
Sudah jam sepuluh malam, Flander tak kelihatan di kamar hotel. Dinner sudah selesai sejak jam delapan tadi, tetapi Flander belum muncul juga. Rina sudah menunggu sangat lama di kamar.
"Bang, coba cek Mas Flander di lantai bawa dong! " Rina panik dengan Flander yang tak kunjung datang.
"Baik Bu, " ucap salah satu karyawan sambil turun mencari keberadaan Flander.
Di ruangan kecil tempat dimana semua orang mencari hiburan. Wanita-wanita seksi dan semua yang bikin mata menyala semua ada di tempat itu. Anggur yang menggugah selera yang bikin Flander lupa untuk kembali lagi ke kamar.
Rina yang penasaran sudah lama menunggu. Salah satu karyawan yang di suruh belum datang-datang juga. Akhirnya Rina ikut turun ke lantai bawa.
"Bu, Hati-hati! ini tempat ramai" ucap Mba pengasuh
"Tak apa-apa, aku hanya takut Mas Flander kenapa-kenapa. " ucap Rina.
"Tapi Bu, sebaiknya tunggu saja disini! nanti juga Pak Flander datang kok, " lanjut Mba pengasuh.
"Aku ke bawa sebentar saja, "
Rina tampah berpikir panjang, Ia turun ke lantai bawa dan menanyakan rungan anggur yang di katakan Flander saat pamit dengannya tadi. Ia mencoba menanyakan satu persatu orang yang sedang asik menikmati pemandangan di situ.
Semua orang yang di tanya, mereka tidak tahu ruangan anggur. Hanya saja kalau ruangan semacam tempat hiburan itu ada di sebelah kanan paling ujung. Rina mencoba ke arah yang di tunjukan. Salah satu pemuda yang melihatnya sendirian mengikutinya dari belakang.
Langkah demi langkah, Rina tak menyadari kalau ada seseorang yang mengikuti dari belakang. Pemuda yang mengenakan baju kaos hitam dan celana pendek seperempat itu berusaha cepat untuk mendekati Rina.
Rina sangat kaget ketika mendengar sentakan kaki yang terus di dengar di belakangnya. Tetapi Rina tidak takut karena pengunjung sangat banyak dan orang orang banyak masi bertengger di luar ruangan. Rina sama sekali tidak takut. Kalaupun ada apa apa Ia bisa teriak meminta tolong.
Dalam perjalanan menuju tempat itu, Ia juga tak melihat karyawan yang di suruh tadi.
"Halo... " sapa pemuda itu.
Rina kaget langsung menoleh ke belakang. Ternyata ada seseorang yang menyapanya.
__ADS_1
"Hai, " Rina membalas dengan singkat, tetapi matanya begitu cepat kembali ke arah depan.
"Hei, " ucap Pemuda itu yang berusaha menarik tangan Rina.
"Eh, kamu jangan sembarang sentuh! " tegur Rina saat Pemuda itu menyentuh tangannya.
"Kamu kemana? " tanya pemuda itu.
"Aku mencari suami ku, "
"Oh ya? sudah bersuami? " tanya pemuda yang berusaha mendekati Rina lagi.
"Sudah punya anak juga, " lanjut Rina.
Pemuda itu memandang Rina dengan heran. Ia tak menyangka kalau wanita secantik dan semuda Rina sudah bersuami dan punya anak.
"Jangan mencarinya di situ! " Ucap Pemuda itu yang melihat Rina melangkah masuk ke dalam tempat hiburan itu.
"Kamu kenapa mengikuti ku? " sambung Rina yang merasa terganggu dengan pemuda itu.
"Kenapa? " Rina tak peduli dan melangkah masuk ke dalam.
Pemuda itu pun dengan takut, langsung masuk juga ke dalam ruangan itu. Rina menunjukan wajah tak suka kepada Pemuda yang mengikutinya masuk. Pemuda itu hanya memandangnya dari jauh kemana Ia melangkah.
Beberapa langkah Ke arah depan, Rina melihat suasana tidak begitu akrab. Rina sempat ketakutan dan berusaha masuk lagi ke dalam. Siapa tau Flander ada didalam situ.
