
Suara mobil di depan rumah, Rina mengintipnya lewat jendela kamar. Entah mengapa hati Rina hancur ketika melihat Elsa dengan wajah anggun dan juga mengenakan pakaian mewah dan seksi sedang menuju pintu masuk.
Flander sudah menyiapkan semuanya.
"Apa kamu tak ikut keluar bersama ku? " tanya Flander
"untuk apa aku keluar? " Rina bertanya dengan gugup.
"Sudah, jangan banyak bicara! ini bukan saatnya" Flander tetap bersih keras agar Rina cepat keluar dari kamar itu.
"Aku sebaiknya disini saja, tak pantas aku berada di depan bersama mereka"
Flander tak lagi bicara banyak, menarik Rina keluar bersama anaknya. Semua mata memandang ke arah mereka, dan Rina gugup tidak tahu harus bicara apa.
Dengan tatapan yang aneh dan heran, Elsa tak percaya kalau Flander sedang bersama wanita lain selain dirinya. Ia tak tahu kalau Flander menikah sudah sangat lama.
"Flander, ada apa? " Elsa bangun dan menatap Flander dengan pandangan tidak percaya.
__ADS_1
Flander mulai dengan kata kata pembuka yang sopan dan hormat kepada keluarga Ibu Retno. Selain meminta maaf terlebih dahulu, Ia juga memberikan rasa hormatnya kepada keluarga yang ada disitu.
Flander memberitahukan semuanya. Ibu Retno tak bisa menelan minumnya langsung batuk dan melepaskan segelas minuman di atas meja. Dengan wajah sinis tak suka kepada Flander dan Rina.
"Pak, inikah yang di ajarkan dari kalian? seburuk inikah Putra kalian? " Ibu Retno bertanya sambil memandang ke arah Pak Dewa.
"Cukup! ini adalah kemauan ku bukan mereka" jawab Flander dengan keras.
"Flander! " Pak Dewa membantah Flander karena ucapan yang terlalu kasar kepada Ibu Retno.
"Ayah, ini urusanku! aku bukan anak kecil lagi yang selalu di atur dan aku harus ikut semuanya" jawab Flander tegas.
"Bu, sebaiknya kita tinggalkan tempat ini" Elsa mengambil tasnya dan segera keluar dari kursi yang sempat Ia duduk.
"Elsa, harusnya kami lebih sopan" ucap Ayah Elsa.
"Sudahlah Pak, aku tidak mau bekerjasama dengan manusia semacam ini, apalagi si anak bodoh itu" ucap Ibu Retno sambil memandang ke arah Flander.
__ADS_1
"Tutup mulut kamu! " suara bentakan dari Ayah Elsa.
Ibu Retno yang juga takut pada suaminya, Ia pun duduk kembali dan wajah nya yang sinis itu memandang Rina dari ujung rambut sampai telapak kaki.
Elsa tertawa mencibir Rina, Ia mengatakan kalau Rina tak selevel dengan dirinya. Tetapi Rina tak pedulikan omongannya. Ia tetap berdiri tenang dan juga anaknya yang digendong salah satu pelayan yang merawatnya.
"Rina? nama macam apa itu? " Elsa tertawa sinis dengan menyebut nama Rina.
"Elsa! " bentak sang Ayah.
"Ayah, "
"diam kamu! " Ayahnya Elsa merasa malu ketika melihat tingkah anaknya yang sama persis dengan Ibunya.
"Kalian memalukan! "
Pak Dewa yang tadinya tenang akhirnya berdiri berbicara memohon maaf kepada keluarga Ibu Retno seolah olah keluarganya yang bersalah. Pak Dewa berbicara pelan dan sepertinya hatinya tidak tega melihat menantunya Rina di cibir.
__ADS_1
"Sudah Pak, ini bukan permasalahan yang harus kita ribut disini, tetapi ini masalah perasaan yang tidak bisa kita paksa. " Ayah Elsa selalu bijak menanggapi kejadian itu.
"Baik Pak, aku pergi" Elsa mengambil tasnya tampah pamit langsung meninggalkan semua orang yang ada disitu. Sangat tidak sopan, karena Pak Dewa belum selesai bicara. Ia merasa sangat bosan karena kejadian itu sangat menyakiti hatinya. Apalagi Ayahnya yang selalu berbicara keras kepadanya.