
Ibu Rita sama sekali tak mengeluarkan kata kata.
Dengan membalikan wajah ke tempat lain sepertinya Ibu Rita tak setuju dengan kehadiran Rina di rumah itu.
Flander berusaha membuat Ibunya mengerti, tetapi sama sekali Flander tak di respon Ibu Rita.
"Apakah Ibu sangat marah pada ku?" tanya Flander lembut kepada Ibunya.
Ibu Rita menggelengkan kepala sambil meneteskan air mata kalau Ia sama sekali tak menyukai kehadiran Rina.
Tetapi hal itu tak membuat Rina takut, Rina malah sebaliknya.
"Ibu mertua, aku dan Flander kami saling mencintai" ucap Rina dengan penuh percaya diri.
Ibu Rita menatap putranya karena tak ingin membuat putranya kecewa, akhirnya Rina di suruh untuk tinggal di rumah itu.
Flander dan Rina sangat bahagia karena Ibu Rita menyetujui hubungan mereka.
"Ibu mertua, apakah Ibu tidak ingin melihat cucu Ibu sekali saja?"
Ibu Rita yang sebenarnya tak ingin kehadiran Rina disitu, dan dengan paksa Ia ingin melihat cucu tampannya.
"Oh, sangat lucu" Ibu Rita hanya memandang sepintas saja.
__ADS_1
"Ibu, bisik sedikit di telinganya kalau di sini rumah kita dan disini sangat aman" Flander memberi tahu Ibunya agar putranya tetap aman berada di rumah itu.
"Tidak, aku kira anak Mu sudah mengetahuinya" jawab Ibu dengan perasaan tak suka.
Rina yang melihat respon Ibu Rita, langsung gendong bayinya dan keluar dari kamar itu.
Flander pun mengikuti arah Rina pergi.
"Mas, aku tak suka dengan respon Ibu Mu yang sama sekali tak suka dengan anak kita,"
"Tidak suka bagaimana? jelas jelas ibu sudah menerima kamu dan anak kita untuk tinggal di rumah ini"
"Kamu yakin Mas? aku melihat sepertinya Ibu hanya terpaksa karena kasian sama kamu Mas,"
Rina kesal dengan ucapan Flander yang seolah olah Ia mengetahui isi hati Ibunya.
Sambil menggendong bayinya, Rina merapikan tempat tidur untuk bayinya tidur.
"Sudah, aku istirahat dahulu" Flander pamit kerena dirinya sudah sangat lelah dan ingin tidur.
Wajah Rina cemberut, Ia tak puas dengan kelakuan suaminya yang tidak begitu peduli padanya.
Rina juga ingin bayinya tidur dengan aman di situ.
__ADS_1
Flander tidur lelap, sedangkan Rina masih sibuk dengan bayinya yang tak kunjung tidur.
Karena bayi mereka sangat rewel, Rina pun membangunkan Flander karena Ia tak ingin keributan.
Flander tak lekas bangun, karena tidurnya benar benar sangat lelap. Hal itu membuat Rina sedikit kesal.
Salah satu orang pelayan datang mengetuk pintu kamar karena mendengar suara bayi yang tak kunjung tidur itu. Rina merasa tak enak, dan merasa sangat terganggu dengan orang orang di rumah itu.
Mendengar suara panggilan yang terus menerus, Rina membukakan pintu kamar. Ada seorang pelayan yang di tugaskan Pak Dewa untuk mengurus bayi mungil itu. Tetapi Rina yang tak mau kerepotan itu menolak tawaran. Ia ingin dirinya sendiri yang merawat buah hatinya.
"Tidak apa apa Bu, biar aku saja yang merawat bayinya" kata pelayan itu.
"Sudah, lagian aku tak ada kerja, biar aku saja yang mengurus semuanya" ucap Rina menolak.
"Ibu, aku sudah ditugaskan Pak Dewa untuk merawat bayi Ibu"
Rina mendengar itu, langsung mengalah dan menyerahkan bayinya bersama pelayan itu.
"Maaf ya, membuat Mu kerepotan" ucap Rina
"Ibu, ini memang sudah menjadi tanggung jawab aku, dan Ibu tidak perlu gelisah, aku akan merawatnya dengan baik"
"Baiklah, aku percaya pada Mu"
__ADS_1