
Rina terlihat sangat gemetar melihat Josua jatuh tergeletak akibat pukulan Flander. Rina berlari menuju Flander dan memeluk erat Flander.
"Jangan Mas! aku mohon... " ucap Rina yang tidak tega melihat sosok pria yang sebenarnya adalah orang baik di pukul begitu saja.
"Kamu tahu? ini semua salah siapa? kamu keterlaluan Rina! " ucap Flander dengan nada tinggi.
"Mas, dengar penjelasan aku dulu! " kata Rina sambil memohon."
"Penjelasan apa lagi? kamu memalukan! " Flander menolak Rina ke samping dan melangkah lagi ke arah Josua yang sedang tersungkur.
Josua yang masih dalam keadaan tak berdaya, berusaha bangun. Rina yang ketakutan melihat Flander mendekati josua lagi. Ia pun bangun dengan terpaksa menghalangi Flander.
"Mas, cukup Mas! Dia laki-laki baik, namanya Josua. "
Flander tertawa sinis dengan wajah yang tak percaya.
"Apa? Laki-laki baik buat kamu ya? setelah sekian jam aku dan karyawan lelah mencari Mu kemana-mana dan ternyata kamu asyik-asyik di dalam tempat hiburan itu."
"Mas, cukup! apa yang kamu pikirkan? kamu buta Mas, Dia yang menolong aku di dalam. Aku hampir saja tidak selamat jika tak ada Dia. " ucap Rina.
"Oh, ya? kok aku baru tahu sekarang. " ucap Flander tidak percaya.
"Aku juga mencari Mu, aku kira kamu ada di tempat itu, karena kamu sempat bilang ke aku, kalau kamu akan pergi mencari anggur yang enak dan anggur itu kesukaan Mu Mas, "
"Kamu pintar berakal Rin, aku kecewa sama kamu! " Flander sambil melangkah pergi meninggalkan Rina dan Flander yang masih dalam keadaan lemah.
"Mas, kamu jangan tinggalkan anak orang begitu dong Mas! " ucap Rina memohon. Karena Ia tidak tega meninggalkan Josua yang masih lemas dan keadaannya pun begitu parah.
Flander tetap tidak peduli dengan apa yang Rina katakan. Ia melangkah pergi dan Rina bingung menyusul Flander atau kembali menolong Josua yang telah menolongnya juga.
Melihat Rina yang kebingungan, Josua membiarkan Rina menyusul Flander suaminya.
__ADS_1
"Sudah. Kamu harus pulang bersama laki-laki itu! " ucap Josua.
"Tapi... bagaimana dengan kamu? " tanya Rina.
"Sudah. Aku baik-baik saja. Kamu harus cepat ke sana! " ucap Josua yang juga merasa peduli dengan Rina.
"Tapi, aku akan panggilkan seseorang untuk menolong Mu disini, aku tidak tega melihat Mu begini. "
"Kamu jangan khawatirkan aku! kamu harus cepat nyusul suami Mu. Aku sudah menelpon seseorang untuk segera datang. " ucap Josua.
"Ok.Baiklah." ucap Rina sambil meninggalkan Josua.
Setelah beberapa langkah menyusul Flander dari belakang, Rina kaget dan berhenti sejenak melihat pemandangan yang ada di depannya itu.
Elsa dan Flander tidak sengaja bertemu di tempat itu. Elsa yang dengan buru-buru karena di telpon oleh Josua. Dan Flander pun terburu-buru untuk kembali ke kamar nginapnya. Akhirnya mereka berdua berhenti dengan tatapan bingung sama bingung. Mengapa keduanya bisa bisa berada ditempat itu.
Mereka hanya berhenti saling tatap tampah bicara.Entah siapa yang akan membuka duluan suara. Flander berpikir kalau Elsa akan ke tempat hiburan itu. Tetapi Elsa tidak seperti yang Flander pikirkan sekarang.
Karena rasanya sudah lama di tempat itu, Elsa yang menunggu Flander akan menyapanya duluan, ternyata tidak juga. Elsa pun dengan cuek dan sedikit jual mahal melangkah maju untuk melewati Flander. Ketika kakinya melangkah ke arah kiri dari Flander, Flander pun melangkah juga ke kiri.
