mati? apa ini akan membawa ku kematian? " Flander ketakutan dan Ia tidak berani ke tempat itu.
"Hei, tolong... " Flander teriak minta tolong tetapi tidak ada yang mendengarkannya.
Panas terus terasa, dan Flander tidak tahu harus kemana Ia akan pergi. Bajunya basah karena keringat yang terus bercucuran. Flander sudah pasrah dengan keadaan yang menimpah.
Setelah merasa bahwa dirinya akan mati di tempat itu, Ia teringat dengan anaknya yang masih sangat kecil dan masih butuh kasih sayang dan cintanya. Flander tersadar dan teriak minta tolong.
Rina kaget dan terbangun dari tidurnya.Ia kaget ketika mendengar teriakan Flander yang begitu keras.
__ADS_1
"Mas, kenapa Mas? " Rina menatap Flander dengan rasa ingin tahu.
Flander bangun dari tidur, diambilnya segelas air lalu meminumnya. Rina bingung apa yang terjadi dengan suaminya.
"Mas, kamu mimpi buruk? " tanya Rina
Flander hanya bisa menarik napas yang sangat dalam berusaha mengingat kembali apa yang terjadi dalam mimpinya.
"Aku kira diriku sudah tiada, tetapi itu tidak nyata"ucap Flander yang mengira kalau dirinya sudah mati ternyata itu hanya mimpi bukan kenyataan.
" Mas, kamu bisa menceritakan semuanya? aku tidak menyangka teriakan Mu keras seperti itu, " Rina penasaran apa yang terjadi dengan suaminya sehingga bisa teriak sekeras itu.
Flander menceritakan semua kejadian kepada Rina. Rina mendengarnya dengan serius. Ia juga merasa geli dan sangat takut ketika mendengar itu.
"Mas, aku takut. Kamu baik-baik saja Mas? " tanya Rina sambil meraba-raba tubuh suaminya.
"Aku hampir kehilangan kamu dan anakku " ucap Flander sambil memeluk Rina dan mencari anaknya yang sedang asyik di gendong sama pengasuhnya.
Pengasuh kaget melihat Flander yang begitu panik melihat anaknya.
"Anak aku, baik-baik saja kan? " tanya Flander
__ADS_1
"Pak, ada apa? " Pengasuh itu merasa aneh dengan kelakuan Flander yang begitu panik.