Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Pemeriksaan kehamilan Rina


__ADS_3

Hati Rina terluka mendengar ucapan Roy.


"Cukup Roy! aku tak ingin mendengar Mu lagi, aku mohon... "


"Sebenarnya aku tak ingin membuat mu terluka tapi kamu terlalu keras kepala memikirkan laki laki brengsek itu"


" Jaga omongan Mu Roy!" bentak Rina, Ia tak suka kalau suaminya di bilang brengsek.


"Ok Rin, kalau aku salah tapi suatu saat kamu akan menyesal, kamu membela laki laki yang salah"


Rina diam membisu.


"Aku pamit pulang, jaga diri mu baik baik, aku tidak menemui mu lagi"


Roy pulang karena kesal dengan sikap Rina yang terus-terusan membela Flander di depannya.


Rina memegang dada nya menangis seperti anak kecil tertidur di bawah lantai.


"Aku selalu salah, Roy kamu tak tahu kalau aku sedang mengandung anaknya Flander"


"Flander, hati ku sakit ketika mendengar perkataan Roy, tapi semoga kamu selalu mengingatku dan merindukanku di sana."


Tak lama kemudian, ada seseorang tim medis yang datang ke rumah dan ingin menemui Rina.


" Selamat pagi Bu"


"Ia pagi juga, mau ketemu sama siapa? "


"Apa benar ini rumahnya Ibu Rina?"


" Benar Bu, dengan saya sendiri, ada apa Bu? "


Petugas kesehatan menjelaskan maksud dan tujuan mereka datang ke rumah itu.


"Aduh, jangan jangan mereka ingin mengetahui keadaanku, tapi bagaimana jika mereka tahu kalau aku lagi hamil? dari siapa mereka tahu kalau aku sedang hamil? Apa Flander ya? "Pikir Rina bingung


" Ibu, apa yang Ibu sedang rasakan sekarang? ada keluhan Bu? "


"Aku sedikit mual muntah, perutku mules dan aku sedang tak enak badan Bu"


"Dari kapan Bu?"


"sudah satu minggu Bu"


"Oh ya Bu minta ijin Bu, bisa ke belakang sebentar? kami mau periksa keadaan Ibu"


Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan fisik dan juga mengambil urine untuk pemeriksaan laboratorium. karena atas keluhan Rina mungkin saja Ia sedang hamil.


"Ibu, maaf Bu mau tanya, dimana suaminya Bu?"


Rina gugup apa yang harus dijawab, Suaminya tak ada disitu dan tidak tinggal bersamanya.


"Ibu..." panggil petugas kesehatan


" Ia Bu,"

__ADS_1


"dimana suaminya? kami ingin membicarakan tentang keadaan Ibu ke suami"


"Suami lagi pergi sebentar Bu"


"Apa kami bisa menunggunya? "


"Sebaiknya tak usah Bu, suami lama perginya dua atau tiga minggu baru datang"


"Ibu tinggal sama siapa disini? "


"sama nenek Bu, nenek sedang ke ladang, sedikit lagi Ia datang Bu."


Petugas kesehatan menunggu kedatangan Nenek, mereka ingin membicarakan hal penting yang harus diketahui Rina, dan nenek juga harus mengetahui itu.


Tak lama menunggu, akhirnya Nenek datang.


Nenek bingung, memandang ke arah rumahnya.


"Permisi Nek, kami sudah lama menunggu"


"Oh ya, maaf Bu, aku sedang di ladang, bagaimana? "


Petugas kesehatan menjelaskan semua keadaan Rina kepada nenek, dan sambil menunggu pemeriksaan urine.


Petugas kesehatan memberi tahu Jika Rina benar hamil, Rina harus memeriksa ke Dokter tiap minggu untuk mengetahui perkembangan janin yang ada dalam kandungan Rina.


Setelah semuanya selesai, petugas kesehatan pamit pulang, dan mengingatkan Rina setiap dua minggu sekalu mereka akan datang kembali.


"Nak Rina, kelihatan tegang begitu kenapa? "


" Mungkin dari Pak Flander Nak"


"Kok, mereka tidak mengenal Flander, seandainya kalau Flander yang memberitahu itu, tak mungkin mereka menanyakan keberadaan Flander kan Nek? "


"Benar juga Nak, nenek juga bingung"


Rina mulai curiga sama Roy.