"Hey, kamu? " ucap Elsa yang merasa kesal.
Elsa yang mengenakan rok pendek di atas lutut, switer hitam dan kaos kaki hitam menutupi paha putih. Dan juga sepatu hack yang kelihatan begitu seksi. Tubuhnya yang ramping, dengan rambut panjang bergelombang mendekati pinggangnya itu.
Elsa yang masih culas hanya melirik Flander sebelah mata.
"Aku tahu, kamu pasti akan ke tempat itu. " ucap Flander yang mencurigai Elsa akan menghibur diri di tempat hiburan itu.
Sedangkan Elsa yang sama sekali tidak tahu tempat itu. Dan Ia baru saja menginjak kaki di hotel itu.
"Otak Mu sedang tidak waras? apa urusan Mu? " tanya Elsa marah.
__ADS_1
"Aku tak mengijinkan kamu ke sana! " ucap Flander peduli.
"Ada apa? " Elsa bingung melihat tingkah Flander.
Ketika Elsa melangkah ke arah kanan Flander, Ia melihat Rina yang sedang menatap drama yang sedang mereka lakukan di depan mata.
"Ini adalah waktu yang bagus buat Rina tersiksa. " ucap Elsa dalam hati.
Elsa tidak pikir-pikir lagi, langsung mendekati Flander dan memeluk Flander dengan sangat erat dan makin mesra. Elsa menikmati peluk hangat ke tubuh Flander. Flander yang tidak menyangka jika Elsa akan melakukan itu padanya.
Flander yang merasa tidak enak, akhirnya tangannya pun ikut menyentuk tubuh Elsa.
Sambil memeluk Flander, Elsa tersenyum sinis dan bahagia karena sudah membuat sakit hati. Flander tak menyangka dan sama sekali tidak menyadari kalau drama yang mereka lakukan sedang di tonton oleh Rina dari belakang.
Rina yang tak kuat menahan melihat Elsa, akhirnya tetap melangkah dengan berani maju karena tak ada jalan lain lagi. Flander yang tidak menyadari hal itu, melihat Rina melangkah melewati mereka berdua yang sedang dalam pelukan hangat. Tak di sangka juga, dalam waktu yang sama Josua ikut menyusul karena menunggu Elsa terlalu lama.
Betapa geram hati Josua, ketika menatap sang calon tunangan berada dalam pelukan laki-laki lain. Josua dengan keadaan yang masih sakit, melangkah maju dengan cepat dengan wajah yang begitu emosi. Elsa yang melihat Josua, langsung lepas tangannya dari pelukan Flander. Ia tak menyangka kalau Josua ada di situ juga.
Flander pun sebaliknya, karena karena Ia melihat Rina yang tidak peduli dengan tingkah mereka, padahal Rina merasakan luka yang begitu amat dalam.
"Park... " bunyi tendangan dari belakang, dan Flander pun langsung terjatuh seketika.
Rina yang masih belum jauh dari tempat itu, akhirnya berhenti sejenak. Bunyi apa yang barusan di dengarnya. Ia sempat tak mau peduli tetapi hatinya memaksa untuk menoleh ke belakang. Tidak menduga dilihatnya Flander sedang tersungkur, dan Josua maju sekali lagi memegang kerak baju Flander.
"Oh, tidak... " teriak Rina sambil menuju ke arah tempat pertengkaran itu.
Josua kaget melihat Rina yang ada di depannya. Josua pun membatalkan pukulannya ke Flander.
"Cukup Josua! " ucap Rina sambil menangis.
Walau hatinya tercampur luka, Rina tak mau Flander dipukul Josua. Elsa hanya menatapnya heran dan bingung. Kelihatan Josua dan Rina saling kenal.
__ADS_1
"Kamu laki-laki yang tidak punya perasaan. " ucap Josua sekali lagi ke Flander.
Josua kembali melihat Elsa, dengan marah tangan Elsa ditarik keras meninggalkan tempat itu. Flander tidak puas dengan apa yang sudah di lakukan Josua kepadanya.