Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Episode 49


__ADS_3

"Bu Rina, ada apa? " tanya karyawan kerja.


"Kalian bantu dorong kursi rodanya Ibu untuk keluar! " Wajah Rina merah dan air matanya membendung tak tahan menangis.


"Ibu, baik-baik saja kan? " tanya seorang pelayan yang sering dekat dengan Rina.


"Ia Mba, akau baik-baik saja" jawab Rina


Pelayanan itu yang tidak tega melihat Rina di perlakukan keras oleh Ibu Rita. Pelayanan itu mengikuti arah Rina pergi. Ia khawatir kalau Rina sempat di jambak atau di sentuh tubuhnya oleh Ibu Rita.


"Bu, benar Ibu tidak di apa- apakan sama Bu Rita? "


"Ia Mba, aku baik-baik saja" Rina tak menahan tangisnya di depan pelayan itu.


Rina segera masuk ke dalam kamar dan pelayan itupun di ajak Rina ikutan masuk ke dalam kamarnya.


"Dengan cara apalagi Mba aku harus bertahan di rumah ini? aku di buat seperti anak kecil tidak ada yang menghargai. "

__ADS_1


"Bu, masih ada kami yang selalu menyayangi Ibu. Harus sabar Bu! " Sambil mengelus rambut Rina dengan wajah sedih.


Suara sentak sepatu terdengar sedang menaiki tangga menuju lantai atas. Rina masih dalam tangisan di dalam kamar. Rina tidak sadar kalau Flander sedang menuju ke kamar.


Ketika Flander sedang masuk ke dalam rumah, tak seorangpun menegurnya. Semua yang ada di rumah itu hanya saling pandang memandang antara mereka karena takut kalau Flander akan sangat marah jika Ia tahu kalau Rina dibuat kasar oleh Ibu Rita.


Flander merasa sepertinya ada yang aneh. Keadaan rumah sangat hening. Padahal banyak Pekerja di sana, tapi tak satu orangpun membuka suara. Flander terus melangkah menuju ke dalam kamarnya.


Seorang pelayan sedang menghibur dan memberi kekuatan kepada Rina tak menyangka kalau Flander akan masuk ke kamar itu.


Ia melewati ruang tengah, sambil melihat dan mencari keberadaan Rina. Biasanya Rina selalu menyapanya jika Ia datang. Tapi kali ini Rina tak ada di situ.


"Ada apa sebenarnya? beritahu aku! " ucap Flander yang masih berdiri di pintu masuk kamar.


Mereka serentak kaget melihat Flander sudah ada di depan pintu kamar. Pelayan yang sedang duduk langsung bangun dengan perasaan takut. Rina yang masih dengan berlumuran air mata di wajahnya.


Flander memandangnya dengan sedih campur marah.

__ADS_1


"Ada apa Mba? " tanya Flander pelan kepada Pelayan itu.


"Maaf Pak, aku juga tidak tahu. aku melihat Ibu sedang menangis makanya aku berusaha menghibur dan menanyakan ada apa, tapi tak di jawab Pak, " Pelayan berusaha agar menghindar dari masalah. Karena jika Ia jujur maka akan bermasalah juga dengan Pak Dewa dan Ibu Retno. Ia takut kalau Ia akan di pecat nantinya.


Flander melangkah masuk ke dalam kamar dan mengangkat wajah Rina yang masih sedih. Rina berusaha untuk berhenti menangis tapi air matanya terus mengalir. Ia sudah mengusapnya berkali-kali tapi tapi pipi yang merona itu masih saja terlihat basah.


"Rin, ada apa sebenarnya? aku yakin pasti ada yang berbuat kasar pada Mu"


"Aku tidak apa-apa Mas, tidak ada orang yang kasar pada ku"


Flander keluar dari kamar dan berusaha bertanya kepada karyawan-karyawan kerja di situ tapi mereka semua menjawab kalau mereka tidak mengetahui.


"Baik, jika aku mencaritahu nya sendiri, maka kalian semua akan saya pecat! " kata Flander dengan nada tinggi.


"Mas, jangan Mas! " Rina menarik tangan Flander agar masuk ke dalam kamar.


"Mas, mereka semua tidak tau apa apa. "

__ADS_1


Rina menceritakan semua kejadian tadi kepada Flander. Dengan memohon agar Flander tidak melakukan apa-apa dengan Bu Retno dan juga Pak Dewa. Flander juga ikutan kesal karena menyampaikan laporan perusahan tampah sepengetahuannya.


__ADS_2