Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Kunjungan Flander


__ADS_3

"Flander, kamu pergi kemana? dalam beberapa bulan ini kamu tak boleh keluar kemana mana dulu! kita akan mempersiapkan berbagai laporan perusahan untuk jadikan presentasi dengan perusahan perusahan lain"


Kata Ibu Retno.


"Tidak Bu, aku pergi sebentar saja, tidak lama"


"Flander, kamu tak bisa melawan Ibu!"


"Ada hal penting yang harus aku lakukan juga Bu, bukan hanya di perusahan saja"


Flander membatah perkataan Ibunya, sambil kemas pakaiannya. Sepertinya Flander butuh beberapa hari di luar.


" Flander, kemana kamu? nanti kalau ketahuan Ayah kamu, gimana? "


"Aku bilang, aku pergi sebentar"


"Tapi Ayah Mu melarang kamu untuk tidak kemana mana dulu"


"Tidak Bu, aku udah banyak melakukan pekerjaan, waktunya aku istirahat aku butuh refreshing"


Flander tidak peduli dengan ucapan Ibunya, Ia pun bergegas keluar rumah.


Ibunya diam tampah bicara, ingin memastikan kemana Putranya pergi.


Flander pergi tampah pamit karena sudah beberapa minggu Ia tidak menjenguk Rina.


"Beritahu Flander, tamu akan datang hari ini, segera Ia siapkan data yang sudah Ia kerjakan kemarin! " perintah Pak Dewa kepada Ibu Retno.


"Pak, Flander ada pergi barusan"


"Kemana Ia pergi? " Suara keras Pak Dewa.


"Ia barusan pergi, tak tahu kemana katanya ada urusan Pribadi"


"Ibu sama anak sama saja, tidak becus"


Lagi lagi Ibu Retno kena imbasnya.


Pak Dewa memberi perintah kepada karyawan lain untuk segera menyusul kemana Flander pergi.


Pak Dewa sudah mencoba menghubunginya tapi nomor handphone tidak aktif.


"Apalagi hukuman yang aku harus berikan kepadanya? " marah Pak Dewa.


"Aku tidak mau tau itu tugas mu mencari Flander dan datangi dia hari ini juga " Pak Dewa menyuruh Ibu Retno untuk ikut mencari Flander.


"Pak, Flander sepertinya butuh refreshing juga Pak, kasian tiap hari berhadapan dengan kerja terus "


"Otak mu memanjakan Flander, bagaimana bisa Ia pergi meninggalkan perusahan dalam situasi seperti ini"


"Kasian Pak sama Flander, biarkan Ia pergi mecari udara segar di luar sana"


" Kamu sama Putra Mu sama saja"


Pak Dewa selalu salahkan Ibu Retno jika Flander melakukan kesalahan.

__ADS_1


"Pak, jangan memberikan hukuman lagi! kasian Flander Ia masih muda, biarkan saja Ia pergi mungkin itu lebih baik"


"Kamu selalu saja membela Flander, jelas jelas anak yang tidak tau bertanggung jawab! "


"Pak, jangan bicara seperti itu! Flander anak kita"


Pak Dewa dan Ibu Retno selalu bertengkar jika Flander membuat masalah.


Ibu Retno melindungi putranya sedangkan sang Ayah tidak mau Putranya dimanja, didikannya agar Flander menjadi anak yang kuat dan bertanggung jawab.


Flander melajukan mobilnya sangat kencang sehingga membuat orang yang mengikutinya tak tahu arah kemana Ia pergi.


Akhirnya karyawan kembali memberitahukan kepada Ibu Retno kalau mereka tidak bisa mengikuti Flander, dan tidak tahu kemana Ia pergi, mereka tidak mendapatkannya.


Ibu Retno sedih takut Putranya dihukum lagi sama Pak Dewa.


"Flander, kamu memang keras kepala, Ibu sudah berusaha selalu membela mu, tapi kamu masih melawannya, kamu tahu kalau Ayah mu sangat keras dengan Mu" ucap Ibu Retno kasian Putranya.


Ibu Retno mencoba kembali menghubungi tapi nomor di luar jangkauan.


" Pak, Flander tak bisa di ikuti, kata karyawan, laju mobilnya sangat kencang"


"Aku sudah bilang, sebaiknya tak ku berikan tanggung jawab perusahan ini kepada Flander"


"Pak, jangan bicara seperti itu, aku tak mau mendengar lagi"


"Jangan begitu bagaimana? anak itu sudah keterlaluan, Ia mencoba ku agar aku memberi hukuman yang lebih berat lagi"


Ibu Retno memohon agar Putranya tidak diberi hukuman lagi.


