
" Siapa yang bisa menolong Mu disini? kamu teriak sampai pita suara putus pun tak ada yang bisa mendengarkan Mu selain aku" kata jubah hitam itu.
Flander sudah sangat lelah, Ia tak bisa kemana-mana. Yang dilihatnya hanya tempat yang seram itu.
"Aku tak mungkin ke sana, aku harus mencari cara biar aku bisa keluar dari tempat ini. " Flander bicara dalam hati.
Sambil melihat sana sini dan bergerak menuju batu besar yang ada di sampingnya. Flander berusaha memanjat batu besar itu tapi tak bisa. Batu yang sangat besar sepertinya Flander harus mengangkat batu itu.
"Kamu kemana? aku sudah bilang tidak ada pintu keluar disini selain ke tempat itu" Jubah hitam menunjuk ke arah tempat yang gelap seperti lubang pembuangan. Lubang itu sangat kecil dan Flander sangat takut melihat tempat itu.
"Ayolah, bawa aku keluar! " Flander meminta dengan nada keras.
"Aku sudah bilang, kita keluarnya lewat disitu"
"Tidak, itu tempat pembuangan kotoran, kamu sendirian ke sana, " Jawab Flander menolak.
Tak lama kemudian, Flander pingsan tak sadarkan diri. Jubah hitam berusaha menariknya dan ingin mengantarkannya ke tempat gelap itu.
Jubah hitam berusaha menarik Flander dengan sangat kuat hingga jubahnya tersangkut di batu besar itu. Ia tak sadar kalau bajunya tersangkut.
"Wah, anak ini berat amat" Jubah hitam berhenti sejenak karena tenaganya sudah tak kuat. Tapi Ia tetap berusaha menarik Flander dengan jubah hitamnya.
__ADS_1
Keringatnya pun bercucuran. Ia tak mampu lagi mengangkat Flander. Akhirnya Ia pun melilit tubuh Flander dengan jubah hitamnya mencoba mengangkat kembali.
"Yes, berhasil juga" kata jubah hitam itu.
Flander tersadar karena tubuhnya dililit semua kain hitam. Ia berusaha meronta tetapi tak bisa.
"Lepaskan aku! kemana kamu akan membawa ku? "
Jubah hitam itu tak mau mendengarkannya dan terus menyeretnya mendekat ke tempat gelap itu. Sepertinya jubah hitam tak kuat lagi Ia sangat lelah dan tubuhnya berkeringat.
Ketika jubah hitam sudah mulai lelah, Flander mulai pelan-pelan membuka lilitan itu, sehingga terlepas juga kain hitam yang mengikat di tubuhnya.
Flander mencari pintu keluar dengan mendorong pelan-pelan batu besar itu. Ia yakin kalau dibalik batu itu ada pintu keluar yang akan membebaskannya dari kegelapan.
Flander tetap berusaha mendorong batu besar itu, tetapi usahanya sepertinya tidak menghasilkan apa-apa hingga membuat dirinya juga kelelahan.
"Kamu tetap tak mau ikut bersama ku? " tanya jubah hitam itu.
"Aku tidak akan ikut bersama Mu" ucap Flander
"Jika kamu tetap disini, maka kamu tidak akan bisa keluar dari tempat ini, jalan satu-satunya hanya ke tempat gelap itu saja"
__ADS_1
"Tapi aku yakin, di balik batu besar itu ada jalan keluar, "
"Kamu telah berbuat kesalahan yang sangat besar, kamu harus menanggung risiko dengan melewati jalan gelap itu. "
"Kesalahan apa yang telah aku buat? aku tidak bersalah pada Mu, "
"Kamu tidak bersalah pada ku, tetapi kamu telah melukai hati kedua orang tua Mu, aku hanya membantu Mu untuk selamat dari tempat ini karena tempat ini sangat bahaya. "
"Kamu menjebak aku lagi kan? " tanya Flander tak percaya.
"Aku tidak mengajak Mu bercanda dalam situasi seperti ini, aku juga sangat takut jika berlama-lama di tempat ini. "
"Bagaimana aku percaya kepada Mu, kita tidak saling mengenal, "
"Jika kita tidak saling mengenal, mengapa kita bisa bertemu di tempat ini? "
"Aku tidak tahu, aku tetap tidak percaya kepada Mu, "
"Terserah kamu, jangan lewat dari dua jam disini"
"mengapa? "
__ADS_1
"Nyawa kita tidak akan selamat "