Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Flander Kesal


__ADS_3

"Syukur, tidak ada terjadi apa-apa dengan anak ku" ucap Flander sambil menggendong anaknya dengan erat.


Pengasuh dan semua yang ada di situ bingung melihat tingkah Flander yang begitu aneh.


"Bu, ada apa dengan Pak? " tanya salah satu pekerja di rumah itu.


"Mungkin lagi ingat sama anaknya, dari kemarin tidak di jenguk anaknya, " kata Rina mengelak.


"Oh ya Bu, maaf Bu, kiranya ada apa-apa"


"Tidak ada apa-apa, "


Rina kembali ke kamar karena Flander sudah membawa anaknya duluan. Flander memeluk kuat anaknya. Ia sangat takut kehilangan anaknya karena mimpinya yang sangat buruk.


"Mas, kenapa kok percaya amat sih? "


Rina tidak peduli dengan apa yang terjadi dalam mimpinya Flander. Ia tidak mengerti mengapa suaminya begitu takut dengan mimpinya kemarin malam itu.


"Bukannya aku percaya, tapi seandainya kamu di posisi ku dan kamu juga ada dalam mimpi itu mungkin saja kamu juga akan depresi, "

__ADS_1


"Tidak begitu juga Mas, aku biasa saja."


"Buktinya, kemarin pas aku cerita, kamu juga ketakutan kan? "


"Tapi kan awal-awal saja Mas, bagaimana tidak takut? teriakan Mu seolah-olah ada hantu yang datang, "


"Ah, kamu bohong nyatanya kamu memeluk aku ketakutan" ucap Flander


"Aku memeluk Mu, itu karena memang aku lagi ingin tidur bukan memeluk Mu karena takut " Rina menyangkal dengan suaminya.


"Kamu jadi pintar berbohong ya? " Flander sedikit kesal dengan sang istri yang terus menyangkal.


"Maksudnya kita tidak usah terlalu takut Mas, yang namanya mimpi yang baik atau buruk itu hanyalah mimpi, Orang-orang pernah bilang anggap saja bunga tidur Mas, jangan terbawa ke dunia nyata, "


Rina berusaha untuk menjelaskan ke suaminya agar jangan terbawa ke dunia nyata. Tetapi Flander tetap menolak karena Ia yakin kalau mimpinya itu benar dan itu merupakan peringatan kalau dirinya sudah menyakiti hati Orang tuanya.


"Sudah, yang mimpi itu aku, kalau tidak percaya terserah, "


"Aku kan kasian Mas, karena melihat Mu ketakutan. Aku tak mau hanya karena Mimpi itu semua pikiran Mu jadi kacau, "

__ADS_1


"Kamu tidak mengerti juga ya? ya wajar kalau aku ketakutan kan aku yang mengalami mimpi itu, " Ucap Flander sedikit marah.


Flander tidak terima dengan pernyataan Rina. Ia tak mau kalau Rina tetap cerewet.


"Ya sudah Mas, "


Rina memilih untuk tidak lagi berbicara banyak kerena melihat suaminya dengan wajah marah kepadanya. Flander berekspresi tidak suka. Ia terus menggendong anak di pangkuannya. Sementara Rina tetap asik dengan pekerjaannya.


Flander dengan sikap sensitif yang tidak mau mengalah. Setiap kali pertengkaran yang lebih mengalah adalah Rina. Tetapi Rina tetap bersabar meski yang dikatakan itu benar.


Saat Rina memilih mengalah, Flander merasa puas dan juga Ia memilih diam. Tetapi dengan begitu Flander akhirnya tetap merasa bersalah juga. Flander bukan tipe orang yang egois tetapi Ia hanya ingin ada orang yang menenangkan hatinya.


Bukan berarti Flander tak mau mengalah. Rina mengerti dengan sikap suaminya karena Flander adalah laki-laki yang kuat dan mungkin Ia sedikit keras kepala.


Rina berpikir kalau bukan dirinya yang menguatkan Flander, siapa lagi yang akan membuat suaminya merasa tenang.


"Baiklah, kamu harus makan! biar aku saja yang menggendongnya." ucap Rina sambil mendekati anaknya.


Flander membiarkan Rina menggendong anak mereka. Rina sudah menyiapkan semua makanan untuk Flander. Flander menyuruh Rina untuk tetap duduk menemaninya makan.

__ADS_1


__ADS_2