
Suasana di rumah Pak dewa tidak seperti dulu lagi, yang seharusnya sibuk setiap hari tetapi kini hanya diam membisu. Keadaan Pak Dewa cukup parah. Ia mengalami stroke berat yang membuat anggota geraknya tak bisa berjalan.
Kini hanya Flander seorang diri, yang harus menangani perusahan sendiri. Tetapi itu tidak membuat Flander sedih malah Flander merasakan yang sebaliknya. Ia tak lagi sungut-sungut setiap hari memikirkan masalah perusahan.
"Ayah, aku pulang ke rumah ya, nanti aku kembali" Flander pamit pulang ke rumah karena sudah dua hari Flander menjaga di rumah sakit dan tidak bekerja.
Tapi Pak Dewa tidak bisa menjawab, Flander langsung pulang ke rumah.
Flander menyetir mobil dengan sangat cepat. Ia gelisah dengan keadaan perusahan yang kini ada di tangannya.
Setiba Di rumah Flander buru-buru ke kamar dan siapkan diri untuk bekerja.
"Rin, ambil tas dan semuanya! aku harus menyelesaikan semua urusan kantor dan harus buat pertemuan dengan semua karyawan hari ini juga" kata Flander.
"Mas, Ayah dengan siapa di sana? " Rina kembali bertanya.
__ADS_1
"Ada dua orang di sana, aku harus cepat-cepat ke kantor Rin, "
"Baiklah Mas, " ucap Rina sambil menyiapkan pakaian Flander.
Tiba di kantor jam sembilan pagi, Flander di sambut baik oleh semua karyawan di kantornya. Tetapi suasana kantor agak hening setelah seminggu Pak Dewa tak ada di situ. Yang sebelumnya rame dan sangat tertib, ada yang terburu-buru kerena Pak Dewa memang sangat keras jika ada yang terlambat masuk kantor.
"Kita ada rapat hari ini, sampaikan kepada semuanya! " ucap Flander kepada salah satu karyawan kantor.
"Baik Pak, " jawab karyawan.
Semuanya panik dengan tiba-tiba Flander membuat pertemuan, biasanya dua bulan sekali Pak Dewa membuat pertemuan di kantor. Semua belum siap tapi harus mengikuti pertemuan hari itu juga. Ada yang tidak hadir karena melihat seminggu ini Pak Dewa dan Flander tidak ke kantor.
Flander sudah menunggu duluan di ruang pertemuan, sedangkan sebagian karyawan ada yang belum datang. Hal itu membuat Flander sangat marah.
"kok, jumlah karyawannya sedikit sekali? ada yang sudah mengundurkan diri?" tanya Flander dengan sedikit culas.
__ADS_1
Beberapa karyawan yang ada disitu tidak menjawab. Mereka saling memandang satu dengan yang lain.
"Loh, kalian tuli atau apa sih? " Flander mencoba untuk menahan emosi.
Tak lama kemudian muncul satu persatu masuk ke dalam ruangan. Flander hanya menatap mereka satu persatu. Setelah semuanya duduk, Flander tidak langsung bicara, hanya melihat mereka tampah bicara apa-apa. Semuanya menunduk ketakutan.
"Apa kebiasaan ini yang sering kalian lakukan selama ini? " tanya Flander
Mereka diam saja, tidak ada yang menjawab.
"Aku tanya sekali lagi, kalian sering lakukan hal yang sama seperti ini? " tanya Flander dengan sedikit menahan emosi lagi.
"Maaf Pak, kami bersalah" jawab salah satu karyawan
"Aku tidak menanyakan kalian bersalah atau tidak, jadi jawab sesuai yang aku tanyakan! " Ucap Flander dengan suara keras.
__ADS_1
"Tidak Pak, " semua karyawan menjawab serentak.
Flander pun menjelaskan semuanya kepada karyawan-karyawannya kalau keadaan perusahan sedang tidak membaik, apalagi kondisi Pak Dewa saat ini sedang sakit. Flander juga menjelaskan semua peraturan baru di perusahan mulai dari masuk jam kerja, dan juga membentuk kembali organisasi yang sudah ada sebelumnya.