
Amerika tempat keduanya bersama sama, dan menjalin kedekatan.
Awalnya tiga minggu saja, lama kelamaan akhirnya sampailah sebulan.
Keduanya tak kunjung pulang.
Sikap manja dari Elsa yang membuat mereka tak segera pulang.
"Aku harus pulang, karena banyak urusan perusahan yang harus aku kerjakan dan aku tidak bisa disini terus."
" Kata Pak Dewa tugasnya bisa diberikan kepada orang laen yang mengerjakannya" bantah Elsa.
"Ayah tak tahu kalau di sana membutuhkan aku, jika aku berlama lama disini, perusahan bisa hancur."
" Jika kamu ingin pulang tidak apa apa, aku akan menelpon Ayah Mu kalau aku masi membutuhkan Mu disini, lagian aku juga punya urusan penting disini, masa kamu tinggalkan aku sendirian."
Flander menghela napas, tidak tau Ia harus berbuat apa lagi disitu, rasanya buang waktu saja.
"Ayah dan Ibu memang sama sama gilanya, selalu membuat keputusan yang salah."
Flander ingin pulang tetapi bagaimana caranya, ancaman Elsa yang membuatnya tak berdaya, Karena Ayahnya selalu di pihak Elsa.
" Ayah, Aku bisa pulang sekarang? untuk apa aku disini hanya menemani wanita ini saja? banyak yang harus aku selesaikan, pekerjaan ku yang tidak bisa di gantikan oleh siapa pun. " Flander menelpon Ayahnya.
" Kamu memang anak yang sangat keras kepala, sudah di kasi tahu tapi tidak mengerti juga, otak Mu sudah eror. " Marah Pak Dewa.
"Baik Ayah, " menutup telponnya.
Sepertinya, Flander mengerti mengapa Ayahnya melakukan itu. Semuanya demi kelancaran perusahan.
Hari demi hari mereka lalui, menghabiskan waktu di Amerika dengan cukup lama.
Elsa telah menyimpan rasa Cintanya kepada Flander, rasanya tak ingin jauh dari Flander.
Tapi Flander tetap dengan keangkuhannya.
"Flander, sepertinya aku lagi tidak enak badan, tolong beri aku air hangat!" jerit Elsa karena Ia benar benar sakit.
" Kamu kenapa?" sambil memegang tangan Elsa.
Elsa kelihatan pucat tubuhnya lemas, akhir akhir ini Elsa terlalu banyak kesibukan, akhirnya lupa waktu istirahat.
Flander mengantar Elsa ke Rumah Sakit dan menemaninya di sana.
kali ini Flander serius menemani Elsa merasa kasihan hingga Flander pun membatalkan waktu untuk pulang.
"Harus kuat, ada aku disini aku akan menjaga Mu hingga sakit mu sembuh. " Kata Flander menguatkan Elsa.
" Tapi kamu harus pulang, banyak yang harus kamu kerjakan di sana"
"Tidak Elsa, aku tetap disini, aku di samping Mu."
Kondisi Elsa sangat parah, sakitnya tak kunjung membaik yang membuat Flander ingin terus di sampingnya.
Flander merasa sedih, dan mengkhawatirkan keadaan Elsa.
Elsa yang selalu semangat di setiap harinya kini hanya berbaring lemas di tempat tidur.
"Elsa, aku menginginkan Mu agar segera sembuh, aku ingin melihat mu tersenyum kembali. " Ucap Flander peduli.
Sudah seminggu di rumah sakit, Flander berharap agar Elsa cepat sembuh dari sakitnya.
__ADS_1
Ayah dan Ibu Elsa memberikan kepercayaan kepada Flander, mereka tahu kalau Flander adalah Pria yang baik.
"Flander," panggil Elsa sedang tidur.
Flander bangun dari tempatnya dan melihat Elsa nyatanya Elsa sedang tidur.
" Elsa, aku menyayangi Mu, aku selalu menjaga Mu." Ucap Flander sambil memegang erat tangan Elsa.
"Aku ingin kamu tetap di sampingku, jangan jauh dari aku!" ucap Elsa.
"Tidak, aku tidak akan meninggalkan Mu dengan keadaan Mu seperti ini, apa kamu menginginkan sesuatu?"
" Aku ingin kamu membuatkan aku bubur dan teh manis. "
Flander sibuk membuatnya bubur dan teh manis, apapun yang di minta Elsa akan Ia lakukan demi kesembuhan Elsa.
"Bubur yang enak, aku sangat suka. " Ucap Elsa sambil menikmati makanan itu.