"Jangan jangan dari Roy Nek, soalnya tadi ada datang kesini, Ia memaksaku untuk ke Rumah sakit, tapi aku menolaknya"


"Kamu menemui Roy? " tanya nenek


Rina menjelaskan semua kejadian saat Roy datang menemuinya.


"Rina, Roy sangat peduli dengan Mu"


"Begitulah Nek, tapi mau bagaimana? "


"Nenek juga bingung, nasib mu sudah macam di sinetron yang pernah nenek nonton"


" Nenek, jangan lucu seperti itu" Rina tertawa


"Bukan lucu Nak, memang hidup mu seperti itu, nenek tak tahu harus bagaimana"


"Nek, bisakah nanti menemani aku selama pemeriksaan? "

__ADS_1


"Tak ada yang nenek keberatan, nenek harus lakukan semuanya untuk mu dan juga malaikat yang ada dalam perut Mu"


"Terimakasih Nek"


Akhirnya Roy mengetahui kalau Rina sedang hamil, Ia melihat nya dari hasil laboratorium lewat urine yang di ambil.


"Apa Flander sering datang ke tempat itu? tapi kok aku tak pernah melihatnya ya? " Ucap Roy heran.


Roy duduk dan diam sejenak setelah mengetahui kalau Rina sedang hamil. Ia bertanya tanya dalam hatinya dengan bingung bagaimana Rina bisa hamil.


"Apa aku harus menemuinya? atau aku bertanya langsung ke Flander?"


Rina kedatangan tamu yang memberi surat kepadanya.


Surat itu isinya tanda bukti bawah Rina benar hamil, dan beberapa anjuran dan juga jadwal untuk pemeriksaan.


"Nek, hari jumat kita akan ke dokter"


"Ia Nak, nanti kita ke sana"


Roy tidak ke tempat Rina lagi. Ia hanya melihatnya dari jauh, kepedulian terhadap Rina begitu besar meski Ia sudah mengetahui kalau Rina sedang mengandung anaknya Flander.


Ia ingin melihat kedatangan Flander ke tempat itu.


Sudah beberapa minggu menunggu kedatangan Flander yang tak kunjung datang itu, membuat hati Rina tidak tenang, sedangkan Ia sudah memberitahu kepada Petugas kesehatan bahwa suaminya akan pulang minggu ini, tapi suaminya tak datang juga.


"Pak Roy, dimana suaminya Ibu Rina? kok tiap kali datang periksa suaminya tidak ikut, kata Bu Rina suaminya akan datang minggu ini tapi tidak kunjung datang, setiap kali kami ke tempatnya suaminya tidak ada disitu"


Roy sangat geram dan marah.


"Dasar laki laki tak bertanggung jawab" ucapnya dalam hati.


"Ia Bu menunggu saja, suaminya bekerja di luar kota mungkin sebulan datang sekali" jawab Roy tak ingin Rina di lukai.


"Aku menunggunya minggu ini saja, jika Ia tak datang juga maka aku akan ke sana menemuinya" Roy geram dan bicara sendirian.


" Bu, lain kali kalau ke tempatnya Ibu Rina, jangan menanyakan lagi keberadaan suaminya ya? " Roy memberitahukan kepada salah satu petugas kesehatan.


"Mengapa? "


"Untuk sementara jangan dulu menanyakan soal suaminya, nanti suaminya pasti datang kok"


"Ia Pak Roy"


Petugas itu pun sampai di rumahnya Rina. mereka langsung melakukan pemeriksaan fisik saja, tidak lagi menanyakan keberadaan suaminya Rina.


"Aneh, suami ku tidak ditanya hari ini, setidaknya mengurangi perasaan sakit ku"


Dari hasil pemeriksaan, usia kehamilan Rina empat minggu 5 hari.


"Flander, usia janinku sudah mulai membesar tapi kamu tak kunjung datang, apa yang dikatakan Roy itu benar ya? ah, aku jangan dulu berpikir buruk tentang suamiku" cetus Rina dalam hati setelah mengetahui perkembangan janin yang sedang dikandungnya.


Petugas pun pamit pulang.


"Mereka lupa nanya Flander, semoga saja minggu depan Flander pulang"

__ADS_1


__ADS_2