"Kurang ajar!" marah Pak Dewa.


Mobil Flander melaju dengan cepat akhirnya tiba di tempat tujuan.


Dilihatnya ke arah rumah, kelihatan rumah itu sangat sepi.


"Sepertinya tak ada orang di sana"


Flander menuju tempat dimana Rina tinggal, tetapi tak ada satupun yang dilihatnya. tombol bel sudah ditekannya berulang ulang tetapi tak ada orang yang menjawabnya.


Flander gelisah, sang Istri tak ada di rumah.


"Nenek" panggil Flander


"Rina" panggilnya lagi.


Ia mencoba menanyakan Rina kepada orang terdekat, namun tak mendapatkan jawaban. Orang orang di sekitar situ juga tak tahu kemana mereka pergi.


Flander mencoba menunggu.


Beberapa menit kemudian mobil melaju dengan sangat pelan menuju ke arahnya.


Ternyata mobil Roy yang di tumpangi Rina dan Nenek.


Roy sudah melihatnya dari jauh, Ia sangat membenci Flander.

__ADS_1


Flander melihat ke arah mobil itu, dilihatnya Roy teman lamanya.


Roy keluar dari mobil, dan membukakan pintu mobil untuk Rina, seolah olah mau menunjukan kalau perhatiannya kepada Rina lebih besar dari Flander.


Keluar dari mobil dengan keadaan yang masi lemas, Rina pun kaget melihat siapa yang ada di depan Rumah.


Flander memandang mereka dengan wajah geram.


Tatapan Rina gugup, Ia tak ingin di marahi Flander.


"Beraninya kamu menumpangi orang yang sebenarnya bukan siapa siapanya kamu" ucap Flander kepada Roy.


"Oh ya? ternyata aku baru tahu kalau Rina punya siapa siapa, punya kamu ya? memang kamu siapanya Rina? kok aku baru melihatnya"


"Kamu orang asing, selalu bikin drama dan masuk dalam kehidupan orang lain"


"Aku tak ingin menambah masalah, sebaiknya kamu harus jadi laki laki yang bertanggung jawab"


Flander dan Roy saling beradu pandang dengan perkataan sinis satu dengan yang lain.


Rina tak mau ikut campur, Ia segera masuk ke dalam rumah karena Ia harus istirahat.


"Nak Flander, sudah lama disini ya? maaf Nenek membawa Nak Rina ke Dokter karena selama berapa minggu ini Nak Rina sakit dan tak mau makan. Nenek langsung membawanya ke sana"


" Oh ya Nek tidak apa apa, terimakasih Nek, maafkan aku"


"Kalian berdua masuk saja, Nenek buatkan minum"


Mereka pun masuk dengan wajah culas.


"Kamu siapanya Rina? " tanya Roy sekali lagi


Pertanyaan yang membuat Flander marah. Ia tetap diam tak mau menjawabnya.


"Apakah kamu tamu baru disini? Aku sering kesini malah hampir tiap hari, tapi aku tak pernah melihat wajah baru ini" ganggu Roy lagi.


Flander tetap memilih diam.


"Ada orang tuli di sampingku?" sambil melambaikan tangannya ke arah Flander.


"Jangan mencoba membuatku marah, aku bisa membunuh mu kapan saja! " jawab Flander dengan keras.


"hahaha" Roy tertawa dengan keras


"Kamu membunuhku? Kau memang sedang tidak waras"


Setiap perkataan yang di keluarkan dari mulut Roy, Flander mencoba menahan agar Ia tidak cepat emosi dan marah.


"Bisa hentikan gerakan bibir mu? kamu kebanyakan ngomong, apa kamu perlu secangkir air? "respon balik dari Flander.


" Sepertinya kamu lebih membutuhkan air dari pada aku,


senang ya jadi orang kaya seperti kamu, tiap hari selalu gandeng sama wanita wanita siapa pun yang Kamu suka"


"Aku bilang tutup mulut mu! "bentak Flander.

__ADS_1


"Eh, ada orang sakit di sini jangan buat keributan kamu tamu baru tak ada sopan santunnya" ucapan Roy yang mengumpan agar Flander menambah amarahnya.


__ADS_2