"Sepertinya kamu berbakat, aku menyukainya"
"Itu bubur yang selalu aku buatkan jika aku sedang tidak enak badan"
"Jadi, kamu memang terbiasa, selain tampan kamu juga rajin memasak, beruntung wanita yang memiliki Mu. "
Mereka pun selalu memandang satu dengan yang lain, menyimpan rasa cinta dan sayang.
" Flander... " panggil Elsa.
"Ia, bagaimana?"
" boleh aku bertanya?"
"boleh, Apa yang ingin kamu tanyakan?"
Pertanyaan yang berat tapi Flander harus menjawabnya.
Flander bingung Apa harus dijawab. Ia mempunyai istri tapi Ia tak pernah melakukan itu kepada istrinya.
" Flander,"
"ia Elsa"
"bagaimana kamu pernah melakukannya?"
" tidak Elsa, ini pertama kali untuk Mu"
Elsa tersenyum bahagia mendengar jawaban Flander, Sepertinya Ia masi bisa memberi harapan cinta dari Flander.
"Rasanya jawaban mu mengurangi sedikit sakit ku, aku harap kamu tetap dengan ku dan tidak berubah. "
Flander diam sejenak, memikirkan bagaimana dengan Rina jika Ia memberi Cinta untuk Elsa, Ia bingung memikirkannya, apakah Ia harus mengakui jika dirinya sudah menikah dan kalau Ia mengakui, bagaimana dengan tanggapan Elsa yang saat ini lagi terbaring lemas karena sakit parah.
" Ah, aku tidak enak aku takut jika aku memberitahunya malah akan menambah keadaan buruk, jangan membuatnya pikiran dan dan menambah sakit. "
"Flander, kelihatan kamu memikirkan sesuatu"
" tidak, aku hanya memikirkan bagaimana keadaan Mu"
"yang benar saja Kamu," Elsa tersenyum malu.
"Selamat pagi Pak, Ibu Elsa sudah membaik dan bisa pulang ke Rumah"
__ADS_1
" Yang benar dokter?" Flander tersenyum bahagia mendengar itu, Flander pun dengan semangat membereskan semua administrasi Rumah sakit, dan mereka segera pulang ke rumah.
"Flander aku bahagia bersama kamu, apakah selanjutnya akan begini?"
" Apanya?" tanya Flander bingung.
" bisa bersama ku, menemaniku kemana pun aku pergi dan akan selalu menjagaku."
"Ia semoga "
"kok semoga sih, kamu ada wanita lain selain aku? tidak apa apa" ucap Elsa merajuk.
"Elsa, bukan begitu maksud aku, kamu kan tahu pekerjaanku sangat banyak malah di rumahku saja aku tidak punya waktu. jadi, aku harap kamu mengerti."
Elsa diam membisu, sepertinya tak suka dengan perkataan Flander. Ia ingin Flander selalu menemaninya karena Ia ingin bahagia seperti sekarang yang telah dilakukan Flander untuknya.
" Elsa, Kamu kenapa?"
"tidak kenapa kenapa kok, " ucap Elsa sambil menghapus air matanya.
" Elsa, Aku tidak enak jika melihat mu menangis, maafkan aku atas ucapan aku tadi, aku akan selalu bersama mu."
"Kamu bohong"
"Benar Elsa, Aku janji" ucapan Flander sambil menatap mata Elsa dengan tajam.
Elsa kembali menatapnya, membuat suasana menjadi dingin, keduanya sedang jatuh cinta.
Tatapan mereka semakin dekat dan akhirnya...
" Ah, kakiku terjepit" jerit Elsa kesakitan.
Adegan pun batal.
"Maafkan aku membuat kaki mu kesakitan"
"tidak apa apa aku baik baik saja" kata Rina tersenyum malu.
Telfon masuk berbunyi
"Ia Ibu, " jawab Elsa.
" Bagaimana keadaan mu nak?"
"Aku sudah sehat Bu"
"Flander menemani mu?"
" siapa lagi Bu, kalau bukan Flander"
"Bagaimana, kamu suka?"
" sangat Bu, Aku mencintainya Bu" jawab Elsa berani
"Elsa, apa yang sedang kamu katakan?"
" ia Bu, aku mencintainya" Elsa kembali dengan ucapannya tadi.
Ibu Retno bahagia, dan memberitahukan kepada sang Ayah.
"yang benar saja Bu, bagaimana dengan Flander?"
__ADS_1
Ibu Retno diam, Ia lupa menanyakan apakah Flander juga mencintai putrinya? atau malah sebaliknya.
" Aku harap Flander juga mencintainya."