Ketika kakinya melangkah lagi, Ia mendengar musik yang begitu ramai dan teriak sorak sorai menyapa ruangan itu. Sekali lagi Ia melangkah dan di lihatnya semua orang berpasangan sedang asik menggoyangkan tubuh mereka dengan musik yang sangat panas.
Dilihatnya semua wanita yang ada di situ memegang botol anggur dan mabuk mabukan sampai lupa diri. Pandangan yang tidak enak itu, membuat Rina semakin penasaran dengan keberadaan Flander yang pasti ada di dalam situ. Ia terus melangkah dengan wajah yang begitu panik.
Pemuda yang menatapnya dari jauh, sangat gelisah karena Rina berani melangkah masuk ke arah dalam ruangan, tempat dimana buaya mencari mangsa. Pemuda itu mencoba mengejarnya, tetapi Ia berhenti melangkah. Mungkin saja Wanita itu adalah pekerja di situ. Pikirnya.
__ADS_1
Selama beberapa menit, Rina tak lagi dilihatnya. Ia mencoba melangkah dengan cepat ke depan masuk ke ruangan itu. Ia tak melihat keberadaan Rina lagi. Wajahnya panik dan takut. Jangan-jangan wanita itu sudah di terkam buaya buaya liar yang ada di situ.
Saking penasaran dan tingkat kecurigaan yang sangat tinggi, Rina tak lagi peduli dengan apa yang akan terjadi dengan dirinya. Semakin Ia melihat wanita-wanita seksi, semakin pula rasa kecurigaan Rina kepada Flander. Pasti Flander sedang dengan wanita-wanita seksi itu. Pikirnya.
Rina terpojok di dalam ruangan itu. Ia tak tahu arah pulang. Sudah sekian lama mencari-cari, tetapi Flander tidak di temukan. Ia sempat masuk di ruangan-ruangan sempit tetapi Flander tidak dilihatnya. Rina mencoba mencari keberadaan Pemuda yang tadi mengikutinya tetapi tidak Ia temui.
Keadaan semakin panik, dan wajahnya sangat pucat. Kelihatan buaya-buaya liar sudah memandang ke arahnya. Rina sangat takut dan gemetaran. Ia berada di sekumpulan wanita-wanita hot dan Ia terjepit disitu. Wanita-wanita itu menyambutnya dengan suka ria, karena di kiranya Rina adalah pekerja baru di situ.
"Ayolah, buka baju yang tebal itu! " salah satu wanita mengajaknya untuk membuka baju.
"Kamu kok, lugu bangat, " ucap salah satunya lagi sambil mencubitnya.
"Biasa, orang baru kan? Ayo buka! " salah satunya lagi berusaha untuk membuka jaket yang di kenakan Rina.
Semua wanita itu menertawakan Rina yang dilihat sangat lugu dan sopan. Mereka mengajaknya kembali untuk membuka semua pakaiannya. Salah satu wanita yang melihat keanggunan Rina, Ia mengajak Rina ke dalam kamar kecil. Rina di tariknya dengan lembut ke dalam kamar itu.
"Eh, kamu ngapain ke sini? " tanya wanita itu.
"Aku salah masuk, tolong aku... " ucap Rina memohon bantuan.
"Disini tempat tidak baik untuk Mu, dan kamu sangat berani masuk di ruangan ini. " Kata wanita itu lagi.
"Tolong... bawa aku keluar dari sini! aku lupa jalan pulang" lanjut Rina yang sangat ketakutan.
"Bukan waktu nya sekarang. Kamu sudah dalam ruangan buaya dan jika kamu kembali, kamu pasti di makan dan tidak mungkin tidak, ok? " Wanita itu berusaha menjelaskan kalau bukan waktunya pulang sekarang karena suasana lagi sangat ramai.
"Aku melihat Mu lugu bangat, dan aku tau kalau kamu bukan wanita gila. " sambung wanita itu lagi.
"Aku sangat takut... dan apakah tempat ini baik-baik saja? " tanya Rina.
"Kamu tetap disini dan menunggu aku kembali! "ucap wanita itu.
__ADS_1
" Apakah disini aman? aku takut jika ada yang datang ke sini, "
"Ini tempatku, dan jika kamu takut, kamu bisa sembunyikan dirimu di belakang lemari pakaian ku. Aku akan kembali kesini, setelah semua urusanku selesai. " Kata wanita cantik itu.